• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Sepuluh Tahun Awang Faroek Nakhodai Kaltim, Dipuji dan Dihujat

by BontangPost
28 September 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Awang Faroek Ishak(DOK/METRO SAMARINDA)

Awang Faroek Ishak(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Awang Faroek Ishak, Gubernur Kaltim periode 2008-2018 secara resmi berhenti dari jabatannya pada 18 September lalu. Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu telah meninggalkan jejak yang begitu berpengaruh bagi masa depan Benua Etam. Namun tak sedikit kritik dan “hujatan” pernah mewarnai perjalanan politiknya.

Sejak memenangkan pemilihan gubernur (pilgub) bersama Farid Wadjdy pada 2008 dan pilgub 2013 dengan Mukmin Faisyal, Awang Foroek memiliki mimpi besar untuk menyejahterakan rakyat Kaltim.

KH Toto Tasmara, seorang pendakwah dan konsultan sumber daya manusia (SDM), dalam buku Mimpi Besar Sang Visioner, memujinya sebagai figur yang dinamis, cerdas, dan berpengalaman luas.

“Awang Faroek juga seorang pekerja keras (hard worker) yang gigih dalam mencapai sesuatu. Sosok seirama dengan AFTA, action first talk after. Artinya bekerja keras dulu dengan penuh tanggung jawab dan selalu mengedepankan integritas, berdisiplin tinggi, baru setelah berhasil, lantas berbicara,” sebut Toto.

Awang Faroek sendiri dalam keterangannya, mengaku sangat senang dengan tantangan dalam menyelesaikan tugas. Karena itu memacu semangatnya untuk mengambil keputusan tepat dan cepat.

Baca Juga:  Cerita Onggy Hianata Keliling Dunia Berbagi Motivasi 

Dasar pengambilan kebijakannya yakni demi kepentingan masyarakat dalam jangka panjang. “Orang menilai saya ini pemimpin visioner. Tapi, bagi saya belum mengerti, ada juga orang melihat saya ini seorang pemimpi,” ucap Awang Faroek.

Nido Qubein, seorang konsultan dan penulis, mengatakan semasa Awang Faroek memimpin, Kaltim tak ubahnya gadis cantik dan elok yang tengah bersolek diperebutkan kaum adam. Di tangannya, kata Nido, Kaltim yang memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah, diubah menjadi daerah yang memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional.

Lewat tangan dingin Awang Faroek, proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Kaltim secara perlahan dikebut dan dituntaskan. Sedikitnya pada 2011 hingga 2014, Kaltim memiliki 83 proyek strategis nasional.

Proyek tersebut antara lain pembangunan Terminal Peti Kemas, pabrik pupuk, jembatan, infrastruktur pertanian, hingga bandara. Sejumlah proyek itu telah menghabiskan puluhan triliun anggaran daerah dan nasional.

Baca Juga:  Pemerintah Janji Tindak THM Nakal 

B.C. Forbes, pendiri Majalah Forbes, mengatakan pada masa kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah pusat memberikan perhatian khusus untuk Kaltim. Sehingga prioritas pembangunan dapat dijalankan dengan baik. Salah satunya percepatan pembangunan di bidang infrastruktur.

“Hal itu tidak terlepas dari keberanian Awang Faroek untuk mengubah haluan ekonomi dan memperjuangkan sejumlah proyek vital dalam membangun wilayah yang sempat menjadi the sleeping giant (raksasa yang sedang tidur, Red.),” katanya.

Tetapi sebagaimana umumnya kepala daerah atau pemimpin nasional, selalu ada sisi kontroversi dan penolakan dari publik. Terbaru, masih hangat dalam ingatan publik yakni pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu, yang hingga kini masih menjadi perhatian karena dibangun tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Demo berjilid-jilid diadakan warga Kelurahan Jawa dan Bugis, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda. Oleh warga, Awang Faroek disebut pemimpin bertangan besi. Tidak mendengarkan kritikan dan masukan dari masyarakat.

Baca Juga:  Infrastruktur Jalan Jadi Momok, Program Transportasi Massal, Kaltim Tak Kebagian Bus

Selain itu, Awang Faroek pernah melancong ke luar negeri di tengah defisit keuangan daerah. Karena itu, pengamat hukum dan politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah menyebut, langkah gubernur itu telah menciptakan efek buruk bagi daerah.

“Secara psikologi politik, yang dilakukan Awang akan merusak semangat tata kelola pemerintahan yang seharusnya mengedepankan kepentingan politik,” ucapnya.

Yang tidak kalah penting, Awang Faroek kerap berselisih dengan bupati dan wali kota di Kaltim. Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda, pernah disindir pria kelahiran 31 Juli 1948 itu soal banjir yang melanda Kota Tepian.

Begitu juga dengan mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. Dengan bupati perempuan pertama di Kaltim itu, Awang Faroek saling “beradu” argumen soal penyelesaian kasus lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi lahan perkebunan dan pertambangan. Namun, sebagaimana perseteruannya dengan Jaang, akhirnya ketegangan mencair setelah keduanya duduk satu meja. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Awang Faroek IshakMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Miskin Keterbukaan Informasi 

Next Post

Pegiat Lingkungan Beri “Rapor Merah” 

Related Posts

Jalan Tol Samarinda-Bontang Tak Masuk Prioritas 2022, Lelang Paling Cepat 2023
Kaltim

Wakil Kaltim di Senayan Janji Bakal Perjuangkan Nama Awang Faroek Ishak Gantikan Tol Balsam

26 Desember 2024, 10:52
Sejumlah Warisan Awang Faroek, dari PON hingga Jalan Tol Pertama di Kalimantan
Kaltim

Mantan Rektor Unmul Usulkan Nama Tol Balsam Diganti Tol Awang Faroek Ishak

25 Desember 2024, 13:00
Sejumlah Warisan Awang Faroek, dari PON hingga Jalan Tol Pertama di Kalimantan
Kaltim

Sejumlah Warisan Awang Faroek, dari PON hingga Jalan Tol Pertama di Kalimantan

24 Desember 2024, 11:02
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.