• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Serial Karang Mumus (08): Makin Banyak Jenis Minuman Tapi Sisa Sedikit Air Bersih

by M Zulfikar Akbar
13 Februari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jika panas hari terasa menyengat, Mustofa akan memilih duduk di batang sambil membenamkan kaki di aliran air Sungai Karang Mumus. Sesekali kakinya diangkat karena ada sekantong atau sekarung sampah yang hanyut hendak menabrak kakinya.

Sambil duduk, sebuah galah dengan jaring diujungnya ada dalam genggaman tangan. Mustofa akan menjaring botol, kotak dan gelas aneka minuman yang terapung hanyut mengikuti aliran sungai. Dan hari ini Mustofa berhasil mengumpulkan sebanyak :

5 Botol Aqua

3 Kotak Teh Kota

2 Gelas Teh Kita

2 Gelas Okky Jelly Drink

1 Botol Kecil Mogu Mogu

1 Botol Rama (Ranam Mahakam)

2 Botol Fiesta

2 Kotak Juice Buavita

1 Botol Teh Pucuk

2 Botol Teh Botol Sosro

1 Botol Pocari Sweet

Botol, kotak dan gelas itu disusun rapi di belakang rumahnya. Dari kejauhan mirip kios penjual minuman. Mustofa tak perlu melihat iklan di televisi untuk tahu minuman apa yang sedang nge hit di kotanya, cukup dengan memunguti kemasan minuman di sungai apa yang sedang terkenal akan terlihat. Semua minuman kemasan yang dijual di ritel-ritel dan minimarket dengan mudah ditemui mengambang di sungai.

Baca Juga:  Serial Karang Mumus (21) Wakil Rakyat

Kaki Mustofa agak dingin karena terendam air, namun kepalanya panas sehingga cepat haus. Saat mau mengambil air minum ternyata air gallon di dispenser telah habis. Mamaknya yang melihat gelas Mustofa kosong langsung ngomel.

“Kamu itu tahu air minum sudah mau habis tidak mau beli, sana pergi beli”

Mustofa mengambil galon kosong itu dan gerobak kecil untuk mengangkutnya dan berjalan ke depan gang menuju depot air isi ulang.  Untung air habis ketika hari masih terang, sehingga mudah untuk membeli. Bukan sekali dua kali di tengah malam, ketika tenggorokan tercekat kehausan, Mustofa menemui galon di rumahnya kosong. Sehingga terpaksa semalaman menahan haus dan tidurnya tidak nyenyak.

Baca Juga:  Serial Karang Mumus (04): ATM 2

Ketika pulang dari membeli air minum isi ulang, saat keringat masih membasahi dahinya, Mustofa mengeluhkan keadaan kepada mamaknya.

“Mak, kita ini didekat sungai tapi kok tidak punya air bersih untuk masak dan minum?”

“Dulu masih bisa untuk masak, tapi mesti diendapkan  semalaman,” kata mamak Mustofa tak menjawab pertanyaan.

“Mamak ini cerita dulu..dulu  terus. Iya dulu banyak ikannya, dulu banyak pohon buah di tepi sungai, dulu banyak udang, dulu banyak perahu lalu lalang, dulu ..dulu ..dulu … apalagi mak,” tiba-tiba saja Mustofa meradang.

“Yang penting itu sekarang mak,”

Mamaknya hanya terdiam, sudah 10 tahunan lebih air Sungai Karang Mumus tak lagi digunakan untuk konsumsi. Setiap tahun hasil pemeriksaan atas kualitas air yang dilakukan instansi terkait menunjukkan kualitas airnya terus memburuk. Sebenarnya jangankan untuk makan minum, mandi atau cuci-cuci, tersentuh kulit saja sudah berdampak tidak baik.

Baca Juga:  Serial Karang Mumus 27, Si Ikan Malas

Tapi itu teori, sebab dalam kenyataannya hampir semua warga di tepian Sungai Karang Mumus masih mengantungkan kebutuhan air bersihnya pada air sungai yang kerap dibilang mirip air limbah itu. Memang tidak lagi untuk memasak tapi untuk mandi dan cuci, bukan hanya baju tetapi juga alat dapur dan alat makan bahkan cuci beras.

Mamak Mustofa tahu bahwa banyak orang yang kaget, melihat warga di tepian Sungai Karang Mumus menggunakan air sungainya untuk keperluan sehari-hari.

“Mak …. mak, kok malah melamun”

Mamak Mustofa tersenyum, Mustofa heran sebab jarang mamaknya tersenyum. Senyum mamaknya biasanya mengambang ketika dagangan bapaknya habis terjual dan itupun jarang.

“Iya Mus, kalau dipikir-pikir sekarang ini semakin banyak jenis dan bentuk minuman, tapi kok kita semakin kesulitan air bersih,”

“Itu mak pertanda dunia sudah semakin tua,” (**)

Pondok Wira, 02/09/2016

@yustinus_esha

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Serial Karang Mumus
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cabai Mahal Terjadi di Seluruh Indonesia

Next Post

Cap Go Meh, Barongsai Turun ke Jalan

Related Posts

Serial Karang Mumus (30/Habis), Literasi Internet Sehat
Breaking News

Serial Karang Mumus (30/Habis), Literasi Internet Sehat

7 Maret 2017, 13:01
Breaking News

Serial Karang Mumus 27, Si Ikan Malas

4 Maret 2017, 13:01
Serial Karang Mumus (27), Peta Kekayaan Karang Mumus
Breaking News

Serial Karang Mumus (27), Peta Kekayaan Karang Mumus

3 Maret 2017, 13:01
Serial Karang Mumus (25) Tetap Berkorban Meski Tak Ada Pujian
Breaking News

Serial Karang Mumus (25) Tetap Berkorban Meski Tak Ada Pujian

2 Maret 2017, 13:00
Serial Karang Mumus (24 ), Cita Cita
Breaking News

Serial Karang Mumus (24 ), Cita Cita

1 Maret 2017, 13:01
Serial Karang Mumus (23) Tabiat Ilmu, Tabiat Air
Breaking News

Serial Karang Mumus (23) Tabiat Ilmu, Tabiat Air

28 Februari 2017, 13:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.