• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sidang Kasus Dugaan Korupsi Perusda AUJ, Rangkap Jabatan, Menyalahi Peraturan

by Redaksi Bontang Post
23 Mei 2020, 08:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Suasana sidang kasus dugaan korupsi Perusda AUJ. (Adiel Kundhara/KP)

Suasana sidang kasus dugaan korupsi Perusda AUJ. (Adiel Kundhara/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Dugaan adanya rangkap jabatan di salah satu anak perusahaan Perusda AUJ semakin mempertegas kesemrawutan dalam tata kelola perusahaan. Bukan hanya dua, bahkan salah satu Direktur anak perusahaan dari Perusda AUJ tersebut menjabat hingga tiga posisi sekaligus yang tergolong “strategis”. Meliputi direktur, manajer, dan kepala divisi. Kondisi ini terjadi sebelum kasus korupsi Perusda AUJ diungkap oleh Jaksa Penyidik hingga beberapa saat sesudahnya.

Hal ini terungkap jelas dalam proses persidangan kasus dugaan korupsi di Perusda AUJ, beberapa hari lalu. Ahli Hukum Pidana dari Universitas Brawijaya Malang Prija Djatmika mengatakan modus seperti itu menabrak pasal 3 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Itu tidak sesuai dengan prosedur. Memenuhi unsur tipikornya,” kata Prija.

Baca Juga:  Penikmat Hasil Korupsi Rita Diuber KPK, Belasan Mobil Mewah Disita di Samarinda

Pada pasal 2 dan 3 regulasi itu berbunyi tindak pidana korupsi terjadi bila ada pihak dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, dengan melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangan/ jabatan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. Menyebabkan kerugian negara atau perekonomian negara. Ancaman hukumannya ialah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun (pasal 2) serta satu tahun (pasal 3) dan paling lama 20 tahun.

Senada, Ahli Hukum Perusahaan dari kampus yang sama, Iwan Permadi menyebut rangkap jabatan menabrak regulasi perundang-undangan. Sanksi bila dilakukan bentuknya administratif. Berupa pencopotan jabatan dari direksi perusahaan pelat merah. Tetapi seperti dikatakan oleh Ahli Pidana sudah memenuhi unsur tipikor maka dapat dilakukan sanksi sesuai dengan ketentuan tipikor.

Baca Juga:  Didakwa Korupsi, Mantan Dirut Perusda AUJ Bontang Dituntut 8,5 Tahun Penjara

Namun, ahli menerangkan beberapa kondisi rangkap jabatan diperkenankan terjadi. Terutama jika ada posisi di perusahaan milik negara yang membutuhkan ahli spesifikasi khusus. Misalnya perusahaan yang bergerak di pembuatan produk militer (Pindad), Direksinya diperkenankan jika orang itu berstatus anggota TNI aktif yang pengangkatannya disesuaikan dengan mekanisme yang ada di TNI itu sendiri biasanya dikenal dengan sebutan “dikaryakan” atau “diperbantukan”.

Akan tetapi, jika bidangnya tidak spesifikasi khusus tentunya dilarang. Mengingat masih banyak orang yang bisa berperan di bidang tersebut berdasarkan keilmuan atau keahlian yang dimiliki. Pasalnya, rangkap jabatan selaras adanya konflik kepentingan. Implikasinya adalah tata kelola perusahaan menjadi semrawut dari adanya unsur kesengajaan itu.

Baca Juga:  Korupsi Lahan Labkesda Bontang, Satriansyah Divonis 4 Tahun Penjara

“Ujung-ujungnya ada kerugian negara. Karena Perusda AUJ ini sumber modalnya dari penyertaan modal yang berasal dari APBD Bontang,” terangnya.

Apalagi jabatan yang diemban merupakan posisi strategis untuk memeperoleh keuntungan atau memperkaya diri. Menurutnya, penunjukan dirinya sendiri karena sebelumnya telah menjabat posisi teratas mempertegas anehnya tata kelola perusahaan tersebut.

“Itu tidak lazim dalam hukum perusahaan,” sebut dia.

Meskipun Direksi tersebut itu mengatakan telah konsultasi dengan direktur utama induk perusahaan. Tetapi hingga kini tidak ada bukti secara tertulis.

“Bisa saja kepepet bilang seperti itu. Toh, kalau sudah konsultasi dan disetujui itu tetap tidak diperkenankan,” pungkasnya. (*/ak/kpg)

Tags: dandi priyo anggonokejari bontangkorupsiperusda AUJ
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Bontang Siapkan Dua Opsi Penyaluran BLT

Next Post

Pemkot Terbitkan Surat Edaran Imbauan Perayaan Idulfitri

Related Posts

Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

30 Oktober 2026, 12:56
Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa
Bontang

Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa

28 Oktober 2026, 13:43
Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

OTT KPK di Jabodetabek Seret Dirjen ATR/BPN dan Politikus Golkar Fahd A Rafiq, Uang Ratusan Miliar Disita

15 September 2026, 11:39
Dua Kasi Kejari Bontang Diganti, Ferdinand Sianturi Ambil Alih Pidsus
Bontang

Dua Kasi Kejari Bontang Diganti, Ferdinand Sianturi Ambil Alih Pidsus

3 September 2026, 14:21
Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan
Kaltim

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan

7 Agustus 2026, 10:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.