SANGATTA- Sicantik dan Simaya lebih mudah digaunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sicantik dan Simaya sudah digarap sejak 2013 lalu di pusat.
Sicantik merupakan singkatan Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu untuk Publik.Tujuannya ialah pengembangan fasilitas aplikasi layanan publik terpadu berbasis arsitektur layanan terdistribusi yang bersifat generik.
Sehingga dapat sebagai contoh digunakan untuk berbagai layanan teknologi informasi yang diakses melalui jaringan internet maupun telepon seluler.
Sedangkan Simaya ialah singkatan Sistem Informasi Administrasi Perkantoran Maya. Simaya inilah mendigitalisasi kegiatan perkantoran konvensional yang selama ini digunakan dan dapat diakses dari mana dan kapanpun.
Beberapa fitur yang ditawarkan Simaya antara lain, sistem surat menyurat dan disposisi berhierarki, penyimpanan agenda pribadi, kantor dan bersama,pemesanan dan pencatatan fasilitas kantor, sistem share URL dan folder yang terintegrasi dan buku alamat.
“Jadi sistem yang digunakan nanti ialah sistem online. Yakni Simaya dan Sicantik,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik, Muhammad Erlyan Noor.
Dengan program ini, semua urusan lebih efektif dan efesien. Tidak lagi memberikan informasi menggunakan surat kertas.
“Jadi semua menggunakan online. Tidak lagi pakai surat. Secara bertahap akan dihilangkan,” kata mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) itu.
Meskipun Sicantik dan Simaya sudah siap dipakai, namun Pemkab Kutim belum mampu menerapkannya. Ada beberapa yang terlebihdahulu harus dibenahi. Diantaranya Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan pendukung. “Kami hanya merencanakan nya saja dulu. Kemungkinan 2018 baru bisa diterapkan,” katanya.
Meskipun terkesan lamban, akan lebih baik dari pada tidak sama sekali. Ada beberapa pertimbangan pemanfaatan aplikasi ini. Diantaranya agar pegawai dan masyarakat melek teknologi.
“Dulu kita semua hanya menonton, sekarang kita yang garap. Jadi bisa melek teknologi semua. Bisa menerapkan aplikasi. Tidak hanya diperkotaan saja, akan tetapi hingga pedalaman. Sekarang ini kita hanya bisa menggunakan WA dan gmail saja,” katanya. (dy)







