BONTANGPOST.ID – Sosok Isran Noor kembali menjadi sorotan publik. Di tengah polemik pembatalan pengadaan mobil dinas mewah gubernur senilai Rp8,5 miliar, ia menyampaikan pesan tegas mengenai etika dan marwah seorang pemimpin.
Ditemui di sela agenda buka puasa bersama di Samarinda, Senin (9/3), Isran Noor menanggapi santai namun tegas isu yang tengah ramai diperbincangkan di Benua Etam. Ia menilai setiap tindakan kepala daerah mencerminkan kehormatan institusi yang dipimpinnya.
“Jadi gubernur itu harus bisa menjaga marwah,” ujar Isran singkat.
Pernyataan tersebut disinyalir menyinggung pentingnya sensitivitas pejabat publik terhadap kondisi masyarakat dan kemampuan keuangan daerah sebelum memutuskan pengadaan fasilitas mewah.
Ia juga menanggapi angka Rp8,5 miliar untuk satu unit kendaraan dinas yang sempat menghebohkan publik. Menurutnya, keinginan memiliki kendaraan mahal adalah hak pribadi, namun tidak seharusnya menggunakan uang rakyat.
“Kalau aku mau beli kendaraan mahal, aku pakai duit pribadi,” tegasnya.
Menurut Isran, pemisahan antara gaya hidup pribadi dan fasilitas kedinasan menjadi hal penting bagi pejabat publik demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Suasana perbincangan sempat mencair ketika ia berkelakar mengenai pengalamannya menaiki kendaraan super mewah.
“Aku pernah naik kendaraan Rp15 miliar, tapi umpat urang (numpang punya orang),” ujarnya sambil tertawa.
Pernyataan Isran Noor tersebut menambah panjang perbincangan publik terkait tata kelola anggaran di Kalimantan Timur. Kutipan mengenai “marwah” dan “duit pribadi” pun ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial warga Kaltim. (prokal)







