BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemanfaatan tablet pintar untuk menunjang pembelajaran di SMPN 1 Bontang mulai dipastikan akan dilakukan pengetatan dan pengawasan.
Pihak sekolah memastikan perangkat tersebut tidak hanya menjadi alat bantu belajar, tetapi juga tidak dimanfaatkan untuk tindakan yang berpotensi mencederai integritas akademik siswa.
Kepala SMPN 1 Bontang, Ariyanto, menegaskan bahwa guru pendamping diberi penekanan agar lebih cermat dalam mengawasi penggunaan tablet pintar, terutama jelang rangkaian ujian kelas IX.
“Kami minta guru pendamping lebih bijak dan teliti. Ada potensi penyalahgunaan teknologi saat ujian, termasuk penggunaan kecerdasan buatan. Itu yang ingin kami cegah,” ujarnya,
Tablet pintar tersebut memang dirancang sebagai fasilitas khusus bagi siswa kelas IX. Perangkat itu juga akan digunakan saat tes kemampuan akademik pada Februari atau Maret 2026 mendatang.
Namun Ariyanto menegaskan, penggunaan perangkat digital di kelas tetap mengedepankan fleksibilitas. Para guru diberikan ruang untuk menentukan apakah mereka akan memanfaatkan tablet dalam proses pembelajaran.
“Penggunaannya kami serahkan kepada guru. Tidak semua guru nyaman atau terbiasa menggunakan perangkat digital, jadi sifatnya tidak wajib,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan mayoritas guru SMPN 1 Bontang telah memahami cara mengoperasikan perangkat tersebut dengan baik.
Selain itu, pihak sekolah juga menerapkan aturan bahwa tablet pintar tidak boleh dibawa pulang oleh siswa. Kebijakan tersebut diambil semata-mata untuk menjaga keamanan perangkat.
“Setelah dipakai, perangkat akan dikumpulkan kembali. Risikonya besar kalau dibawa pulang bisa hilang atau rusak. Jadi ini bentuk proteksi,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, SMP Negeri 1 Bontang menerima bantuan 315 unit tablet untuk siswa kelas IX.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Anggota DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, bertepatan dengan HUT ke-42 SMP Negeri 1, Sabtu (15/11/2025).
Neni mengatakan bantuan tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan sarana pendukung pendidikan. Ia menilai perkembangan teknologi menuntut sekolah untuk terus beradaptasi.
“Saya berharap bantuan ini membuat murid lebih giat belajar dan terus meraih prestasi,” ujarnya.







