• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Soal Tambang Ilegal, Jatam; Mestinya Pemerintah Langsung Bertindak

by Redaksi Bontang Post
14 April 2022, 09:34
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Tak hanya berkeluh kesah ke DPR RI, Gubernur Kaltim Isran Noor diminta beraksi lebih. Sebab, pertambangan ilegal dan kerusakan alam dan infrastruktur yang ditimbulkan di Kaltim sudah menahun. Bukan tiba-tiba muncul ketika Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara disahkan pemerintah.

Dinamisator Jaringan Advokasi Pertambangan (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang mengatakan, tanpa ditarik kewenangan pusat, sebenarnya tambang ilegal sudah marak di Kaltim. Namun, semakin menjadi-jadi saat pandemi. Lanjut dia, tambang ilegal tidak dibuat aturan khusus karena tidak ada ruangnya. “Tanpa izin ya illegal mining. Kalau yang diatur kan yang berizin,” kata Pradarma. Menurut dia, Jatam tidak melihat kesungguhan dari pernyataan Gubernur Kaltim Isran Noor ketika menghadiri rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM di Gedung Nusantara I Lantai I, Senin (11/4).

Seumpama Kaltim dirugikan dari UU 3/2020, Pradarma mempertanyakan mengapa Pemprov Kaltim tidak menggugat kebijakan itu. Kenapa justru masyarakat sipil yang menggugat. “Pernyataan (gubernur) memang saya lihat paradoks, tidak konsisten. Hal sesuatu yang tak ditetapkan, berarti ada payung hukum lainnya yang melekat. Kalau mau gugat, maka gugat juga Undang-Undang Cipta Kerja. Karena Cipta Kerja mendistorsi Pasal 109 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Baca Juga:  Tambang Ilegal Kian Marak, 2021 Ada 70 Laporan ke ESDM

Dalam undang-undang sebelumnya, mesti ada izin lingkungan. Namun, di UU Cipta Kerja, setiap aktivitas pertambangan tidak perlu izin lingkungan, tetapi persetujuan lingkungan. “Ini yang bisa digunakan pelaku peti (pertambangan tanpa izin/ilegal). Kalau mau gugat, gugat saja UU Ciptaker. Karena meringankan sanksi pelanggar,” sambung lelaki asal Balikpapan itu. Dia berharap, gubernur juga terbuka perihal jumlah aduan tambang ilegal ke kepolisian. Menurut dia, upaya itu harus dilaporkan pemprov ke publik di website.

Dengan demikian, publik yakin jika Pemprov Kaltim benar-benar melawan pertambangan ilegal. Tak sekadar berkeluh kesah tanpa aksi nyata. Jatam Kaltim mencatat temuan 151 tambang ilegal. Perlu keseriusan Pemprov Kaltim untuk menindak. Sebab, UU Minerba yang baru, bukanlah satu-satunya biang kerok pertambangan ilegal. Apalagi Kaltim sebenarnya juga memiliki bekal untuk menindak. Melalui Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus Untuk Kegiatan Pengangkutan Batu Bara dan Kelapa Sawit.

Baca Juga:  Pemprov Kaltim Sebut Tambang Ilegal Paling Banyak di Kukar

Tetapi, sayangnya sejauh ini masih banyak kendaraan tambang yang melenggang di jalan umum. “Berhenti merengek ke pusat. Ada Perda 8 Tahun 2013 soal reklamasi yang mempersempit ruang pengerusakan lingkungan. Nah, jika tidak ada aktivitas reklamasi, dipastikan itu adalah peti. Tinggal inspektur tambang verifikasi tambang. Kalau misal alasannya Inspektur tambang hanya bisa memverifikasi tambang-tambang legal maka di sini tugasnya aparat hukum. Jadi menarik inspektur tambang untuk menjadi saksi bahwa lokasi ini ada izin apa enggak,” bebernya.

Pradarma melanjutkan, Pemprov Kaltim bisa bergerak mencegah tambang ilegal sesuai dengan peraturan yang sudah ada. Dia juga mengkritik parlemen yang tidak pernah minta pertanggungjawaban gubernur soal implementasi Perda 8 Tahun 2013.

Sebelumnya, masalah pertambangan ilegal di Kaltim ditumpahkan Gubernur Isran Noor di Komisi VII DPR RI di Jakarta, dua hari lalu.

“Kemajuan tambang ilegal setelah UU Nomor 3 Tahun 2020 ini sangat luar biasa. Belum ada izin saja sudah ditambang. Pertanyaan saya, kenapa UU ini dibuat?” kata gubernur yang hadir mengenakan batik cokelat. Gubernur melanjutkan, dengan aturan baru ini, wibawa negara hilang. “Wibawa negara sudah tidak ada. Sedikit saja sisanya,” keluh Isran. Mantan bupati Kutai Timur (Kutim) itu melanjutkan, menjamurnya tambang ilegal di Kaltim, karena semua kewenangan perizinan pertambangan ditarik ke pusat. Bahkan untuk pengawasan pun, daerah tidak mendapat ruang.

Baca Juga:  Polisi Tutup Tambang Ilegal di Jalan Poros Bontang

“Saat ada perubahan UU 23 Tahun 2014, masih lumayan karena provinsi masih memiliki porsi pengawasan. Tapi setelah UU ini (UU Nomor 3 Tahun 2020), semuanya selesai,” ucapnya. Semestinya, lanjut dia, pengawasan harus terintegrasi. Provinsi diberi kewenangan mulai perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan.

Menurut dia, kepala daerah meminta peran pengawasan dikembalikan ke daerah. Karena selama ini, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak dengan praktik tambang ilegal. “Maraknya tambang ilegal telah menyebabkan rusaknya lingkungan dan infrastruktur. Dana bagi hasil yang kembali ke daerah pun tidak cukup untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan itu. Hampir semua jalan negara, provinsi dan kabupaten kota rusak. Kurang lebih seperti ombak lautan Pasifik,” ungkapnya. (riz/k8)

Tags: Tambang Ilegal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PKT Proaktif Salurkan 3.300 Paket Sembako Ramadan bagi Warga Bontang

Next Post

BLT Minyak Goreng bagi 5.443 Warga Bontang Mulai Cair

Related Posts

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare
Kaltim

Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare

30 Maret 2026, 10:00
Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak
Kaltim

Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak

28 Maret 2026, 11:32
Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan
Kaltim

Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan

17 Maret 2026, 08:16
KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar
Kaltim

KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar

13 Maret 2026, 11:00
Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin
Kaltim

Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin

10 Maret 2026, 14:35

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.