• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Soroti WNA Masuk DPT, Ditjen Dukcapil Dianggap Tidak Transparan

by M Zulfikar Akbar
14 Maret 2019, 15:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (jpnn)

Ilustrasi. (jpnn)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kasus masuknya e-KTP milik warga negara asing (WNA) di daftar pemilih tetap (DPT) menjadi sorotan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR dengan sejumlah penyelenggara pemilu kemarin (13/3). Kalangan DPR meminta jajaran KPU, Bawaslu, dan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri lebih serius menindaklanjuti temuan tersebut.

Kasus temuan e-KTP WNA yang masuk DPT belakangan menyedot atensi masyarakat. Kasusnya berawal saat WNA asal Tiongkok Guohui Chen masuk DPT Kabupaten Cianjur. Setelah ditelusuri di sejumlah daerah, ternyata banyak WNA yang tercantum di daftar pemilih tetap Pemilu 2019.

Pada Senin lalu (11/3) saja, KPU mencoret 101 WNA dari DPT. Data tersebut terus bertambah. Hingga kemarin (13/3), KPU sudah mencoret 370 WNA yang masuk DPT. ’’Memang, benar, itu merupakan hasil kerja tim teknis KPU, Bawaslu, dan Dukcapil Kemendagri yang bersinergi untuk mengeliminasi WNA yang masuk DPT,’’ ujar Komisioner KPU Viryan Aziz dalam RDP.

Baca Juga:  Minim Pengawas TPS, Panwas Akan Bersaing 

Berdasar hasil penyisiran, posisi pertama WNA yang masuk DPT dipegang Jawa Barat. Di provinsi tersebut, total 86 WNA masuk DPT. Posisi kedua ditempati DKI Jakarta (76 WNA). Selanjutnya, posisi ketiga Bali. Di provinsi dengan jumlah WNA pemegang e-KTP terbanyak di Indonesia itu memiliki 74 WNA yang masuk DPT. Hingga kemarin, WNA yang masuk DPT tidak ditemukan lagi.

Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyesalkan tidak transparannya pemerintah, khususnya Ditjen Dukcapil, untuk membuka data jumlah WNA di tanah air. Terutama mereka yang sudah tercatat memegang e-KTP. ’’Seharusnya data 1.685 WNA (yang memiliki e-KTP) itu diberikan ke KPU agar bisa disisir satu per satu. Jadi, bukan hanya mereka (Ditjen Dukcapil) yang menyisir, terus hasilnya diberikan ke KPU,’’ ucap Riza.

Menurut Riza, dengan keterbukaan data sejak awal, otomatis penyisiran akan berlangsung lebih efektif. Apalagi, bila dibantu oleh tim sukses dua paslon capres-cawapres. Jika dimungkinkan, tim sukses sebenarnya bisa membantu melakukan penyisiran sehingga prosesnya segera selesai dan tidak bertele-tele. ’’Sedari awal, pemerintah bilang tidak ada di DPT. Ternyata ada temuan WNA yang masuk DPT. Kenapa tidak disisir semuanya saja? Kami juga siap bantu untuk menyisir,’’ kata juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tersebut.

Baca Juga:  17 April Jadi Hari Libur, Imbau Tidak Golput

Riza juga menambahkan, sikap pemerintah yang tidak transparan itu justru akan menghambat penyelenggaraan pemilu. Ditjen Dukcapil, kata dia, sepatutnya mencontoh kinerja KPU dan Bawaslu yang belakangan dinilai mampu mewadahi aspirasi dari kedua tim sukses. Dua lembaga tersebut selalu melayani saat diajak diskusi. BPN hampir setiap hari memberikan masukan kepada KPU yang juga direspons positif. ’’Pemerintah tidak perlu memproteksi diri, tapi membuka seluas-luasnya. Kami cukup senang dengan kinerja KPU dan Bawaslu selama ini. Ini tentu saja bukan hanya karena kepentingan 02 maupun 01 saja. Tapi, ini kepentingan masyarakat agar pemilu berlangsung transparan,’’ terang pria kelahiran Banjarmasin tersebut.

Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto juga meminta Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh yang turut hadir dalam rapat kemarin tidak menganggap sepela kasus WNA masuk DPT. Dia tidak menginginkan nanti ada WNA yang benar-benar ikut memberikan suara dalam pemilu. Hanya karena masih ada WNA yang tercatat dalam DPT. Yandri juga meminta KPU dan Kemendagri lebih jeli dalam memperhatikan informasi dan masukan dari masyarakat.

Baca Juga:  Minus PKPI, 15 Parpol Berebut Kursi DPRD Bontang

’’Yang boleh memilih itu cuma WNI. Jangan membuat pemilih yang tidak memiliki hak menjadi memiliki hak untuk memilih tahun ini. Jangan juga berburuk sangka alias suuzon kepada informasi yang ada dan diberikan oleh masyarakat demi mendukung kualitas demokrasi yang ada di negara kita,’’ ucap Yandri. (bin/c4/agm/jpg)

Tags: DPTdukcapilPemilu 2019wna
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penembakan Orang Utan Terjadi Lagi, Hope Sekarat Diterjang 74 Peluru

Next Post

Lion Air Group Sempat Ganti Pesawat di Makassar

Related Posts

Caleg Terpilih Resmi Ditetapkan, KPU Segera Surati Wali Kota
Bontang

Caleg Terpilih Resmi Ditetapkan, KPU Segera Surati Wali Kota

5 Agustus 2019, 16:00
Songsong Tahun Politik 2019, Parpol Bidik Kursi di Bontang Lestari
Nasional

Caleg Baru Belum Ditetapkan, Gedung Dewan Bisa Kosong

26 Juli 2019, 14:00
Berkarya Menggugat, Penetapan Anggota DPRD Bontang Ditunda
Bontang

Berkarya Menggugat, Penetapan Anggota DPRD Bontang Ditunda

23 Juli 2019, 13:50
KPU, Bawaslu maupun saksi parpol masih menunggu hasil dari MK terkait putusan Dismisal (Arsyad/Bontangpost.id)
Bontang

Pleno Penetapan Anggota DPRD Terpilih Diskorsing, Ini Alasannya

22 Juli 2019, 14:27
Rapat Pleno Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Bontang Molor
Bontang

Rapat Pleno Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Bontang Molor

22 Juli 2019, 10:30
Gandeng Dukcapil, Perusahaan Pembiayaan Grup Astra Dapat Akses Data Penduduk
Nasional

Gandeng Dukcapil, Perusahaan Pembiayaan Grup Astra Dapat Akses Data Penduduk

21 Juli 2019, 13:39

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.