• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Spanyol dan Prancis Lockdown, Eropa Berencana Tutup Semua Perbatasan

by M Zulfikar Akbar
19 Maret 2020, 10:00
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Kepolisian Spanyol dan Catalan berjaga di kawasan La Jonquera yang berbatasan dengan Prancis, Selasa (17/3). Negeri itu menutup perbatasan karena persebaran virus Korona yang belum terkendali (PAU BARRENA / AFP)

Kepolisian Spanyol dan Catalan berjaga di kawasan La Jonquera yang berbatasan dengan Prancis, Selasa (17/3). Negeri itu menutup perbatasan karena persebaran virus Korona yang belum terkendali (PAU BARRENA / AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

’’Kita sedang perang.’’ Pernyataan itu dilontarkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam siaran televisi Senin (16/3/2020). Prancis tidak sedang berperang melawan negara lain, tapi dengan virus korona yang tak kunjung bisa mereka taklukkan. Macron akhirnya memutuskan bahwa negaranya bakal lockdown alias diisolasi.

Kebijakan baru itu berlaku mulai tengah hari, Selasa (17/3/2020) hingga 15 hari ke depan. Penduduk diminta tidak keluar rumah jika bukan karena urusan penting. Semua toko, restoran, dan sekolah ditutup beberapa hari sebelumnya. Bagi Macron, ini satu-satunya cara. Sebab, penduduk cenderung abai.

’’Bahkan ketika petugas medis memperingatkan tentang gawatnya situasi saat ini, kami masih melihat orang berkumpul di taman dan pasar,’’ terangnya seperti dikutip BBC. Restoran dan bar yang sudah diminta tutup sebelum lockdown juga tetap tak boleh buka.

Baca Juga:  Distributor Diduga Ambil Kesempatan, Pedagang Sulit Dapat Suplai Suplemen

Macron tak mau kecolongan lagi. Karena itu, agar karantina berjalan lancar, pemerintah mengerahkan 100 ribu petugas kepolisian untuk berjaga di penjuru negeri. Covid-19 sudah menjangkiti 7.730 penduduk Prancis dan menewaskan 175 orang. Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner menegaskan, jika ada penduduk yang melanggar aturan, mereka akan didenda hingga EUR 135 atau setara Rp 2,26 juta.

Spanyol juga mengambil kebijakan serupa setelah istri Perdana Menteri Pedro Sanchez, Maria Begona Gomez Fernandez, positif tertular Covid-19. Pasangan tersebut diisolasi di kediaman mereka di La Moncloa Palace, Madrid. Lockdown di Spanyol berlangsung selama dua pekan.

’’Tapi, sepertinya akan lebih dari 15 hari karena periode tersebut tidak akan cukup untuk memenangkan pertempuran melawan virus korona,’’ ujar Menteri Transportasi Jose Luis Abalo. Di negeri itu ada 13.716 orang yang sudah tertular dan 533 orang meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga:  Bontang Dikabarkan Karantina Wilayah, Sekda: Belum, Masih Dirapatkan

Spanyol menggunakan drone untuk memantau lokasi-lokasi yang biasanya digunakan berkumpul oleh penduduk. Jika ada orang yang masih berkeliaran di jalan, drone itu akan memberikan peringatan agar mereka pulang.

Seluruh rumah sakit swasta dan penyedia jasa layanan kesehatan dinasionalisasi agar bisa maksimal melayani penduduk. Mereka juga mengerahkan militer dan menyatakan status darurat.

Hanya dalam hitungan jam setelah isolasi di dua negara tersebut, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan penutupan perbatasan Uni Eropa (UE). Hal itu ditujukan untuk menekan pertambahan kasus. Sebab, saat ini Eropa adalah titik tertinggi penularan virus korona.

’’Kami pikir perjalanan yang tidak penting harus dikurangi sekarang agar tidak menyebarkan virus lebih lanjut,’’ ujar Von der Leyen dalam video konferensi bersama para pemimpin G7 sebagaimana dikutip The Guardian.

Usul itu menunggu persetujuan Dewan Eropa. Jika usul disetujui, orang-orang dari luar UE tidak bisa masuk ke wilayah tersebut selama 30 hari ke depan. Pengecualian berlaku untuk distribusi makanan, obat, keluarga penduduk yang memiliki kewarganegaraan Eropa, petugas medis, serta transportasi penting lainnya. (jpc)

Baca Juga:  Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling
Source: Jawa Pos
Tags: prancisspanyoluni eropavirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Samarinda Positif Korona, Sempat Lakukan Perjalanan ke Bontang

Next Post

Sembilan Aturan ASN Cegah Penyebaran Covid-19, Melanggar Bakal Disanksi

Related Posts

Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen

24 April 2020, 19:30
Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling
Bontang

Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling

24 April 2020, 08:00
Peminat Kapal Tinggi, Armada Bontang Dikurangi
Bontang

Klaster Gowa Dominasi Pasien Covid-19, Penumpang KM Egon Dilacak

24 April 2020, 06:25

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.