• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Stok Berkurang, Harga Telur di Sangatta Terus Meroket

by BontangPost
21 Juli 2018, 11:05
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
NAIK TERUS: Penjual telur sedang melayani pembeli di Pasar Induk Sangatta Utara, Jumat (20/7).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

NAIK TERUS: Penjual telur sedang melayani pembeli di Pasar Induk Sangatta Utara, Jumat (20/7).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Setiap pekan harga telur di Sangatta terus mengalami kenaikan. Hal itu menjadi penyebab berkurangnya pasokan kebutuhan masyarakat di Kutim.

Hal ini sudah terjadi tiga pekan lamanya. Bahkan merata di sejumlah pasar di Sangatta, baik utara maupun selatan. Tidak hanya itu, pedagangpun merasa di pusingkan dengan sulitnya pasokan stok yang masuk dari luar daerah.

Suranti contohnya, salah satu pedagang sembako di Pasar Induk, Jalan Ilham Maulana Sangatta Utara, dirinya mengeluhkan kenaikan ini membuatnya berhenti mengorder dari Sulawesi, pasalnya resiko kerugian sangat besar.

“Barang ini lokal semua, makanya agak mahal. Beda dari Sulawesi, memang murah, cuma banyak busuknya. Ruginya lebih besar, gimana harganya tidak melonjak,” ujarnya saat diwawancara, Jumat (20/7).

Baca Juga:  Soal Jual Beli SK TK2D, BKPP Sebut Hanya Isu 

Di pasar berbeda, yakni Pasar Sangatta Selatan, Nurdin mengeluhkan kenaikan harga yang terus meroket, membuatnya harus mengurangi stok dagangan. Pasalnya, hal itu bergantung pada modal yang dikeluarkannya.

“Harga telur ayam itu naik terus setiap minggu. Parahnya lagi, kalau melonjak tidak nanggung-nanggung. Sampai banyak langganan saya tidak belanja,” keluhnya pada Sangatta Post.

Senada dengan Suranti, ia juga mengambil tindakan yang sama, yakni mengurangi stok  dagangannya. Dia merasa khawatir barang jualannya tidak laku, karena harga yang tinggi.

“Saya kurangi saja stok belanja. Kalau sebelumnya pasti saya beli 40-50 rak. Tapi sekarang hanya 30 rak saja. Takut masyarakat mengurangi tingkat konsumsinya,” tandasnya.

Menurutnya, pembeli telur memang berkurang, hanya beberapa warung makan dan pengusaha olahan makanan saja yang memborong dagangannya. Ia mengatakan, sejumlah penjual telur lainnya banyak yang menutup tokonya sementara waktu, sehingga beberapa pembeli juga menyerbu kiosnya.

Baca Juga:  Manfaat Migas Belum Dirasakan Kutim

“Kalau masyarakat biasa yang beli ya terbilang sedikit. Paling penjual warungan atau pedagang lauk langganan saja yang memborong,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Nurdin memperkirakan lonjakan telur dipicu oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu berdampak pada ongkos transportasi yang mengantar telur dari Jawa sampai di Sangatta.

“Aduh naik terus pokoknya, awalnya berkisar Rp 51 ribu, setelah itu, naik lagi jadi Rp 60 ribu, sekarang sudah Rp. 63 ribu,” paparnya. (*/la)

Tags: Harga TelurSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pasca Penetapan DCS, Warga Bisa Laporkan Caleg 

Next Post

Latihan Keras Pengibar Bendera

Related Posts

Harga Telur Makin Mahal, Tembus Rp 70 Ribu Per Piring
Bontang

Harga Telur Makin Mahal, Tembus Rp 70 Ribu Per Piring

3 April 2023, 14:16
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.