SAMARINDA – Pasokan daging ayam di di sejumlah pasar di Samarinda dalam sepekan terakhir sering tidak menentu. Bahkan tak jarang, stok daging ayam mengalami kekosongan.
Pada pedagang menyebut, kelangkaan ini terjadi, selain karena faktor tingginya permintaan dari masyarakat, juga diakibatkan terbatasnya distribusi daging ayam dari para peternak. Kondisi tersebut berdampak pada tidak stabilnya harga jual daging ayam di pasar. Terutama di Pasar Segiri, Pasar Kedondong, Pasar Pagi, dan beberapa pasar lainnya di Kota Tepian.
Zulkifli, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Pagi mengakui, dirinya cukup kesulitan mendapatkan daging ayam. Hal itu dikarenakan distribusi dari para peternak ayam sangat sedikit. Bahkan nyaris tidak ada.
“Seperti empat hari lalu, daging ayam sempat langka. Penyuplai yang biasanya mengepul daging ayam mengatakan, daging ayam memang lagi kosong di peternakan,” ungkapnya, Senin (4/6) kemarin.
Kelangkaan tersebut membuat para pedagang resah dan bingung. Apalagi daging ayam tiba-tiba kosong. Zulkifli mengaku, akibat terbatasnya stok daging ayam, dirinya bahkan pernah hanya berjualan hanya sampai pukul 08.00 Wita. “Karena stok kurang, pukul 08.00 Wita kami sudah tidak jualan, dagangan sudah habis,” ujar Zulkifli.
Senada Zulkifli, salah seorang penjual daging ayam di Pasar Pagi, Bu Nasir pun mengakui hal yang sama. “Kenaikan harga ayam memang terjadi bahkan sejak tiga bulan lalu. Tapi kalau langkanya baru pekan lalu,” tuturnya.
Terkait itu, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda, Zairin Zain mengatakan, semenjak hari ke lima Ramadan, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah mengimbau agar semua peternak tidak lagi menyimpan daging ayam. Semua harus langsung di sebar ke pasar.
Meski begitu, saat ini harga barang kebutuhan pokok di Pasar Pagi masih aman. Selain itu, harga daging ayam di Pasar Pagi masih normal yaitu di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 65 ribu per ekornya.
“Secara umum dari survei awal Ramadan, tidak ada kenaikan harga. Semua masih standar, dan mudah-mudahan tidak akan ada kenaikan yang signifikan menjelang lebaran nanti,” harapnya. (*/dev)







