“Sudah paripurna, (pelayanan) sudah sesuai protap yang ada. Tetapi memang penyakit yang bersangkutan berat, yakni gagal ginjal,”
I Gusti Made
Plt Direktur RSUD Taman Husada Bontang
BONTANG -RSUD Taman Husada Bontang mengklaim pihaknya sudah menjalankan prosedur sesuai protap atau sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Hal ini terkait viralnya unggahan salah satu pasien BPJS yang mengeluh soal pelayanan RSUD Taman Husada Bontang, hingga menyebabkan kematian.
Plt Direktur RSUD Taman Husada Bontang I Gusti Made mengatakan, pihaknya sudah melayani semua pasien sesuai standarnya. “Sudah paripurna, (pelayanan) sudah sesuai protap yang ada. Tetapi memang penyakit yang bersangkutan berat, yakni gagal ginjal. Dan pasien tersebut tidak datang untuk cuci darah,” jelas dr Gusti saat dikonfirmasi Bontang Post, Kamis (7/6) kemarin.
Kata dia, di unggahan istri pasien dalam akun facebook-nya memang tidak dijelaskan terkait penyakit yang diderita. Sehingga pihak RSUD Bontang mengundang pihak keluarga pasien untuk memberikan klarifikasinya ke masyarakat. “Karena pasien gagal ginjal tidak melakukan cuci darah, sehingga mengakibatkan tinggi orium-nya dan itu penyebab pasien tersebut koma, tetapi terkait ini juga tidak disampaikan di facebook,” terang dia.
Selain itu, jadwal cuci darah yang seharusnya dilaksanakan pada hari Jumat lalu tidak diindahkan oleh pasien. Sehingga ketika sudah fatal, pasien tersebut baru datang ke rumah sakit. “Untuk resminya, saya undang mereka dan mencari ke rumahnya agar melakukan klarifikasi di rumah sakit supaya kabar tersebut tidak simpang siur di media sosial,” ungkapnya.
Dalam alamat yang terdata di RSUD Bontang, pasien bersangkutan beralamat di Jalan Ahmad Yani, Gang Rawa Indah. Namun saat dikunjungi, rumah yang dimaksud ternyata sudah lama dijual. “Jadi sore ini (kemarin, Red.) akan dicari lagi, karena infonya ada yang tahu posisi keluarga pasien tersebut. Mudah-mudahan mereka mau datang ke rumah sakit untuk klarifikasi terkait hal itu,” tukasnya.
Sebelumnya, akun facebook atas nama Dewy Bunga Lestari Selasa (5/6) lalu menuliskan posting-an terkait pelayanan di RSUD Taman Husada. “Ketika apa yang tidak diinginkan pun terjadi. Kematian memang akan menghampiri kita. Tetapi, ketika keadaan seorang pasien sudah dalam keadaan koma, tapi tidak dilayani sebagaimana mestinya, apakah itu yang dinamakan pelayanan terbaik RS. Ini kisah saya, saya yang tidak terima dengan tindakan dari RSUD Bontang. Suami saya koma jam setengah 5 sore, tetapi dibiarkan di kamar pasien dan masuk ke ruangan ICU jam 12 malam. Kalian bisa kan bayangkan betapa lamanya suami saya menahan sakitnya dan suami saya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 01.45 Wita tanpa tindakan apa-apa. Begitukah pelayanan kepada masyarakat yang hanya menggunakan BPJS pemerintah???” tulis Dewy Bunga Lestari di akun facebook-nya dilengkapi foto sang suami. Sontak postingan tersebut menjadi viral dalam beberapa jam. Hingga kemarin malam, unggahan Dewy sudah dibagikan 457 orang. (mga)







