• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Sunyi di 700 Hari, Aksi Diam Kritik Lambatnya Penanganan Kasus Novel Baswedan

by M Zulfikar Akbar
13 Maret 2019, 19:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Wadah Pegawai KPK dan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melakukan aksi diam 700 hari penyerangan Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/3/19). Aksi diam ini menuntut presiden beserta polri untuk menangkap pelaku penyiraman Novel Baswedan agar kepastian hukum dan keadilan bagi korban dapat tercapai. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Wadah Pegawai KPK dan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melakukan aksi diam 700 hari penyerangan Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/3/19). Aksi diam ini menuntut presiden beserta polri untuk menangkap pelaku penyiraman Novel Baswedan agar kepastian hukum dan keadilan bagi korban dapat tercapai. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Tepat 700 hari lalu, selepas subuh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjadi sasaran teror. Orang tidak dikenal menyiramkan air keras kepada pria yang akrab dipanggil Novel itu. Akibatnya, kedua mata novel terluka dan masih harus mendapat penanganan medis. Selama itu pula, berbabgai langkah aparat kepolisian tidak kunjung berbuah hasil. Dalang teror keji tersebut belum juga terungkap.

Lewat Aksi Diam yang dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK Selasa malam (12/3), Wadah Pegawai KPK bersama awak media dan pegiat antikorupsi diam selama 700 detik. Sebelumnya, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo menuturkan bahwa pihaknya sudah berulangkali menyuarakan tuntutan pengungkapan kasus Novel. Melalui berbagai cara dan sarana yang ada. Namun, nyatanya semua itu belum cukup. Siapa penyiram Novel masih misterius.

Baca Juga:  Komisioner Ngeluh, UU KPK Baru Bikin Susah Penyelidikan

”Akhirnya tiba saat ini, akhirnya tiba masanya kami menyuarakan suara kalbu. Kalimat yang hanya bisa terdengar saat diam. Diam adalah bahasa tanpa sandiwara dan kebohongan. Diam adalah bahasa terakhir saat lidah kita semua sudah membeku,” ungkap Yudi. Kalimat itu dilanjutkan dengan Aksi Diam. Sampai 700 detik selesai. Lantas ditutup dengan pembacaan salah karya Wiji Thukul berjudul Sajak Suara.

Melalui Aksi Diam kemarin malam, Wadah Pegawai KPK meminta kejelasan atas penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Permintaan itu didasari lambatnya penanganan kasus tersebut. Jangankan aktor intelektual, pelaku yang begerak di lapangan dan menyiram Novel pun belum diketahui rimbanya. Maka tidak heran, masih banyak pertanyaan dilontarkan terkait penanganan kasus tersebut.

Baca Juga:  OTT KPK di PPU, Satu Pejabat Diperiksa di Polda Kaltim, Ruang Bupati Disegel

Pun demikian dengan tuntutan yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui Aksi Diam kemarin. ”Hari ini 700 hari (pasca) penyerangan Novel Baswedan, kami pegawai KPK menunggu realisasi dari pimpinan negeri ini untuk membongkar kasus penyerangan Novel Baswedan,” ungkap Yudi. Tuntutan itu tidak hanya untuk keadilan terhadap Novel. Melainkan seluruh masyarakat Indonesia.

Wadah Pegawai KPK khawatir, apabila kasus penyerangan terhadap Novel tidak kunjung diungkap, kasus serupa terulang lagi. Itu sangat mungkin terjadi mengingat pelaku yang menyiramkan air keras kepada Novel pun masih bisa berkeliaran bebas meski sudah melakukan aksi yang keji. ”Pelaku masih bebas beraktivitas, merdeka, tanpa adanya efek jera,” sesal Yudi. Itu sekaligus menjadi ironi.

Bagaimana tidak? Di antara kerja keras lembaga antirasuah memberantas korupsi, pelaku teror kepada pegawai dan pimpinan mereka tidak kunjung tertangkap. Maka tidak heran banyak kritik serta nada sumbang ditujukan kepada aparat kepolisian. Selain Aksi Diam, kemarin Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi juga menyampaikan sikap mereka. Shaleh Al Ghifari yang berasal dari LBH Jakarta menyampaikan tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.

Baca Juga:  Kembali Diperiksa KPK, Rita Perlihatkan Foto Emas 

Di antaranya soal pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen. ”Melalui keppres yang terdiri atas para ahli, tokoh, dan praktisi yang kompeten dan independen yang bertanggung jawab langsung kepada presiden,” imbuhnya. Tuntutan itu kembali digaungkan lantaran tim yang ada saat ini dinilai gagal melaksanakan tugas. Sebab, dengan waktu yang sudah diberikan mereka belum juga berhasil mengungkap kasus Novel. (syn/jpg)

Tags: aksi diamKPKnovel baswedan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dewan Bahas Kesiapan Pemanfaatan Bendungan Marang Kayu

Next Post

Adu Program Tema Dasar Kesra Menuju Debat Cawapres (1): KIP Kuliah vs Kesejahteraan Guru Honorer

Related Posts

Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Kaltim

KPK Temukan Anomali APBD Kaltim, Pokir DPRD Lintas Dapil Jadi Sorotan

27 September 2026, 20:59
KPK Ungkap Mayoritas Koruptor dari Kader Parpol, Soroti Lemahnya Kaderisasi Politik
Nasional

KPK Ungkap Mayoritas Koruptor dari Kader Parpol, Soroti Lemahnya Kaderisasi Politik

2 Mei 2026, 13:29
KPK Resmi Tahan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
Kriminal

KPK Resmi Tahan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

20 Februari 2025, 19:53
Anak Terlibat Penganiayaan Dokter Koas, KPK Mulai Analisis Kekayaan Dedy Mandarsyah
Nasional

Anak Terlibat Penganiayaan Dokter Koas, KPK Mulai Analisis Kekayaan Dedy Mandarsyah

16 Desember 2024, 08:00
DPR Tetapkan Pimpinan dan Dewas KPK, Ada Mantan Ketua PN Balikpapan hingga Hakim serta Jaksa yang Tangani Kasus Korupsi Mantan Gubernur Kaltim
Nasional

DPR Tetapkan Pimpinan dan Dewas KPK, Ada Mantan Ketua PN Balikpapan hingga Hakim serta Jaksa yang Tangani Kasus Korupsi Mantan Gubernur Kaltim

22 November 2024, 10:30
KPK Periksa 10 Proyek Strategis di Samarinda, Mulai Pembangunan Pasar hingga Pengendalian Banjir
Kaltim

KPK Periksa 10 Proyek Strategis di Samarinda, Mulai Pembangunan Pasar hingga Pengendalian Banjir

4 Oktober 2024, 16:00

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.