• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Survei LSI Denny JA, Empat Kandidat Berselisih Tipis

by BontangPost
21 Juni 2018, 11:31
in Breaking News
Reading Time: 4 mins read
0
KONFERENSI PERS: Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memaparkan hasil survei keempat pasangan calon (paslon) Pilgub Kaltim di Hotel Aston Samarinda, Jalan Pangeran Hidayatullah, Rabu (20/6) kemarin.(DEVI/METRO SAMARINDA)

KONFERENSI PERS: Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memaparkan hasil survei keempat pasangan calon (paslon) Pilgub Kaltim di Hotel Aston Samarinda, Jalan Pangeran Hidayatullah, Rabu (20/6) kemarin.(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Menyusul survei dari Lembaga Strategis Indonesia (LSI) yang menimbulkan polemik, survei lain terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 juga dirilis. Yaitu dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Hasilnya, masing-masing pasangan calon (paslon) bersaing ketat dan hanya berselisih sekian persen suara.

Peneliti bagian strategi LSI Denny JA, Fadhli Fakhri Fauzan mengatakan, perbedaan hasil survei dari masing-masing paslon hanya beberapa persen. Sehingga, siapapun calon yang diunggulkan dalam survei tersebut, pasangan yang lainnya pun masih memiliki peluang untuk menang.

Dari data survei yang diperoleh, Fadhli menjelaskan, pasangan Rusmadi-Safaruddin (RASA) unggul dengan hasil survei sebanyak 24,5 persen. Diikuti pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi (Isran-Hadi) 22,3 persen, pasangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian (JADI) dengan perolehan 20, 7 persen, dan Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi (ANNUR) dengan hasil survei sebanyak 20,7 persen.

Sementara untuk sisa suaranya masih rahasia atau belum memutuskan. “Ini kan hasil yang tipis,” sebut Fadhli.

Sehingga ia dapat menyimpulkan bahwa masing-masing paslon masih memiliki peluang untuk menang. Namun, dia juga mengatakan di sisa waktu yang hanya tinggal beberapa hari sebelum pemungutan suara, akan sulit bagi masing-masing pasangan untuk mengubah hasil survei tersebut. “Kecuali, dikarenakan money politik atau tsunami politik,”ujarnya.

Sehingga, dalam waktu yang tersisa sebelum pilgub ini, Fadhli yakin masing-masing paslon akan lebih gencar meningkatkan pergerakan politiknya. Termasuk bagaimana di hari pemilihan nanti memastikan para pemilih dan pendukung mereka  datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos. “Tinggal bagaimana masing-masing paslon membuat strategi,” tutur dia.

Lebih lanjut, Fadhli juga berpesan kepada seluruh masyarakat bahwa siapapun yang nanti terpilih menjadi gubernur Kaltim semoga merupakan pilihan terbaik. Karena keempat paslon adalah perwakilan tokoh Kaltim terbaik yang dipilih masyarakat. “Semoga pilgub berjalan lancar, menghasilkan pemimpin yang kita harapkan bersama. Membawa Kaltim lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga:  ANNUR “Cekcok” dengan Panwaslu

PASLON RASA UNGGUL

LSI DENNY JA mengklaim telah menyurvei 10 kabupaten/kota dengan memilih 600 orang responden. Survei dilaksanakan pada 2-8 Juni 2018 dengan menggunakan metode multistage ramdom sampling. Dalam survei ini, pasangan RASA tampak unggul.

“Kami menurunkan puluhan surveyor untuk melakukan  wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner. Kemudian survei ini memiliki margin of error lebih kurang 4,1 persen,” ungkap Fadhli.

Dia menjelaskan, posisi paslon dalam survei tersebut menempatkan paslon Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi (AN NUR) di angka 20,7 persen dan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (JADI) sebanyak 20,9 persen. Kemudian Isran Noor-Hadi Mulyadi sebanyak 22,3 persen dan paslon RASA sebanyak 24,5 persen.

“Sedangkan yang belum memilih atau belum menyatakan pendapat sebanyak 11,6 persen. Selisih antara Isran-Hadi dan paslon RASA hanya 2,2 persen. Sangat tipis. Tetapi bukan berarti dapat dengan mudah dikejar. Apalagi sekarang tinggal beberapa lagi akan diadakan pemilihan,” ujarnya.

Ada beberapa alasan yang mendasari paslon RASA unggul. Salah satunya responden menilai paslon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) Perjuangan dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu dapat menyelesaikan masalah di Benua Etam.

Dari kriteria tersebut, didapatkan angka AN NUR mendapat 38,8 persen dan JADI sebanyak 36,7 persen. Kemudian Isran-Hadi mendapat 35,8 persen dan RASA mendapat 41,5 persen.

“Selain itu, responden juga menilai kepribadian paslon RASA lebih baik. Terbukti angkanya mencapai 53,0 persen. Sedangkan AN NUR hanya 45,6 persen, JADI sebanyak 44,9 persen, dan Isran-Hadi 47,6 persen,” bebernya.

Keunggulan lainnya yakni responden menilai paslon RASA paling berkomitmen dan jujur. Jika dikuantifikasi, angka yang didapatkan paslon tersebut sebanyak 40,6 persen. Jauh dibanding paslon nomor urut 1 yang hanya mendapat 35,1 persen, nomor urut 2 sebanyak 33,7 persen, dan nomor urut 3 sebanyak 35,1 persen.

Baca Juga:  Didukung Wali Kota, Yakin Bisa Jadi Wakil Rakyat di Karang Paci

“Alasan terakhir, paslon RASA dinilai memiliki program yang mampu mengena pada kebutuhan masyarakat. Angka penilaiannya mencapai 43,3 persen. Sedangkan AN NUR 41,8 persen, JADI sebanyak 39,4 persen, dan Isran-Hadi sebanyak 41,0 persen,” ungkapnya.

Fadhli mengaku, LSI DENNY JA telah melakukan survei dalam rentang waktu Februari, April, dan Juni. Pada Februari, paslon RASA hanya memiliki tren positif sebanyak 17,1 persen. “Kemudian pada April meningkat menjadi 23,7 persen dan Juni meningkat lagi di angka 24,5 persen. Peningkatan ini trennya positif sebanyak 0,8 persen,” ucapnya.

Pada Februari, paslon AN NUR mendapat angka 14,5 persen, April 20,1 persen, dan Juni sebanyak 20,7 persen. Meski peningkatannya tidak terlalu signifikan pada dua bulan terakhir, paslon tersebut memiliki tren positif 0,6 persen.

Berbeda dengan paslon JADI yang angka tren elektabilitasnya terus tergerus selama empat bulan terakhir. Di bulan April, paslon tersebut mendapat tren 26,1 persen. Kemudian di April meningkat 22,8 persen dan turun di angka 20,9 persen pada bulan Juni. Sehingga paslon ini mendapat tren negatif dengan mines 0,9 persen.

Sedangkan Isran-Hadi mengalami peningkatan dibandingkan pada awal survei. Di Februari angkanya sebanyak 18,2 persen, April sebanyak 26,3 persen, dan Juni sebanyak 22,3 persen. “Tren elektabilitas paslon Isran-Hadi ini negatif 2,0 persen. Sehingga hanya paslon RASA dan paslon AN NUR yang memiliki tren peningkatan yang positif,” ujarnya.

Dia menyimpulkan, tersisa sepekan menjelang pemilihan pada 27 Juni mendatang, paslon RASA akan menuai kemenangan. Namun dengan syarat, tidak terjadi “tsunami politik” dan serangan fajar melalui politik uang (money politic).

“Maksud tsunami politik itu terjadi penangkapan orang-orang dekat paslon seperti keluarga paslon ditangkap karena kasus seksual, korupsi, dan narkoba. Kemudian money politic juga bisa mempengaruhi kemenangan, jika itu dilakukan secara masif,” tutupnya.

Baca Juga:  Pansus MYC Dibentuk Pekan Depan?

Ketua Tim Pemenangan Paslon AN NUR, Husni Fahruddin menanggapi positif hasil survei tersebut. Pasalnya, hasil survei LSI Denny JA dapat dijadikan referensi untuk lebih meningkatkan intensitas kampanye dan pendekatan pada masyarakat.

“Kami menanggapi positif saja hasil survei yang dilakukan oleh paslon lain. Itu bagus saja. Ketika dipublikasi, dapat memberikan evaluasi bagi tim kami untuk melakukan upaya yang lebih keras lagi,” katanya.

Dari penilaiannya, terdapat perbedaan hasil survei yang dirilis LSI dan LSI Denny JA. Namun persamaannya yakni setiap lembaga survei belum sepenuhnya dapat memastikan pemenang Pilgub Kaltim 2018.

“Karena margin error-nya sangat tinggi. Sehingga semua paslon berpeluang untuk memenangkan pemilu. Karena itu, kami ambil manfaat saja dari hasil survei paslon lain itu,” terangnya.

Dia menegaskan, paslon AN NUR memiliki tim survei yang telah dirilis di internal tim sukses dan paslon. Hasil survei tersebut tidak dipublikasi. Hanya dijadikan bahan penyusunan strategi pemenangan di internal tim.

“Karena hasil survei itu ada beberapa keuntungannya. Kalau dipublikasi dapat menggiring opini publik. Jadi hasil survei itu untuk bahan evaluasi internal saja. Kalau kami publikasi, publik sekarang sudah pintar. Mereka tahu bahwa hasil survei itu tidak mempengaruhi pemilih untuk menentukan pilihan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon JADI, Rusman Yaqub tidak menjawab ketika media ini menghubunginya. Sedangkan anggota tim JADI lainnya, Syafruddin tidak dapat menanggapi hasil survei tersebut. “Saya harus bicara dengan ketua tim dulu,” ujarnya.

Begitu pula dengan tim pemenangan Isran-Hadi, Masykur Sarmian. Ketika dihubungi media ini, anggota DPRD Kaltim itu tidak menggubrisnya. Kemudian Ketua Tim Pemenangan Paslon RASA, Ananda Emira Moeis juga tidak menjawab ketika Metro Samarinda menghubunginya. (*/um/*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarindapilgub kaltim 2018Survei LSI
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tak Terdaftar, Bawaslu Bakal Panggil LSI 

Next Post

Sempat Minim, Harga Kebutuhan Pokok Aman

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.