• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tak Mau Kaltim Bernasib seperti Aceh

by BontangPost
7 September 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Rencana pemasangan pipa gas sepanjang 340 kilometer (km) yang akan dilakukan PT Bakrie and Brothers mendapat penolakan dari Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. Terdapat beberapa alasan dari Awang menolak rencana tersebut. Salah satunya pipanisasi gas disebut akan merugikan masyarakat Kaltim.

Menurut dia, pemasangan pipa gas yang akan memakan investasi USD 500 juta itu akan membawa banyak dapat negatif bagi daerah. Antara lain gas akan diangkut ke Pulau Jawa, sehingga akan menciptakan kelangkaan gas di Kaltim.

“Gas kita akan keluar lebih cepat. Cepat habisnya, cepat deadline-nya, dan cepat pemiskinan kepada daerah,” tegas Awang Faroek, Kamis (6/9) kemarin.

Kata dia, pengangkutan gas menggunakan pipa justru akan mempercepat eksploitasi gas di Benua Etam. Otomatis gas yang diangkut tidak digunakan masyarakat Kaltim. Melainkan akan diangkut dan digunakan di luar daerah.

“Saya ngeri dengan pembangunan pipa ini. Kita akan persis sama dengan Lhokseumawe Aceh yang akhirnya jadi kota mati. Dulu bisa dicontoh. Tetapi sekarang tidak ada lagi yang bisa dicontoh dari Lhokseumawe. Karena semuanya sudah tutup,” ungkapnya.

Baca Juga:  Diprediksi Meningkat, Gandeng 10 Bank Buka Spot Pelayanan 

Cara demikian, lanjut Awang, hanya akan merugikan Kaltim. Padahal provinsi ini masih membutuhkan banyak pasokan gas. Baik untuk kepentingan rumah tangga maupun gas di sejumlah industri yang beroperasi di Kaltim.

Selain itu, mantan Bupati Kutai Timur itu berpendapat, beragam kawasan industri strategis yang telah dibangun di Kaltim masih membutuhkan dukungan pasokan gas dalam jumlah besar.

“Kecuali kalau mereka ingin menyukseskan KEK Maloy, Kawasan Industri Buluminung, kerja sama dengan Rusia, kemudian kawasan Kariangau. Boleh saja. Tapi kalau sampai dibawa ke Jawa, habis kita,” ucapnya.

Awang Faroek menegaskan, sejatinya Kaltim lewat beberapa blok minyak seperti Blok Mahakam dan Blok Sangasanga, menyimpan potensi gas yang sangat besar. Namun belum sepenuhnya dapat mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

“Kita kaya dengan gas. Tetapi baru satu PLTG yang bisa dibangun. PLTG di Senipa. Padahal kita perlu membangun PLTG lain. Semuanya memerlukan gas,” katanya.

Pun demikian, Awang Faroek khawatir dana yang digunakan untuk investasi pemasangan pipa menggunakan dana asing. Dengan mengajak pihak asing, sama saja memberikan kemudahan bagi investor luar negeri untuk mengeruk gas di Kaltim.

Baca Juga:  Koalisi Kekuasaan dan Ideologis 

“Saya yakin ini pasti ada rencana jangka panjang yang telah diatur pihak luar negeri untuk memanfaatkan dan mengambil gas di Kaltim. Sebab Blok Mahakam, Blok Sangasanga, dan semuanya masih berpotensi menghasilkan gas,” terangnya.

Awang Faroek menjelaskan, dirinya belum pernah mendapat laporan dari pemerintah pusat terkait rencana tersebut. Bahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan belum pernah menyampaikan rencana pemasangan pipa gas oleh PT Bakrie dan Brothers tersebut.

Terakhir di Penajam Paser Utara (PPU), Awang Faroek bersama Jonan pernah duduk satu meja. Keduanya membicarakan pemenuhan gas rumah tangga di Samarinda, Bontang, Tenggarong, dan Tarakan.

Namun  Jonan tidak menyinggung rencana pipanisasi gas di Kaltim. Karena itu Awang mengaku heran dengan adanya proyek yang mendapat kesepakatan dari Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) itu. “Sekarang BPH Migas yang mengizinkan pembangunan pipa. BPH Migas ini saya belum tanya lagi. BPH Migas ini kan enggak jelas,” ucapnya.

Sejatinya rencana pembangunan pipa tersebut telah diembuskan sejak era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu, Awang konsisten menolak proyek tersebut. “Waktu itu saya sendiri yang menyampaikan pada DPR RI dan Pak SBY. Dan beliau menyatakan setuju dengan pendapat saya,” katanya.

Baca Juga:  Sawit Penyumbang Ketiga PDRB Kaltim 

Namun demikian, Gubernur Kaltim dua periode itu akan membahas secara terbuka rencana tersebut. Dia akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh masyarakat, PT Bakrie and Brothers, serta DPRD.

“Secepatnya akan kami laksanakan. Kalau bisa Bagian Humas segera laksanakan FGD. Adakan secepatnya dalam satu atau dua hari ini,” imbuhnya.

Diketahui, PT Bakrie and Brothers telah ditunjuk untuk memasang pipa gas sepanjang 340 km. Pipa tersebut akan melintasi Bontang, Kukar, PPU, Balikpapan, dan Paser.

Pipa tersebut dipasang untuk mengalirkan gas yang dieksploitasi oleh perusahaan di Kaltim. PT Bakrie hanya memasang pipa yang nantinya akan digunakan untuk mengalirkan gas yang dimiliki perusahaan.

Sedianya, proyek tersebut akan dimulai tahun ini. Diperkirakan, pemasangan pipa akan memakan waktu hingga empat tahun ke depan. Pasalnya proyek itu membutuhkan lahan dan perizinan dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Isran-Hadi Dilantik September? 

Next Post

Popprov Kaltim Mundur Dua Pekan

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.