HASIL menarik terjadi pada hari pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Di tempat pemungutan suara (TPS) yang menjadi lokasi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim nomor urut 1, Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi (ANNUR) gagal menjadi teratas. Padahal, Sofyan tak lain adalah suami dari Neni.
Rabu (27/8) kemarin, Neni mencoblos di TPS 05 Kelurahan Bontang Baru. Di TPS ini jumlah suara yang diperoleh ANNUR sebanyak 86 suara. Berselisih empat suara dari paslon nomor urut 3, Isran Noor-Hadi Mulyadi yang meraih 90 suara. Dengan perolehan itu, Isran-Hadi berada di peringkat pertama hasil penghitungan suara TPS 05 Bontang Baru.
Berada di peringkat kedua, ANNUR unggul atas paslon nomor urut 4, Rusmadi-Safaruddin (RASA) yang meraih 41 suara. Sementara juru kunci TPS tersebut dihuni paslon nomor urut 2, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (JADI) yang hanya mendapatkan 15 suara. Dari 241 pemilih yang hadir di TPS itu, 232 suara dinyatakan sah.
Angka golput alias pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya turut mewarnai TPS Neni. Dari 435 warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang memberikan suaranya hanya 241. Artinya tingkat partisipasi pemilih hanya sekira 55 persen.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 05, Rahmat Kambali, mengatakan masih warga di wilayah sekitar yang sudah pindah tetapi datanya belum diperbarui. Selain itu, saat ini masih merupakan libur anak sekolah dan guru. Sehingga banyak masyarakat yang belum kembali ke Bontang dari mudik ke kampung halamannya.
“Saat pendistribusian C6 sebelum hari pemungutan suara persentasenya mencapai 70 persen, tetapi tingkat partisipasinya hanya 55 persen,” terang Rahmat. Dia menyebut, usai perhitungan sementara di TPS, surat suara akan dikumpulkan di kelurahan untuk kemudian diserahkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang telah siaga di setiap kecamatan.
Dalam memberikan suaranya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni tiba di TPS 05 Bontang Baru sekira pukul 09.10 Wita. Neni didampingi suaminya Andi Sofyan Hasdam beserta anak dan menantunya mengimbau masyarakat Bontang dan Kaltim untuk menyalurkan hak suaranya.
“Meskipun hari ini (kemarin, Red.) hujan, jangan menyurutkan semangat untuk memberikan hak suara. Karena ini sangat menentukan masyarakat Kaltim lima tahun ke depan,” ujar Neni. “Apapun hasilnya, kami serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Mudah-mudahan Kaltim mempunyai pemimpin yang terbaik,” sambungnya.
Berbeda dengan Neni, Sofyan Hasdam menyatakan dirinya tidak memberikan hak suaranya dalam pemungutan suara kemarin. Hal ini dikarenakan dia masih ber-KTP di Jakarta.
“Saya kebetulan KTP Jakarta, makanya tidak nyoblos. Saya juga lebih memilih di Bontang, meskipun alamat saya di Samarinda. Tetapi kalau di sana nanti dikira nyoblos, jadi lari ke Bontang,” ujar Sofyan.
Mantan Wali Kota Bontang dua periode ini turut memberikan pujian dalam pelaksanaan Pilgub Kaltim tahun ini. Menurut dia penyelenggaraan demokrasi tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Terbukti dari netralitas ASN yang jauh lebih tinggi, walaupun masih ada suara keberpihakan. Selain itu sistem pemilihan yang digunakan juga disebutnya sudah baik.
“Kemarin, saya diberi informasi oleh panwas bahwa C6 (form undangan, Red.) yang tidak terdistribusi, dikembalikan dengan baik. Juga proses di TPS, pemanggilan DPT tidak hanya nomor tetapi juga dengan namanya,” terang dia.
Hal tersebut tentu salah satu cara agar saksi tahu bahwa benar orang tersebut pemilik C6. Memang kualitas pemilu tahun ini, diakui Sofyan mencatakan partisipasi pemilih rendah. Mengingat masih banyak penduduk yang berada di kampung halaman dan cuaca hujan di hari Rabu (27/6) kemarin.
Sofyan sendiri mengaku memiliki keyakinan dapat memenangkan pilgub. Apalagi pada malam sebelumnya dia bermimpi naik ke puncak gunung dan berhasil. “Insyaallah,” tandasnya. (mga)







