SANGATTA – Ditengah kondisi cuaca yang ektrim, sebanyak 12 penerjun yang berasal dari Batalion Intai Amfibi (Taifib) Marinir Angkatan Laut, Kamis (12/10) kemarin tetap berhasil unjuk kebolehan. Meskipun begitu, kondisi langit yang berawan dan angin kencang sempat menjadi tantangan. Namun, dengan segudang pengalaman yang dimiliki, para penerjun terbaik yang dimiliki TNI AL itu tetap berhasil memukau seluruh peserta upacara.
Sejak lepas landas dari bandara Tanjung Bara PT Kaltim Prima Coal (KPC) pukul 11.00 Wita, pesawat jenis Cassa U-615 milik Skuadron Udara 600 TNI AL terbang diatas ketinggian 10 ribu kaki dengan membawa 12 penerjun.
Para penerjun pun dibagi menjadi dua kelompok terjun dengan membawa bendera merah putih, bendera korps marinir, bendera PT KPC, dan Poster ucapan Hut Kutim ke 18 bergambar wajah bupati Ismundandar dan Wakil Kasmidi Bulang.
Kopda Marinir Faisal salah seorang anggota penerjun mengakui, kondisi cuaca memang sangat berbeda dengan dua hari sebelumnya. Karena, selain awan hitam dan angin kencang juga mempengaruhi penerjun dalam mengendalikan parasut.
“Tapi semua sudah kami antisipasi saat latihan. Jadi bagaimanapun kondisinya, sudah dalam perencanaan yang matang,” sebut Faisal.
Sementara itu, Komandan Batalion Intai Amfibi 1 Marinir Mayor Marinir Alim Firdaus mengaku bangga bisa ikut serta memeriahkan Hut Kutim yang ke 18. Walaupun cuaca saat penerjunan cukup ekstrim.
“Selain persiapan matang, pengalaman pasukan yang diturunkan sudah mumpuni. Karena sudah melakukan penerjunan lebih dari seribu kali,” ujar Alim.
Dia mengatakan, keikut sertaan Batalion Intai Amfibi 1 Marinir AL Surabaya dalam perayaan Hut Kutim tahun ini, karena undangan khusus dari bupati Kutim Ismunandar. Pihaknya pun, menaruh harapan kedepan Kutim bisa lebih maju dan sejahtera. (aj)







