Dimulai Tahun Depan
SANGATTA – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Irawansyah menyakinkan meski tahun depan Kutim mengalami defisit Rp 700 miliar, namun dipastikan sejumlah program kerja dan pembangunan tetap berjalan. Hanya saja, mungkin porsinya akan mengalami penurunan.
“Kalau program yang sudah disusun pasti tetap berjalan. Seperti proyek multiyears, dan sejumlah program lainnya. Karena memang sudah menjadi skala prioritas,” ujar Irawansyah.
Namun demikian, kata dia, rasionalisasi program kerja tetap harus dilakukan. Sejumlah program yang diturunkan kepada masing-masing OPD akan mengalami pengurangan nilai dari jatah anggaran Rp 1 milyar untuk program kerja.
“Nanti dirasionalisasi sekitar 30 persen. Jadi otomatis yang tersisa hanya Rp 700 juta. Karena, langkah ini untuk menutupi kekurangan anggaran, serta membayar beberapa pengeluaran,” jelasnya.
Irawansyah berharap, dengan adanya pemangkasan anggaran tersebut, kinerja dari tetap maksimal. Karena, defisit yang kembali dialami Pemkab Kutim tahun ini memang akibat adanya pemangkasan dari anggaran pusat.
“Mau kami bisa ditingkatkan lagi dari tahun sebelumnya. Tapi, kondisi keuangan tidak mendukung. Jadi, kami harap semua bisa maklum. Apalagi kondisi ini terjadi merata di semua daerah,” tutup Irawansyah.
Sebelumnya, Pemkab Kutim benar-benar harus mengencangkan ‘ikat pinggang’ terkait penggunaan anggaran. Pasalnya, defisit yang dialami tahun ini benar-benar terjadi. Bahkan nilainya mencapai Rp 700 milyar lebih. (aj)







