• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Tambang Emas Ilegal Longsor, Dua Orang Tertimbun

by Redaksi Bontang Post
13 Januari 2023, 08:33
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Aktivitas tambang emas ilegal kembali memakan korban jiwa. Di lokasi tambang emas Mewet KM 15 PT Intraca Desa Tenggiling, Sekatak, sekira pukul 16.30, pada Senin (9/1) lalu, dua orang meninggal dunia.

Kedua orang yang meninggal dunia, yakni Rahmat yang merupakan masyarakat pekerja dan Kelvin Hari Wijaya Aditya anggota Denpom IV/Bulungan berpangkat Pratu. Saat itu telah terjadi longsor lubang galian manual penambang emas ilegal, yang menimpa dua korban.

Ruslan yang merupakan salah seorang saksi mengungkapkan, awal mula kejadian pada Senin (9/1) sekira 11.00, korban Kelvin beserta temannya Ismail yang merupakan anggota TNI AD datang ke lokasi lubang tambang emas milik Sidin. Kemudian sekitar pukul 15.30, saksi yang berusia 50 tahun itu melihat kedua korban masuk ke dalam lubang milik Sidin.

Hingga sekitar pukul 16.30, pada saat saksi sedang menjaga material yang akan naik dari lubang tambang emas miliknya. Saksi diberitahu oleh temannya yakni Awar, yang merupakan rekan kerjanya, bahwa lubang di sebelah milik Sidin runtuh.

“Lubangnya itu kedalaman sekitar 20 meter. Setelah diberitahu terdapat 2 orang yang tertimbun di lubang, saya dan teman-teman membantu korban yang tertimbun agar bisa diselamatkan. Karena saat kejadian, korban Kelvin masih dalam keadaan selamat dan untuk Rahmat diketahui meninggal dunia,” terangnya, Rabu (11/1).

Baca Juga:  Soal Dugaan 21 IUP Palsu, Polisi Bakal Periksa Dinas Terkait

Saat dievakuasi posisi korban Rahmat sudah meninggal dunia di dalam lubang, dengan keadaan telungkup tertimbun tanah. Sementara korban Kelvin dalam keadaan tertimbun setengah badan. Antara lubang milik saksi dan lubang yang runtuh berjarak kurang lebih 4 meter.

Keterangan saksi lainnya, Sulaiman (48) mengatakan, korban Kelvin sempat memaksa untuk masuk ke dalam lubang yang diketahui belum dipasang pondasi. Korban Rahmat yang akan turun ke dalam lubang, juga dilarang oleh teman-temannya. Karena di dalam lubang tersebut belum dipasang pondasi. “Kami masih menunggu kayu. Namun kedua korban tetap memaksa masuk ke dalam lubang tersebut,” singkatnya.

Saksi ketiga, Ramli (32) menjelaskan, bersama rekan kerja sebanyak 7 orang menggali lubang dari lubang milik saksi bekerja menuju lubang yang runtuh di kedalaman sekitar 20 meter. Kemudian menggali lubang kembali berjarak 4 meter, untuk mengevakuasi korban yang tertimbun. Korban Rahmat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi duduk bersandar di dinding lubang.

Baca Juga:  Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Jalan Poros Bontang, Jatam; Polisi Bisa Bertindak meski Tanpa Laporan

“Korban Kelvin bersebelahan dengan Rahmat dalam posisi badan tertanam di dalam tanah. Tapi, korban satunya ini masih dalam keadaan hidup dan sempat memanggil nama saksi untuk meminta pertolongan,” jelasnya.

Sekitar pukul 22.00, korban Rahmat yang meninggal dunia sudah siap untuk dievakuasi dengan cara mengikat badannya menggunakan tali. Namun kaki Rahmat masih tertanam di dalam tanah, sehingga menyulitkan evakuasi. Kemudian tiba-tiba tanah di lokasi lubang tersebut runtuh.

“Saya bersama rekan-rekan menyelamatkan diri ke atas, karena tanah semakin runtuh. Korban Rahmat dan Kelvin kembali tertimbun tanah yang runtuh tersebut,” tuturnya.

Evakuasi terhadap kedua korban pun dilakukan hingga Selasa (10/1). Korban Kelvin berhasil dievakuasi pada pukul 01.00 dini hari, Rabu (11/1) dan langsung dibawa ke Puskesmas Sekatak. Dalam perjalanan menuju Puskesmas, korban masih bertahan. Namun, nyawa korban tak tertolong setibanya di Puskesmas Sekatak, sekira pukul 03.30.

Sementara itu, Camat Sekatak Ahmad Safri membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, ada dua orang yang tertimbun. Dua orang itu bukan warga Sekatak, merupakan pendatang.

“Korban Rahmat dimakamkan di Sekatak. Satu korban lain yang merupakan anggota TNI AD dibawa ke Tarakan, untuk diterbangkan ke Palembang kampung halaman korban. Itu infonya anggota TNI di Denpom IV/3 Bulungan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dugaan Pemalsuan Puluhan IUP, Polda Belum Terima Laporan

Kondisi di lokasi saat ini berangsur-angsur sepi. Apalagi, pimpinan dari korban juga mendatangi lokasi kejadian. Kegiatan pertambangan sudah berjalan hampir setahun. Kejadian longsor lubang tambang, berada di lokasi baru di Desa Tenggiling, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

“Saat kejadian cuaca hujan deras, sehingga terjadi longsor. Memang sudah dilakukan evaluasi. Kedua korban meninggal dunia. Korban Rahmat meninggal dalam lubang dan satunya lagi diketahui meninggal saat berada di Puskesmas Sekatak karena baru dievakuasi,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi media ini, Komandan Denpom IV/3 Bulungan tidak berada di kantor. Kemudian Komandan Korem 092/Maharajalila juga tidak menjawab konfirmasi dari awak media. Namun melalui pesan singkat, Kepala Penerangan Korem 092/Maharajalila Mayor Andi Nasharuddin membenarkan kejadian tersebut. Meski tidak secara langsung menyebutkan ada anggota TNI AD yang tertimbun dalam lubang tambang emas ilegal. Namun dia memastikan proses evakuasi sudah dilakukan.

“Kasus itu diambil alih langsung oleh Pomdam VI/Mulawarman. Korem 092/Maharajalila hanya membantu proses evakuasi,” singkatnya. (fai/uno)

Tags: Tambang Ilegal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemancing yang Ditemukan Meninggal Teridentifikasi Warga Sangatta

Next Post

Pemkot Bontang Gelontorkan Rp 8,5 Miliar untuk Bangun Ruang Kelas Baru SMP Negeri 2

Related Posts

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare
Kaltim

Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare

30 Maret 2026, 10:00
Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak
Kaltim

Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak

28 Maret 2026, 11:32
Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan
Kaltim

Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan

17 Maret 2026, 08:16
KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar
Kaltim

KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar

13 Maret 2026, 11:00
Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin
Kaltim

Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin

10 Maret 2026, 14:35

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dibutuhkan 21 Pipe Fitter untuk Pabrik 5 Pupuk Kaltim, Cek Syaratnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.