• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Tapal Batas Bontang Kutim Sudah Jelas, Dasarnya UU Tidak Usah Diperdebatkan 

by BontangPost
20 Juli 2017, 12:07
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Wabup Kasmidi Bulang(dok)

Wabup Kasmidi Bulang(dok)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang menegaskan, tidak ada permasalahan terkait tapal batas antara wilayahnya dengan Bontang. Karena Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang pemekaran empat wilayah termasuk Kutim dan Bontang sudah mengatur jelas mengenai tapal batas. Sehingga, polemik yang muncul seharusnya tidak perlu diperdebatkan lagi.

“Sebenarnya tapal batasnya sudah jelas. Karena dasarnya undang-undang. Tinggal terserah masyarakat mau tinggal di Bontang silahkan. Begitu juga sebaliknya. Kalau Bontang mau yah ubah undang-undang dulu,” kata Wabup Kasmidi.

Menurut dia, untuk Desa Marthadinata sudah menjadi kewajiban Pemkab Kutim untuk membangun wilayah yang hanya dibatasi oleh jalan milik perusahaan tersebut. Begitu juga soal pengurusan administrasi masyarakat, selama masuk dalam batas wilayah Desa Martadinata, maka wajib mengurus ke Kutim.

Baca Juga:  Pemerintah Bentuk Tim Sangkulirang Rock Arts 

“Kalau menerima (Masyarakat yang mengurus administrasi ke Bontang, Red.), berarti Bontang dong yang salah. Karena secara administrasi harusnya wajib mengurus dimana dia tinggal. Kami juga tidak melarang orang Bontang tinggal di Kutim. Tapi, jika berkaitan soal administrasi, tetap harus Kutim yang mengeluarkan,” tegasnya.

Kasmidi juga menambahkan, hal serupa juga berlaku dengan daerah lain yang berbatasan dengan Kutim, seperti Berau dan Kutai Kartanegara (Kukar). Karena sepanjang sudah ada dasar aturan, baik itu berupa undang-undang maupun peraturan menteri, maka semua pihak wajib menaatinya.

“Sepanjang sudah keluar aturannya, maka kita harus jalankan,” ujar Kasmidi.

Seperti diketahui, sebagian masyarakat yang tinggal di tujuh RT di Dusun Sidrap masih bersikeras agar wilayahnya masuk sebagai bagian dari Kota Bontang. Pasalnya, letak wilayah yang lebih dekat dengan kota taman tersebut.

Baca Juga:  Dinkes Dapat Kucuran Rp 12 Miliar 

Namun, Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 Tentang Pemekaran Wilayah Provinsi dan Kabupaten mengisyarat Dusun Sidrap masuk dalam wilayah administrasi Desa Marthadinata Kecamatan Teluk Pandan Kutai Timur (Kutim). Berbagai upaya pun sudah dilakukan Pemkab Kutim, salah satunya membuka dialog dengan masyarakat. (aj)

Tags: Bontang-KutimSangatta Posttapal batas
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemilik Tak Mau Bayar Pajak, Tiga Reklame Dibongkar Dispenda

Next Post

Pembangunan Bandara Tunggu Sertifikasi Lahan 

Related Posts

Gugatan Tapal Batas Sidrap Sudah Terdaftar di MA
Bontang

Warga Sidrap Surati Kemendagri, Minta Evaluasi Tapal Batas Bontang-Kutim

6 Agustus 2026, 09:00
Gugatan Tapal Batas Sidrap Sudah Terdaftar di MA
Bontang

Pemkab Kutim Bakal Bersurat ke Bontang, Minta Setop Layani Warga Sidrap

3 November 2025, 08:00
Sah Secara Hukum, Wawali Bontang Sebut RT di Sidrap Tak Bisa Dicabut Begitu Saja
Bontang

Agus Haris Ingatkan Kutim Tak Intimidasi Warga Soal Administrasi Kependudukan

7 Oktober 2025, 13:30
Sah Secara Hukum, Wawali Bontang Sebut RT di Sidrap Tak Bisa Dicabut Begitu Saja
Bontang

Sah Secara Hukum, Wawali Bontang Sebut RT di Sidrap Tak Bisa Dicabut Begitu Saja

7 Oktober 2025, 12:16
Pengamat Sebut Tapal Batas Bontang-Kutim Harus Berdasarkan Kehendak Warga, Perlu Referendum
Bontang

Pengamat Sebut Tapal Batas Bontang-Kutim Harus Berdasarkan Kehendak Warga, Perlu Referendum

20 September 2025, 09:00
Polemik Kampung Sidrap, Pemkab Kutim Tegaskan Tak Ada Lagi Celah Upaya Hukum
Bontang

Polemik Kampung Sidrap, Pemkab Kutim Tegaskan Tak Ada Lagi Celah Upaya Hukum

18 September 2025, 18:47

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.