• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Tarif Ojol Naik Bikin Order Turun

by M Zulfikar Akbar
8 Mei 2019, 15:30
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi. (tuntasonline)

Ilustrasi. (tuntasonline)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Penyedia layanan transportasi on demand merasakan dampak penurunan traffic order sejak tarif ojek online (ojol) yang baru ditetapkan pada 1 Mei lalu. Berdasar pantauan Go-Jek selama tiga hari sejak kenaikan tarif, permintaan layanan ojek online turun signifikan. Meski begitu, Go-Jek sebagai salah satu pelaku industri tetap kooperatif dengan terus mengikuti uji coba untuk bisa memberikan feedback pada pemerintah.

Chief Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita mengatakan, pihaknya menemukan permintaan layanan menurun di lima kota tempat uji coba. Yakni, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, dan Makassar. ’’Ada penurunan permintaan layanan yang cukup signifikan sehingga berdampak pada penghasilan mitra pengemudi,’’ ujarnya kemarin (7/5).

Baca Juga:  Tarif Baru Ojol Diberlakukan, Segini Tarifnya

Meski merasakan adanya penurunan, Nila menegaskan bahwa perusahaannya berkomitmen mematuhi peraturan Kementerian Perhubungan. Go-Jek pun terus berusaha meningkatkan permintaan layanan. Salah satu caranya memberikan penawaran khusus seperti diskon tarif. Program seperti itu hanya bersifat sementara. ’’Subsidi berlebihan untuk promosi atau diskon tarif memberikan kesan harga murah. Namun, hal ini semu karena promosi tidak dapat berlaku permanen,’’ tambahnya.

Dalam jangka panjang, lanjut Nila, subsidi berlebihan mengancam keberlangsungan industri. Bahkan, program tersebut bisa menciptakan monopoli dan menurunkan kualitas layanan di industri penyedia layanan berbagai tumpangan ride hailing. Jika kondisi itu terus berlanjut, pihaknya khawatir berdampak pada keberlangsungan industri. Kondisi tersebut bisa mengurangi peluang para mitra pengemudi untuk mendapatkan penghasilan lebih.

Baca Juga:  WOW! Gojek Dikucur Rp 16 T dari Google

Pada kesempatan sebelumnya, Grab juga melaksanakan ketentuan Kemenhub. ’’Implementasi penyesuaian tarif diharapkan dapat terus diawasi pemerintah selaku regulator,’’ kata Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Grab menegaskan akan terus memonitor pelaksanaan penerapan uji coba tarif serta dampaknya terhadap pendapatan para pengemudi. ’’Dalam prosesnya, jika diperlukan, kami akan melakukan langkah-langkah penyesuaian untuk melindungi kesejahteraan mitra,’’ papar Ridzki.

Di pihak lain, Kementerian Perhubungan dikabarkan memperpanjang masa uji coba tarif ojek online di lima kota dari sepekan menjadi 17 hari. Dengan begitu, kebijakan tarif ojek online tersebut diuji coba pada 1–17 Mei 2019. (agf/c15/oki/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: gojekGrabtarif ojek online
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Polri Beber 159 Kasus Pidana Pemilu

Next Post

Serba-Serbi Hasil Rekapitulasi Suara Pileg DPRD Bontang (1): Andi Faiz, Pendatang Baru Pemecah Rekor Suara

Related Posts

Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada
Nasional

Tarif Baru Ojol Diberlakukan, Segini Tarifnya

3 September 2019, 12:30
Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada
Bontang

Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada

11 Februari 2019, 19:30
Manajemen Grab Minta Dimediasi 
Bontang

Manajemen Grab Minta Dimediasi 

24 Juni 2018, 11:55
WOW! Gojek Dikucur Rp 16 T dari Google
Breaking News

WOW! Gojek Dikucur Rp 16 T dari Google

21 Januari 2018, 08:00
Angkot dan Gojek Mesti Saling Introspeksi
Kaltim

Angkot dan Gojek Mesti Saling Introspeksi

9 Maret 2017, 13:01
Imbas Demo Sopir Angkot, Tagar #SaveGojek Ramai di Medsos
Kaltim

Imbas Demo Sopir Angkot, Tagar #SaveGojek Ramai di Medsos

9 Maret 2017, 13:01

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Pedofil di Bontang Utara, UPT PPA Minta Warga Jangan Sudutkan Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.