• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Temuan Arkeolog, IKN Dihuni Manusia sejak 4 Ribu Tahun Lalu

by BontangPost
1 Juni 2021, 19:00
in Kaltim
Reading Time: 4 mins read
0
DEKAT ISTANA NEGARA: Gua Panglima yang ditemukan oleh arkeolog tak jauh dari titik nol Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. PUSAT PENELITIAN ARKEOLOGI NASIONAL UNTUK KP

DEKAT ISTANA NEGARA: Gua Panglima yang ditemukan oleh arkeolog tak jauh dari titik nol Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. PUSAT PENELITIAN ARKEOLOGI NASIONAL UNTUK KP

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Ibu kota negara (IKN) baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) tampaknya menyimpan sejarah peradaban manusia lampau. Usianya diperkirakan ribuan tahun lalu. Hal itu diketahui setelah puluhan arkeolog menemukan sebuah gua, tak jauh dari kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN.

Penelitian dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Lembaga penelitian pemerintah yang khusus ditugaskan untuk menggali, mengembangkan, dan memasyarakatkan sejarah, peninggalan, dan capaian leluhur Indonesia. Mulai keberadaan manusia awal sampai manusia sekarang. Penelitian di IKN dilaksanakan sejak tahun lalu. “Ada temuan-temuan di luar perkiraan sebelumnya. Salah satu temuan hunian gua, yaitu Gua Panglima di Kecamatan Sepaku. Menurut tim kami, jarak lurusnya itu hanya sekitar 5 kilometer dari titik nol (IKN). Artinya, itu masuk di zona inti dari IKN itu sendiri,” kata Ketua Tim Peneliti Prof Harry Truman Simanjuntak kepada Kaltim Post (grup bontangpost.id), Sabtu (29/5).  

Dia melanjutkan, gua ini tidak terjangkau oleh manusia. Terletak di pegunungan karst di hutan primer. Lokasinya cukup sulit diakses lantaran tertutup hutan belantara. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan informasi bahwa manusia sudah menghuni gua tersebut sejak ribuan tahun lalu. Kesimpulan itu setelah membandingkan data-data regional yang telah dihimpun Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

“Jadi, wilayah IKN itu sudah punya sejarah yang panjang. Leluhur kita sudah menghuni wilayah ini. Saya berani mengatakan sejak ribuan tahun yang lalu. Ribuan tahun berapa? Kita harus bersabar dulu. Tapi dari data temuan itu, minimal 4-5 ribu tahun yang lalu sudah ada dihuni itu,” jabarnya. Dari hasil penelitian itu juga, arkeolog menemukan artefak atau sisa peralatan berbahan batu dan tulang di dalam gua tersebut. Manusia yang pernah menghuni gua tersebut, membuat peralatannya dengan cukup bagus. Seperti spatula atau sutil (peralatan memasak) berbahan tulang. Ada pula dari cangkang kerang laut. Padahal wilayah tersebut jauh dari laut.

“Tetapi leluhur kita, mampu dengan kemampuan menjelajahnya, sampai ke pinggiran pantai. Terus dia bawa molusca laut itu,” tutur pria berkacamata ini. Peralatan lainnya, batu dari sungai yang mereka gali. Lalu, ada sisa pembakaran di dalam gua. Hal itu mengindikasikan yang menghuni gua tersebut sudah memanfaatkan api untuk berbagai keperluan. “Mungkin mengolah makanan, atau juga memanaskan tubuh, dan macam-macam,” sambung alumnus jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Baca Juga:  Persoalan Tambang Ilegal dan Reklamasi di IKN Jadi Atensi

Temuan lainnya, sisa manusia yang ada di gua itu. Walaupun dalam bentuk fragmen atau bagian tulang. Bukan dalam bagian tulang lengkap yang ditemukan dalam kuburan. Akan tetapi, menurutnya hal itu dapat dimaklumi. Sebab, kegiatan tersebut baru penelitian pendahuluan. Belum menjangkau banyak ruang. “Jadi, ada sisa-sisa manusia. Baik berupa gigi maupun fragmen tulang lengan. Dan ada beberapa lagi, yang masih perlu dianalisis. Karena kelihatannya juga bagian dari manusia,” jelas Truman.

Penelitian itu baru dilaksanakan pada satu gua. Sebagai tonggak awal hunian di wilayah ini. Truman menyebut, hunian tersebut ada juga di wilayah Kalimantan lainnya. Seperti di lereng barat Pegunungan Meratus di Kalsel, lalu ke utara ke arah Sangkulirang, Kutim. Jadi, dapat disimpulkan sejak ribuan tahun lalu, ada kewilayahan yang sudah dihuni secara kontemporer oleh manusia. Dan ada interaksi di antara mereka.

Baca Juga:  Tol Bawah Laut IKN Jadi yang Pertama di Indonesia, Kini Masuk Tahap Detail Engineering Design

Itu terlihat dari temuan peralatan yang sama di lokasi yang sudah diteliti. Selain gua, tim peneliti juga menemukan semacam industri peleburan logam di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku. Diduga, sebelumnya sebagai pusat industri pengolahan logam. Sebarannya sangat luas. Mulai tepi pantai sampai hulu sungai. “Area ini sudah terlacak minimal radius 3 kilometer. Wilayah yang sudah teridentifikasi,” katanya.

Di kawasan itu, ditemukan terak besi atau ampas sisa pengolahan besi. Kemudian bahan peleburan besi, semacam laterit dan lelehan besi. Serta alat untuk melebur pahat pada tuyer atau lubang tungku pembakaran. “Kami juga belum tahu sejak kapan industri itu berkembang di sana,” lanjutnya. Terlepas dari itu, kata dia, dapat disimpulkan sementara bahwa di wilayah yang akan dijadikan IKN itu dulunya semacam pusat perkembangan logam.

Paling tidak untuk skala lokal. Walau begitu, sangat memungkinkan juga, untuk perkembangan logam untuk wilayah Kalimantan. “Jadi, masih banyak tanda tanya yang belum bisa kami jawab. Namun, dengan keberadaan itu, setidaknya sudah tergambarkan bahwa wilayah itu dihuni para leluhur kita. Dan memiliki capaian besar untuk mengembangkan teknologi metalurgi,” terang Truman.

Temuan ini, sambung dia, menjadi milestone atau tonggak sejarah dari peradaban manusia di dunia. Setelah menemukan logam, mengetahui teknologi peleburan dan pembuatan alat, peradaban cepat berkembang. Walaupun di sisi lain, negatifnya adalah menciptakan konflik malah semakin merajalela. Dengan adanya senjata, di wilayah tertentu malah terjadi konflik horizontal. Karena merasa kuat, punya senjata yang bisa diandalkan. Tapi terlepas dari itu, dampaknya terhadap peradaban dunia sangat terasa.

“Ini semua jangan sampai hilang. Oleh sebab itu, di akhir penelitian kita, akan menghasilkan buku besar tentang Kalimantan. Di mana, kami sebatas meneliti, memberikan rekomendasi. Artinya ibu kota yang justru menghancurkan, memusnahkan, menghilangkan nilai-nilai lokal. Bisa dalam lingkup lingkungan, budaya, dan sejarah,” pesannya. Lanjut dia, penelitian melibatkan 50 orang. Selain arkeolog, ada pula ahli bahasa, ahli sejarah, dan antropolog yang terlibat.

Baca Juga:  Makna Patung Raksasa Garuda Di Istana Negara Ibu Kota Baru

Namun tidak semua turut melakukan penelitian ke lapangan. Hanya 27 peneliti yang melakukan penelitian langsung di IKN baru. Ditargetkan pada penelitian selanjutnya, selain melakukan eksplorasi horizontal, juga memperdalam dari fitur-fitur penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Penelitian tersebut tidak fokus pada wilayah IKN semata. Yakni Kecamatan Sepaku, PPU hingga Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Tetapi harus melihat keterkaitan dalam konteks geografi Kalimantan. Karena eksistensi yang ada di IKN, baik kehidupan lingkungan, perkembangannya bagian dari eksistensi Kalimantan.

“Jadi, luas sekali penelitiannya. Selalu melihat keterkaitan IKN dengan wilayah Kalimantan keseluruhan. Dan lebih jauh lagi nantinya, dalam konteks kebangsaan. Yaitu Nusantara. Itu yang bagi saya membuat penelitian ini menantang. Rencananya penelitian ini sampai 2023,” pungkasnya. (kip/riz/k16)

Tags: ikn
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bukan Gedung Kir, Lahan di Loktuan Bakal Dibangun Kantor Camat dan Mapolsek

Next Post

Tim Satgas Antisipasi Penumpang Kapal dari Luar Daerah

Related Posts

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028
Bontang

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028

14 Oktober 2026, 13:00
Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.