• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Terkait Mosi Tidak Percaya, Kasman Berharap Mediasi 

by BontangPost
29 Maret 2017, 12:59
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala SMKN I Bontang Kasman(Bambang/ Bontang Post)

Kepala SMKN I Bontang Kasman(Bambang/ Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Kepala SMKN I Bontang, Kasman Purba mengharapkan adanya mediasi. Ini dikarenakan adanya mosi tidak percaya kepadanya, dari pengakuan beberapa guru terkait kepemimpinannya.

Saat dikonfirmasi hal tersebut, Kasman menjelaskan, secara resmi ia baru mendengar persoalan ini. Bahkan ia mengaku, tidak mengetahui penyebab pasti masalah terkait adanya mosi tersebut. Menurutnya, adanya persoalan ini mungkin berawal dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim yang meminta daftar hadir berupa tanda tangan para guru untuk mendapatkan tunjangan kehadiran.

Ternyata, di sekolah ini hanya memiliki daftar hadir tanda tangan pada Maret saja, namun untuk Januari- Februari tidak ada. Ini dikarenakan daftar hadir pada dua bulan tersebut berada di mesin ceklok. Setelah data tersebut diambil dan dicetak, ternyata, hasilnya ada beberapa guru yang absen dan hanya ceklok pagi tetapi tidak ceklok pulang.

Nah, ternyata ini menjadi masalah. Sebab pada Jumat (24/3) lalu, beberapa guru tersebut mendatangi Kasman di dalam ruangannya. “Saya tidak bisa berkata apa-apa terkait adanya mosi tidak percaya ini. Kalau bisa harapan saya ada mediasi untuk membicarakan hal ini dengan baik-baik,” harapnya.

Baca Juga:  Hebat!!! ‘Sulap’ Tumpukan Sampah Jadi Taman 

Kasman menuturkan, setelah kejadian itu, ternyata ada beberapa guru yang mengelar rapat. Menurutnya, rapat itu untuk membahas persoalan dengan dirinya. Melihat hal ini, ia pun langsung masuk ke ruang rapat tersebut.

Begitu masuk ke ruang rapat, ternyata kehadiran Kasman tak diinginkan, karena ada salah seorang guru mengatakan bila dirinya masuk, maka guru tersebut lah yang akan keluar. Mendengar pernyataan tersebut, ia pun kembali ke ruangannya.

Tidak lama kemudian, datang lah Pengawas Pendidikan dari Provinsi Kaltim. Pengawas tersebut, ternyata ditarik untuk ikut bergabung dalam rapat itu. Setelah selesai, pengawas ini pun langsung ke ruangan kepala sekolah. Meski berada di dalam rapat itu, pengawas ini tidak memberitahukan hasil rapat tersebut.

Baca Juga:  NGERI!!! Kakek 77 Tahun Ditemukan Membusuk

Dia hanya mengatakan, hasil rapat tersebut, jumlah yang memberikan tanda tangan mosi tidak percaya kepada Kasman tidak sampai 40 persen guru di sekolah ini. “Dari pengakuan yang saya dengar, sebenarnya banyak juga guru yang tidak mau diminta tanda tangannya terkait mosi tidak percaya itu,” tuturnya.

Kasman pun membantah semua keburukan yang ditujukan padanya dalam mosi tersebut. Mulai dari tidak pernah mengayomi para guru, tidak pernah ramah dan transparan terhadap anggaran, serta tidak pernah memberikan contoh yang baik kepada para guru. “Tuduhan itu semua tidak benar, saya sama sekali tak pernah menelantarkan para guru selama ini,” tegas Kasman.

Persoalan tidak ramah, lanjut Kasman bisa ditanyakan kepada guru lainnya di sekolah tentang dirinya. Mengenai anggaran, Kasman juga tidak pernah merahasiakan dana yang masuk dari Pemkot Bontang maupun Provinsi Kaltim. Pasalnya, ia selalu memberitahukan dana yang diterima selama ini di dalam setiap rapat.

Baca Juga:  Dua Obyek Vital Perketat Pengamanan 

Sementara soal kehadiran yang mempermasalahkan dirinya tidak pernah ceklok, ia mengaku selalu melakukan ceklok. Tetapi ketika sedang dinas atau ke Bontang Lestari ia pasti tidak ceklok. Hal ini lah yang membuatnya kini tak pernah ceklok. Tetapi dirinya mengaku, di setiap jam kerja meskipun tak ceklok, ia tidak pernah kemana–mana dan hanya berada di sekolah, kecuali dinas dan ke Bontang Lestari.

Bahkan, ia selalu hadir tepat waktu pada saat jam kerja, seperti pukul 07.15 Wita. Malahan, bila semua guru sudah pulang pada pukul 14.00 Wita, dirinya biasa pulang hingga pukul 16.00 Wita untuk menuntaskan pekerjaannya. “Sebenarnya saya orangnya terbuka, bila memang ada yang mau ditanyakan pasti saya jawab,” tukasnya. (ver)

Tags: bontangGuru dan KepsekpolemikSMKN1
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

MKKS: Pergantian Kepsek Bukan Solusi, PGRI Berharap Tetap Kondusif

Next Post

Pengurus YKI dan YJI Kutim Dilantik, Siap Bentuk Ranting di 18 Kecamatan 

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.