• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang Kriminal

Terpidana Korupsi Pengadaan Lahan Autis Center di Bontang Bayar Uang Pengganti

by BontangPost
29 September 2024, 13:56
in Kriminal
Reading Time: 2 mins read
0
Pihak keluarga terpidana kasus pengadaan lahan Autis Center, sarana olahraga Kanaan, dan Gedung Kesenian membayar uang pengganti kepada Kejaksaan Negeri Bontang. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

Pihak keluarga terpidana kasus pengadaan lahan Autis Center, sarana olahraga Kanaan, dan Gedung Kesenian membayar uang pengganti kepada Kejaksaan Negeri Bontang. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Terpidana kasus korupsi pengadaan lahan Autis Center, Gedung Olahraga Kanaan, dan gedung kesenian, Sarwono Singgih melakukan pembayaran uang pengganti, Kamis (26/9/2024) di Ruang Comand Center Kejaksaan Negeri Bontang.

Kepala Kejaksaan Negeri Bontang Otong Hendra Rahayu mengatakan nominal yang dibayarkan oleh pihak keluarga sebesar Rp40 juta.

“Ini mengacu putusan Mahkamah Agung nomor 1855K/Pid.Sus/2021. Tanggal 5 Juli 2022,” kata Hendra.

Diketahui terpidana terjerat kasus ini sudah sejak lama. Tepatnya pada 2020 silam. Saat ini, terpidana berada di Lapas Sragen. Terpidana dijatuhi putusan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda yakni penjara selama lima tahun.

Sebelumnya dia didakwa melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Namun, hakim menilai, dakwaan primer tersebut tidak terbukti.

Baca Juga:  Aset Tersangka Kasus Dugaan Mafia Tanah Lahan Bandara Disita Kejaksaan Bontang

Sementara itu, dakwaan subsider yang terbukti dilanggar yakni Pasal 3 juncto Pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Terpidana pun mengajukan banding dengan putusan ini. Hasilnya di Pengadilan Tinggi Kaltim, majelis hakim justru memvonis 1,5 tahun penjara.

Masih belum terima, terdakwa mengajukan kasasi. Hakim pun menambah durasi pidana penjara menjadi lima tahun. Putusan ini dikeluarkan pada 5 Juli 2021 lalu.

Selain itu, terpidana wajib membayar denda senilai Rp200 juta. Dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan. Ditambah pembayaran uang pengganti sejumlah Rp40 juta.

Baca Juga:  Dua Tahun Tanah Terlantar atau Tidak Dimanfaatkan, Statusnya Bakal Jadi Tanah Negara

Jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Terpidana pun sempat mengajukan peninjauan kembali. Tetapi langkah tersebut ditolak oleh majelis hakim.

Sementara untuk kasus lain yang menjerat terpidana, yakni pembebasan lahan untuk peningkatan sarana dan prasarana lapangan sepakbola di Jalan M Iswahyudi Gang Muslimin Kelurahan Rinding Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau justru PK-nya dikabulkan.

Baca Juga:  Korban Mafia Tanah di Kaltim Capai 165, di Bontang Ada 5 Kasus

Hakim membatalkan putusan MA nomor1175 K/Pid.Sus/2022 tanggal 2 Agustus 2022 yang membatalkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Samarinda Nomor 3/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smr. (KP)

Tags: lahan gedung Autis CenterMafia Tanah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPK Periksa 10 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Izin Pertambangan di Kaltim

Next Post

Operasi KPK di Kaltim Selalu Terjadi Jelang Pilkada, Pokja 30; Peringatan untuk Kepala Daerah

Related Posts

Dua Tahun Tanah Terlantar atau Tidak Dimanfaatkan, Statusnya Bakal Jadi Tanah Negara
Kaltim

Dua Tahun Tanah Terlantar atau Tidak Dimanfaatkan, Statusnya Bakal Jadi Tanah Negara

20 Juni 2025, 13:32
Kasus Dugaan Mafia Tanah di Bontang, JPU Tuntut Terdakwa Penjara Sembilan Tahun
Bontang

Kasus Dugaan Mafia Tanah di Bontang, JPU Tuntut Terdakwa Penjara Sembilan Tahun

8 Februari 2025, 10:30
Berkas Kasus Dugaan Mafia Tanah di Bontang Sudah Lengkap, Siap Masuk Ruang Sidang
Kriminal

Berkas Kasus Dugaan Mafia Tanah di Bontang Sudah Lengkap, Siap Masuk Ruang Sidang

28 September 2024, 13:31
Perkara Mafia Tanah Lahan Bandara di Bontang Masuk Tahap Penyidikan
Kriminal

Aset Tersangka Kasus Dugaan Mafia Tanah Lahan Bandara Disita Kejaksaan Bontang

2 September 2024, 10:00
Korban Mafia Tanah di Kaltim Capai 165, di Bontang Ada 5 Kasus
Kaltim

Korban Mafia Tanah di Kaltim Capai 165, di Bontang Ada 5 Kasus

29 Juni 2024, 09:00
Terdakwa Kasus Mafia Tanah di Bontang Divonis Lima Tahun Penjara
Kriminal

Tak Ajukan Banding, Terdakwa Kasus Mafia Tanah di Bontang Dieksekusi

17 Januari 2024, 13:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.