• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Tiga Baru

by M Zulfikar Akbar
12 Februari 2019, 09:41
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

BTP, Gong Xi Fa Cai!

Ups… Tidak cocok lagi. Terlalu Hokkian.

BTP, Xin Nian Kuai Le!

Ups… Juga kurang tepat. Masih terasa Tionghoa.

BTP, Selamat Tahun Baru Imlek!

Nah! Sudah terasa lebih Indonesia.

Saya memang tidak akan menulis nama #£¢§ lagi di sini. Itu janji saya di DI’s Way minggu lalu. Panggilan #£¢§ itu sangat  khas Hokkian. Itu untuk  memenuhi harapan #£¢§ sendiri. Agar publik  memanggilnya dengan nama baru: BTP.

Basuki Tjahaya Purnama.

Nama baru.

Istri baru.

Partai baru.

”Tiga baru” itulah yang akan bikin BTP terus berkibar. Di dunia media.

Bahwa akhirnya kelak BTP masuk PDI-Perjuangan saya tidak akan kaget. Sudah biasa orang gonta-ganti partai. Semudah berganti kaus kaki.

Bahkan siapa tahu PDI-Perjuangan mengincarnya sebagai calon ketua umum. Atau setidaknya wakil ketua umum. Sebagai jalan tengah. Untuk menampilkan figur baru. Yang lebih bebas. Terutama dari persaingan para calon pengganti Megawati.

Siapa tahu PDI-Perjuangan mau bikin sejarah: kebangsaan itu di atas segala macam aliran. Ras. Suku. Agama.

Sudah sering dibuktikan Megawati. Seperti itu. Bagaimana bisa. Kalau bukan Megawati. Di provinsi kandang banteng seperti Jatim, PDI-Perjuangan memilih orang NU. Sebagai calon gubernur. Bahkan sekalian dengan wakil gubernurnya: Saifullah Yusuf-Azwar Anas. Meski sayangnya kalah lawan Khofifah-Emil Dardak.

Baca Juga:  Beda 10+5 dan 10-3 untuk Cantik

PDI-Perjuangan juga sudah biasa mencalonkan suku Tionghoa sebagai kepala daerah. Wakil Gubernur Kalbar. Walikota Singkawang. Gubernur Jakarta.

Toh, track record BTP sudah sangat jelas. Tegas. Bersih. Tulus. Nasionalis. Cepat ambil putusan. Terbuka. Ceplas-ceplos. Sampai keceplosan Al Maida 51.

Pun BTP piawai dalam bicara: orang tidak bosan mendengar yang lagi ia omongkan. Tanpa teks sekali pun. Yang ada di pikirannya sama dengan yang diucapkannya. Beda dengan kebanyakan pejabat: senjang antara yang dipikirkan dan diucapkan.

Reputasi BTP hanya rusak sedikit. Sedikit sekali. Saat namanya masih yang tidak akan saya sebut lagi itu. Oleh keceplosannya itu. Rusaknya hanya di  kalangan tertentu. Di kalangan lain justru memujinya. Membelanya. Dianggap martirnya. Pahlawannya.

Setelah kunjungannya ke kantor PDI-Perjuangan Bali akan ke mana lagi BTP?

Mungkin akan kawin dulu. Kan tidak mungkin ditunda. Videonya sudah terlanjur beredar luas. Bahwa BTP ke kediaman Osman Sapta. Alias Oso. Ketua Umum Partai Hanura. Minta restu.

Terlihat juga BTP memperkenalkan Puput. Gadis berumur 22 tahun. Polwan. Calon istrinya itu.

Baca Juga:  Tim Celeng Happy Ending

Bahkan Puput dipuji BTP setinggi langit. Sebagai wanita yang garis tangannya sama. Persis. Begitu semangatnya ingin menunjukkan persamaan itu. Sampai BTP minta Puput dipanggil masuk ruangan. Lalu ditunjukkanlah kepada Pak Oso. Telapak tangan calon istrinya itu. Dijajar dengan telapak tangannya sendiri. Lalu dihadapkan ke kamera.

Begitu persis, kata BTP. Yang oleh Oso dipuji sebagai terlihat lebih muda.

Saya tidak ahli garis tangan. Di mata saya telapak tangan dua orang itu memang sama. Persis. Dari video. Dari jauh.

Video itu beredar luas. Lengkap dengan identitas pembuatnya: Oso tv. Sudah pula diunggah ke YouTube.

Ternyata tidak hanya telapak tangan. Yang terlihat sama. Juga cara saling memanggil sayang. Puput memanggil BTP sebagai ”Yeobo”. BTP memanggil Puput dengan ”buin”. Sama-sama panggilan sayang gaya sinetron Korea.

”Yeobo” adalah  panggilan sayang untuk suami. ”Buin” panggilan sayang untuk istri.

Puput juga terlihat mendemonstrasikan cara memanggil Yeobo seperti itu. Dengan mesranya.

Sayang Oso tidak bertanya: mulai kapan mereka saling memanggil suami-istri seperti itu.

Di situ BTP memang terlihat sebagai manusia baru: percaya pada garis tangan. Bahkan juga percaya pada cincin batu. Yang bisa mengeluarkan cahaya merah. Saat dimasukkan ke air di dalam gelas. Sampai merahnya menembus tujuh gelas yang dijejer.

Baca Juga:  Hijab Pertama

Sayangnya hari berikutnya beredar video lain. Yang dibuat pedagang alat sulap Jakarta. Yang juga memiliki cincin yang mirip itu. Yang ia demonstrasikan. Yang membuat air berwarna merah. Lalu ia hancurkan batu itu. Dengan uleg-uleg. Di atas layah sambal. Ternyata di dalam batu itu ada baterainya.

Kelihatannya BTP sudah benar-benar menjadi manusia baru. Yang percaya begituan. Yang tidak mungkin terjadi saat namanya masih #£¢§.

Perubahan itu bisa saja membuat dukungan pada BTP kian luas. Bukankah yang percaya begituan lebih besar? Bukankah orang yang irrasional membenarkan banyak? Dibanding masyarakat yang rasional?

Ada lagi ucapan BTP yang mengejutkan. Mengutip teman kepercayaannya: ada wanita yang membawa hoki. Ada yang tidak.

Itu urusan BTP. Saya tidak menyalahkan. Atau membenarkan. Tapi entah mengapa saya jadi kasihan pada Vero. Yang secara tidak langsung disebut sebagai yang jenis tidak punya garis tangan itu.

Saya bisa membayangkan perasaan Vero. Tapi ia wanita agung. Tidak bereaksi apa pun. Demi nama baik BTP. Agar tetap bisa jadi orang hebat kelak. (dahlan iskan)

Tags: dahlan iskandis way
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sehari, Dua Pengedar Sabu-Sabu Diamankan Polres Bontang

Next Post

Dihitung Wilayah Luar Negeri, Kirim Barang dari Batam Kena Bea Masuk

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.