• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Tiga Kru WNI Positif Terinfeksi Virus Korona

by M Zulfikar Akbar
19 Februari 2020, 17:00
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Kapal Pesiar

Kapal pesiar Diamond Princess. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, tiga orang kru warga negara Indonesia (WNI) di kapal pesiar Diamond Princess positif terinfeksi virus korona (Covid-19). Otoritas kesehatan Jepang sudah membawa ketiganya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

“Berdasarkan pembicaraan dengan Dubes Jepang, tiga orang kru WNI confirm positif Covid-19,” ucap Retno di kantornya. Dua orang sudah dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba, Jepang. Sementara, satu orang WNI lainnya pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut.

Dalam pertemuannya dengan Dubes Jepang Masafumi Ishii kemarin pagi, Retno meminta pemerintah Jepang untuk memberi perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan WNI di kapal pesiar yang sedang bersandar di Peabuhan Yokohama itu. Dia juga meminta informasi mengenai tindak lanjut setelah masa karantina berakhir hari ini (19/2/2020). “Sebab info yang kami peroleh sampai saat ini cukup terbatas,” terang perempuan 57 tahun tersebut.

Kemudian, Retno juga meminta agar otoritas Jepang memastikan perusahaan yang mempekerjakan para WNI itu menjamin hak-hak mereka. Harapannya, agar perusahaan tidak berbuat curang. Mengingat, kapal pesiar Diamond Princess menjadi tempat karantina begitu salah seorang penumpangnya dinyatakan positif usai turun di Hongkong, awal Februari lalu.

Retno mengatakan, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang di Tokyo sudah bertolak ke Kota Chiba. Untuk memastikan tiga WNI positif Covid-19 tersebut mendapat penanganan medis yang baik.

Baca Juga:  Faskes Waspada Virus Korona

Sementara itu, Retno memastikan Kondisi 362 orang WNI yang menjadi kru kapal pesiar MS Westerdam yang bersandar di Kamboja seluruhnya sehat. Dari jumlah tersebut, 60 orang di antaranya menyatakan akan pulang karena kontrak kerja yang sudah habis. Meski demikian, dia mengakui sudah ada 27 kru WNI yang sudah pulang ke Indonesia.

“Begitu tiba di tanah air sudah dilakukan pengecekan semua oleh Kementerian Kesehatan. Diberikan juga health alert card. Sejauh ini mereka dalam kondisi sehat,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut.

Mengenai pemulangan para kru WNI di kapal pesiar Diamond Princess itu, Retno mengakui tidak mudah. Sebab, para kru terikat kontrak kerja dengan perusahaan agensi yang mempekerjakan mereka. Sebab, jika pemerintah menarik para kru WNI begitu saja dari kapal, perusahaan bisa lepas tangan. Tidak memberi jaminan kesehatan maupun akan dikontrak kembali begitu situasi kembali kondusif.

Kapal MS Westerdam bersandar di Kamboja pada Kamis (13/2/2020) setelah berlayar selama dua minggu. Kapal tersebut sebelumnya ditolak oleh otoritas Jepang, Taiwan, Guam, Filipina, dan Thailand lantaran takut membawa penumpang yang positif terinfeksi virus korona. Kapal tersebut kemudian dinyatakan bebas melakukan perjalanan oleh otoritas Kamboja setelah menjalankan prosedur pemeriksaan kesehatan terhadap semua penumpang dan kru kapal.

Baca Juga:  Bontang Dapat 25 Paket APD Covid-19 dari Pusat

Ada sekitar 2.200 penumpang dan kru yang berada di dalam kapal tersebut saat bersandar di Sihanoukville, Kamboja. Seorang penumpang perempuan asal Amerika berusia 83 memilih untuk meninggalkan kapal. Dia ingin kembali ke negaranya melalui Bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

Namun, ketika menjalani pemeriksaan saat hendak masuk ke Malaysia, perempuan lansia tersebut dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Holland America Line, perusahaan pemilik Kapal Westerdam, menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah dan ahli kesehatan untuk melacak keberadaan penumpang yang telah keluar dari kapal tersebut.

Di bagian lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto turut membenarkan kabar WNI positif terpapar Covid-19 di Kapal Pesiar Diamond Princess yang tengah diisolasi di Jepang. Ketiganya sudah dalam pengawasan otoritas kesehatan Jepang.

Meski belum mendapat kabar terbaru soal kondisi ketiga WNI, diakuinya, sudah ada KBRI Jepang yang terus memonitor di sana. ”Cuma dikatakan dirawat dengan baik di Jepang. Kami percaya mereka akan menjalankan protokol perawatan dengan baik,” tuturnya pada Jawa Pos (grup Bontangpost.id) (18/2/2020).

Disinggung soal rencana pemulangan 75 WNI lainnya, Yuri menuturkan, hal itu masih belum bisa diputuskan. Pasalnya, mereka masih menjalani masa karantina di kapal. ”Kan harus sampai selesai. Belum 14 hari, belum khatam,” ungkapnya.

Baca Juga:  BREAKING NEWS!! Bertambah Lagi, Tiga Warga Bontang Positif Covid-19, Dua dari Klaster Gowa

Lagi pula, menyangkut kepulangan ini tidak bisa serta merta dilakukan. Pemerintah harus berdiskusi terlebih dahulu dengan mereka.Mengingat, mereka masih terikat kontrak dengan perusahaan. ”Mereka masih jadi tanggung jawab perusahaan ya. Kita belum obrolin ini,” katanya.

Kendati demikian, opsi pulang ke Tanah Air tetap diperbolehkan. Karena Jepang tidak dalam kondisi seperti Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Lalu lintas orang masih terbuka.

Yuri menyebut, sebelum pulang, para WNI yang dinyatakan negative tersebut harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di Jepang. Jika dinyatakan sehat, maka mereka bisa langsung terbang menuju Indonesia.

Nah, setibanya di Tanah Air, mereka bakal menjalani masa observasi selama 14 hari. Mirip dengan 238 WNI yang sebelumnya tiba dari Wuhan. Tapi, bedanya, lokasi karantina belum dapat dipastikan apakah di Natuna, Kepulauan Riau lagi atau tidak.

Sayang, Yuri enggan membeberkan. ”Di Indonesia. Jumlahnya kan beda. Ini kan jumlahnya lebih sedikit. Tergantung kondisi kesehatan mereka nanti. Bukan kita ya,” papar mantan Kepala Pusat Kesehatan Haji tersebut.

Pada prinsipnya, lanjut dia, sudah ada protocol dari WHO mengenai penanganan ini. Pemerintah tinggal menjalankan dengan memperhatikan apa yang terbaik untuk mereka dan masyarakat. ”Jadi gak usah menebak-nebak. Kalau memang dibutuhkan karantina ya karantina ulang,” ungkapnya. (han/mia/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Prokal
Tags: coronavirusjepangmenluretno marsudivirus koronawni
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diduga Mengantuk, Mobil Tabrak Pembatas Tol Balsam

Next Post

Buka Muscab, Minta AKLI Bersinergi Dengan Pemkot Bontang

Related Posts

205 WNI Terancam Hukuman Mati di Negara Orang
Internasional

205 WNI Terancam Hukuman Mati di Negara Orang

23 Maret 2022, 17:00
Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam
Internasional

Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam

11 Mei 2020, 11:30
Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen

24 April 2020, 19:30

Terpopuler

  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.