• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Uji Klinis Dimulai Agustus, 2.400 Vaksin dari Tiongkok Tiba di Indonesia

by Redaksi Bontang Post
21 Juli 2020, 15:00
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi vaksin Covid-19 (ANTONOV/AFP)

Ilustrasi vaksin Covid-19 (ANTONOV/AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Bibit vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech Ltd, Tiongkok telah tiba di Indonesia. Bekerja sama dengan Bio Farma, bibit vaksin tersebut bakal menjalani uji klinis mulai Agustus 2020 mendatang.

Kedatangan bibit vaksin tersebut dibenarkan oleh Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah, kemarin (20/7/2020). Ia menyebut, vaksin telah tiba di Indonesia pada Minggu (19/7/2020).

”Betul, dan sudah diteruskan ke pihak Bio Farma di Bandung,” tuturnya, dilansir dari Prokal.co (grup Bontangpost.id).

Selanjutnya, bibit vaksin akan dilakukan uji klinis tahap III. Dalam uji ini, Bio Farma bakal bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad).

”Tapi detilnya pihak Biofarma yang bisa konfirmasi,” paparnya.

Selain Sinovac Biotech Ltd, Indonesia juga menjalin kerjasama dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), Norwegia terkait pengembangan vaksin Covid-19 ini. Menurutnya, upaya ini merupakan langkah jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan nasional Indonesia. Sementara untuk jangka menengah/panjang dilakukan pengembangan vaksin nasional. Sehingga Indonesia dapat menuju kemandirian

”Ini dikelola oleh konsorsium nasional,” jelasnya.

Kedatangan bibit vaksin ini pun diamini oleh Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. Sebagai tahap awal uji klinis tahap III, jumlah bibit vaksin yang dikirim sebanyak 2.400 vaksin. Menurutnya, kedatangan vaksin Covid-19 dari Tiongkok ini tidak terlepas dari dukungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan peran Kemenlu. Di mana, Kemenlu telah yang membantu dalam proses kedatangan vaksin covid-19 dari Tiongkok hingga ke Indonesia, sebagai Diplomatic Goods.

”Vaksin Covid-19 dari Sinovac akan digunakan untuk kebutuhan fase uji klinis tahap 3 pada Agustus 2020 mendatang,” tuturnya dalam keterangan resminya.

Baca Juga:  Tes Cepat Covid-19 Massal di 10 Titik, 570 Orang Dites, 25 Orang Reaktif

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa vaksin yang datang pada Minggu (19/7/2020) masih memerlukan beberapa tahapan lagi sebelum bisa dilakukan uji klinis III. Tahap yang masih harus dilewati tersebut antara lain, pengujian di dalam Laboratorium Bio Farma, dan beberapa perizinan lainnya.

Nantinya, uji klinis vaksin Covid-19 dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan. Sehingga ditargetkan selesai pada Januari 2021 mendatang. Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap III berjalan lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kwartal pertama 2021 mendatang.

”Kami sudah memperisiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis,” paparnya.

Uji klinis vaksin Covid-19 ini, lanjut dia, bakal dilaksanakan di Pusat Uji Klinis Fakultas Kedokteran UNPAD dengan mengambil sampel sebanyak 1.620 subjek. Sampel tersebut berada di rentang usia antara 18 – 59 tahun dengan kriteria – kriteria tertentu. Sedangkan sisanya, akan digunakan untuk uji lab di beberapa laboratorium. Antara lain, di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat Dan Makanan Nasional (PPOMN).

Baca Juga:  Kampus Muhammadiyah-Aisyiyah Kucurkan Rp 78 M untuk Covid-19

Honesti menambahkan, dalam uji klinis vaksin Covid-19, pihaknya berperan sebagai sponsor dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Diantaranya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan sebagai medical advisor dan pelaksanaan uji titer antibodi netralisasi. Kemudian, BPOM RI sebagai regulator dan Fakultas Kedokteran UNPAD sebagai institusi berpengalaman dalam pelaksanaan uji klinis vaksin – vaksin yang beredar di Indonesia.

Mengenai alasan pemilihan Sinovac sebagai mitra, Honesti mengatakan, hal ini berkaitan dengan platform atau metode pembuatan vaksin yang digunakan oleh Sinovac. Menurutnya, metode tersebut sama dengan kompetensi yang dimiliki oleh Bio Farma saat ini. Yakni, dengan metode inaktivasi atau pelemahan virus.

”Bio Farma sudah memiliki pengalaman dalam pembuatan vaksin seperti vaksin Pertusis,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pengembangan vaksin Covid-19 ini merupakan satu dari lima skenario Bio Farma dalam menangani penyebaran virus SARS COV2. Sebelumnya, pihaknya telah mengembangkan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), Terapi Plasma Konvalesen, Mobile Laboratorium BSL 3, dan Pembuatan Viral Transport Media (VTM).

Sementara itu, Koordinator penelitian drug discovery and development Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Masteria Yunovilsa menjelaskan uji vaksin fase III adalah uji calon vaksin tingkat lanjut.

’’Pada tahap ini (calon vaksin, Red) diberikan ke banyak orang,’’ katanya. Sasaran uji coba vaksin ini bisa sampai ribuan orang.

Baca Juga:  ASN di Bontang Wajib Jadi Contoh Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19

Uji fase III ini dilakukan untuk melihat efikasi dan keamanan calon vaksin itu. Selain itu juga untuk mengetahui efek-efek apa saja yang ditimbulkan. Dia tidak secara khusus mempelajari vaksin Sinovac asal Tiongkok itu. Namun menurutnya, vaksin tersebut berjenis vaksin inactivated virus. Maksudnya di dalam vaksin tersebut, terdapat virus yang tidak aktif.

Masteria mengatakan uji vaksin fase III itu bisa memakan waktu enam sampai delapan bulan. Kemudian pemilihan Indonesia sebagai negara lokasi uji fase III itu untuk pendistribusian kelak jika berhasil. Pertimbangan memilih Indonesia untuk melihat kecocokan dengan virus corona yg ada di Indonesia.

Sementara itu LIPI sendiri terlibat riset vaksin Covid-19 bersama Korea Selatan. Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan di WHO saat ini ada 135 kandidat vaksin Covid-19. Diantaranya adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi di Korea Selatan.

Rencana uji fase II dan III bakal vaksin dari negeri ginseng itu akan dilakukan di Indonesia. Riset kerjasama ini juga melibatkan Kalbe Farma. Dia menjelaskan vaksin asal Korea Selatan itu sudah lulus uji fase satu di negaranya sana. Handoko menuturkan vaksin dari Korea Selatan itu berbasis DNA. Sedangkan vaksin Covid-19 yang berasal dari Tiongkok berbasis virus yang dilemahkan atau inactivated. (mia/wan/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: coronavaksin corona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Disdikbud Bontang Kucurkan Rp 19 Miliar Tiap Tahun untuk Pembangunan Gedung

Next Post

Bentuk Komite Khusus, Pemerintah Bubarkan Gugus Tugas Covid-19

Related Posts

Pilkada Serentak, APD Dibolehkan Jadi Alat Kampanye
Nasional

Epidemiolog UI Sebut Cara Pakai Masker Pemimpin yang Tidak Benar

30 Agustus 2020, 14:30
Kasus Positif Kembali Bertambah, BTG-12 Terpapar Covid-19 Usai dari Sulawesi Barat
Bontang

Bontang Tambah Satu Kasus Non-Klaster Covid-19

28 Agustus 2020, 20:17
Antigen Kandidat Vaksin Covid-19 Indonesia Selesai Oktober
Nasional

Pemerintah Wacanakan 2 Tipe Vaksin Covid, Berbayar dan Gratis

28 Agustus 2020, 18:00
Tak Perlu Masker Bedah atau N95, Warga Cukup Pakai Masker Kain
Bontang

Perwali Protokol Kesehatan Terbit, Mulai Teguran sampai Penahanan

28 Agustus 2020, 14:00
Bontang Transmisi Lokal, Anjungan Ujung Bontang Kuala Tidak Ditutup
Bontang

Bontang Transmisi Lokal, Anjungan Ujung Bontang Kuala Tidak Ditutup

28 Agustus 2020, 12:14
Bontang

Lagi, Satu Pasien Covid-19 Meninggal, Bontang Tambah 2 Kasus Baru

27 Agustus 2020, 17:50

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.