• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Warga Minta RT Pantau Pendatang

by BontangPost
9 Juli 2018, 11:02
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
RAZIA: Razia kos-kosan yang dilakukan dinas terkait beberapa waktu lalu. (Ist)

RAZIA: Razia kos-kosan yang dilakukan dinas terkait beberapa waktu lalu. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Warga meminta semua RT memantau pendatang baru di lingkungannya masing-masing. Jangan sampai mereka masuk secara ilegal ke Kutim.

Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Seperti halnya sarang narkoba,  terorisme, dan kejahatan lainnya.

Sasaran paling utama ialah Indekos, rumah bangsalan.  Diyakini, mereka semua berasal dari luar Sangatta. Untuk itu, para RT wajib bergerak demi kenyamanan bersama. “Sedia payung sebelum hujan,”  kata Linda warga Sangatta Selatan.

Untuk memastikan warga Kutim atau tidak, harus dibuktikan dengan identitas yakni KTP. Jangan sampai, warga yang memiliki KTP luar,  masuk ke Kutim,  secara ilegal.

“Nah caranya ialah razia.  Saya belum pernah dengar ada razia kos-kosan. Padahal,  di sana kita bisa tau mereka warga Kutim atau pendatang. Sudah laporan ke RT atau belum. Punya KTP atau tidak,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Lepas 181 Calhaj Kutim 

Tak kalah penting lainnya ialah memastikan indekos tersebut  bebas dari perbuatan asusila. Pasalnya,  indekos biasanya dijadikan tempat mesum oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

“Jangan dibiarkan begitu saja. Kan sudah banyak kejadian. Kos dijadikan tempat mesum, peredaran narkoba, dan teroris. Seharusnya bisa berkaca dari itu, ” katanya.

Benar saja, dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim,  tercatat sejak empat tahun terakhir, mulai 2014-2017, jumlah pendatang di Kutim, sebanyak 18.394 jiwa.

Tiap tahun selalu meningkat.  Pada tahun 2014, yang masuk ialah 1.307 jiwa.  Pada tahun 2015, sebanyak 2.269 jiwa.  Sedangkan tahun 2016 sebanyak 8.268 jiwa, dan tahun 2017 turun menjadi 6.550 jiwa.

Baca Juga:  MIRIS!!! Sungai Sangatta Kian Tercemar 

Jumlah ini tak termasuk mereka yang masuk secara ilegal. Mereka semua resmi ke Kutim. Mereka terdaftar di Disdukcapil. Karenanya,  diketahui akan lebih banyak lagi dari data yang ada saat ini.

Sedangkan untuk jumlah kedatangan pendatang tahun 2018 ini,  belum terdata secara keseluruhan.  Pastinya,  tak dapat dipungkiri ada pendatang yang masuk ke Kutim. Hanya saja diyakini, tak begitu signifikan dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.

Dikatakan Kadisdukcapil, Januar Herlian Putra Lembang Alam ada beberapa Indikator banyaknya warga yang menyambangi Kutim. Pertama,  karena mencari kerja.  Diketahui,  Kutim memiliki sejuta pekerjaan.  Mulai dari pertambangan,  perkebunan,  migas,  dan lainnya.

Kemudian, faktor pendidikan. Pendidikan juga merupakan Indikator utama maraknya pendatang ke Kutim. Sebab,  diketahui,  Kutim merupakan satu-satunya daerah yang menerapkan biaya pendidikan kuliah gratis.  Sedikitnya dua perguruan tinggi yang dijamin pemerintah.  Pertama,  Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta.  Begitupun sekolah tingkatan DD-SMA.

Baca Juga:  Ayah Kandung Bejat, Siap Disidang

Terakhir ialah masalah ikut keluarga dan mutasi pegawai.  Mutasi merupakan hal yang lumrah dilakukan. Baik tingkat bawah maupun atas. Terlebih pada saat terjadinya kebijakan baru UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Jadi banyak Indikator kenapa mereka datang ke Kutim,” ujar Januar.  (dy)

Tags: pendatangSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jelang Masuk Sekolah, Toko Seragam Diserbu 

Next Post

Pemkab Sukses Tutup Lokalisasi sebelum 2019

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.