SANGATTA – Pasca penetapan dan pengundian nomor urut, sebanyak 16 partai politik (parpol) di Kutim akan mensosialisasikan nomor urut kepada masyarakat, di lapangan STQ Sangatta Utara, Sabtu (21/4) mendatang.
Hal tersebut dijelaskan oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim, Sayuti Ibrahim. Dia mengingatkan parpol untuk memerhatikan sosialisasi yang dilakukan agar tidak dianggap melanggar atau mendahului tahapan kampanye.
“Saat sosialisasi berlangsung, kami akan terus memantau. Mereka memiliki hak menyampaikan perihal nomor urutnya. Yang terpenting harus hati-hati, jangan sampai masuk ke ranah kampanye,” ujar Sayuti saat diwawancarai usai rapat teknis di Kantor KPU Sangatta Utara, Selasa (17/4).
Dia menjelaskan salah satu unsur yang bisa dianggap kampanye ketika parpol mengajak masyarakat untuk memilihnya di pemilu nanti. Selain itu, menyampaikan visi misi, partai atau calon kepada khalayak. “Jadi kalau belum sampai pada ajakan untuk memilih, itu berarti bukan unsur kampanye dan tidak dianggap melanggar. Tapi hati-hati jangan sampai ada ajakan memilih partai tersebut dalam pemilu,” lanjutnya.
Selain itu, dia menceritakan kegiatan sosialisasi tersebut akan bekerjasama dengan kelompok seni Kutim. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan pagelaran seni budaya.
“Kami akan mengajak kelompok seni di Kutim. Yang nantinya mereka akan menampilkan tarian, puisi, bahkan drama tentang pemilu,” terangnya.
Dirinya mengatakan telah memberikan arahan pada seluruh parpol perihal kegiatan tersebut. Agar mampu menghindari pelanggaran. Diapun menjelaskan jika didapati parpol melakukan kampanye dalam kegiatan tersebut, maka akan ditindaklanjuti oleh panitia pengawas pemilu (panwaslu).
“Kami sudah lakukan rapat teknis dengan 16 parpol. Jadi saya mengingatkan pada mereka untuk tidak sedikitpun lakukan kampanye. Itu semua salah satu upaya mengantisipasi pelanggaran,” ungkapnya.
Dia berharap dalam sosialisasi tersebut, setiap parpol mampu mengajak masyarakat menggunakan hak pilih dan tidak golput. Selain itu, dapat meyakinkan masyarakat untuk menjaga kondusifitas saat pemilu.
“Saya harap parpol dapat mengajak masyarakat Kutim untuk menghindari golput, selain itu dapat pula menjelaskan untuk menghindari politik uang, tidak menyebarkan berita palsu, dan memberi edukasi pada pemilih,” ungkap Sayuti. (*/la)







