SAMARINDA- Malam pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim dari Abdul Kadiroen, SH.MH kepada DR Fadil Zumhana, SH.MH yang dilaksanakan di Lamin Etan Pendopo Rumah Jabatan Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Senin (27/2) malam dihadiri Wawali Bontang Basri Rase.
Turut pula hadir pada malam pisah sambut tersebut adalah Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie, unsur Forkopimda Provinsi Kaltim, bupati dan wali kota se Kaltim dan Kaltara serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Awang Faroek Ishak mewakili seluruh masyarakat Kaltim mengucapkan terima kasih kepada Abdul Kadiroen yang telah mengemban tugas sebagai Kajati Provinsi Kaltim dengan baik, amanah serta konsisten dalam penegakan hukum di Kaltim. Menurutnya, Abdul Kadiroen merupakan salah satu motivator dalam membangun Kaltim yang bersih, jujur dan bebas KKN.
“Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Abdul Kadiroen sebagai Kajati, penegakan hukum di Kaltim merupakan salah satu yang terbaik di Indoensia. Untuk itu, saya berharap kepada Kajati yang baru Bapak Fadil Zumhana agar melanjutkan, bahkan harus meningkatkan penegakan hukum di Kaltim dengan terus bertindak tegas tanpa pandang bulu. Dan yang paling penting adalah terus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Kaltim Sejahtera yang bebas dari KKN,” ungkap Awang Feroek.
Sementara Basri Rase juga menyampaikan terima kasih kepada Kajati yang selama ini telah menjadi pembina bagi seluruh pemerintah daerah di Kaltim sehingga pelaksanaan program pemerintah bisa berjalan dengan jujur, bersih dan bebas KKN serta bersih dari pungutan liar (Pungli)
“Pemerintah Kota Bontang tentunya akan terus mendukung penegakan hukum Kaltim khususnya di Kota Bontang. Karena itu, telah menjadi komitmen kami, mewakili seluruh masyarakat Kota Taman saya mengucapkan selamat bertugas ditempat yang baru kepada Bapak Abdul Kadiroen dan selamat menjalan tugas dan amanah sebagai Kajati Kaltim Bapak Fadil Zumhana. Pemkot Bontang siap membantu dalam menegakan hukum di Kaltim,” tegas Basri Rase
Sementara itu, Abdul Kadiroen yang telah menjabat Kajati Kaltim selama 1 tahun 2 bulan merasa bangga, pernah menjadi bagian dari masyarakat Kaltim. Bahkan dikatakannya, Kaltim ini merupakan rumah keduanya karena selama menjabat sebagai Kajati, dirinya terasa berada di tengah-tengah keluarganya dimana penuh rasa saling menghargai, menghormati.(hms7)







