Bekali Ilmu Agama sebagai Pondasi Kesuksesan
BONTANG – Wujudkan Bontang sebagai smart city, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menghadiri Wisuda Akbar Kitab Suci Angkatan I SMP YPVDP (Vidatra), Jumat (12/5) lalu. Turut hadir mendampingi Sofyan Hasdam, Director & COO Badak LNG Yhenda Permana, Asisten III, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kementerian Agama Kota Bontang, Tokoh Agama, orang tua wisudawan serta para pengajar SMP Vidatra.
Ia mengapresiasi kegiatan positif yang menghargai keanekaragaman agama di Negeri Indonesia ini. Tentunya kegiatan ini atas peran dan partisipasi aktif masyarakat serta perusahaan dalam menyukseskan visi dan misi Pemkot Bontang.
“Saya bangga dan haru melihat prestasi anak-anakku meski beragam agama, budaya, dan suku tapi kita bisa bersatu membingkai negara kesatuan Republik Indonesia (RI). Terima kasih kepada para pengajar sehingga dapat mencetak generasi muda berprestasi di bidangnya,” ucapnya.
Kepala SMP Vidatra Siswanta dalam sambutannya menjelaskan, Wisuda Akbar Kitab Suci Angkatan I merupakan implementasi visi dan misi Yayasan Vidatra, serta mata pelajaran Baca Tulis Kitab Suci (BTK) yang telah diterapkan setiap harinya, juga menjadi kurikulum pendidikan di SMP Vidatra. Sekaligus untuk mengukur kemampuan anak selama mengikuti BTK.
“Pelajaran BTK baru tahun ini kita luncurkan, sehingga untuk mengukur kemampuan para siswa kita gelar Wisuda Akbar. Juga sebagai wujud penghargaan kepada siswa yang telah menghafal dan menghayati kitab suci sesuai agamanya masing-masing,” terangnya.
Sebanyak 143 anak diantaranya, 94 anak mengikuti Hafidz Juz 1, 29, dan 30, sedangkan untuk Agama Kristen yang menghafal dan menghayati ajaran keimanan Kristen berjumlah 37 anak. Peserta dari Agama Khatolik berjumlah 6 siswa pun dengan Wisudawan Agama Hindu sebayak 6 siswa. Ia berharap, SMP Vidatra dapat segera menyelenggarakan kembali Wisuda Akbar angkatan berikutnya.
Hal ini mendapat dukungan penuh dari Yhenda Permana. Ia mengapresiasi juga mengucapkan terima kasih kepada SMP Vidatra, karena dapat menjadi wahana pendidikan yang memberikan bekal keagamaan dan ilmu pengetahuan bagi peserta didiknya. Ini menjadi terobosan baru, dimana sekolah berfungsi sebagai sarana pendidikan namun tidak mengesampingkan agama.
BTK tentu sangat diperlukan oleh anak-anak, memberikan pendidikan dasar keagamaan yang kuat sebagai bekal di masa mendatang. Program Wisuda Akbar menjadi satu langkah positif, yang dapat membentuk manusia beragama sebagai modal untuk memajukan negara Indonesia ini.
“Kitab suci mengajarkan kita banyak hal untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Apabila semangat ini ada di dalam hati anak-anakku semua, insya Allah Indonesia akan lebih baik dan maju dari sekarang,” tutupnya. (ra)







