bontangpost.id – Kepala Lapas Bontang melalui Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Bontang Riza Mardani mengatakan hingga April 2021 terdapat 10 warga binaan yang harus menjalani masa tahanan seumur hidup.
Mereka mesti habiskan masa hidup di tahanan karena terjerat persoalan berat. Sebanyak 7 orang terlibat kasus narkotika, 3 lainnya pembunuhan berencana. Seluruh tahanan itu berasal dari luar Bontang. Untuk kasus pembunuhan berencana libatkan narapidana asal Tarakan. Sementara narkotika warga Kutai Timur dan Tarakan.
”Yang dari Tarakan itu karena ada pengembangan,” kata Riza ketika ditemui bontangpost.id di kantornya belum lama ini.
Salah satu narapidana vonis seumur hidup yang mendekam di Lembaga Pemasyarkaatan (Lapas) Kelas II A Bontang ialah GW alias Eddo (23). Warga Tarakan itu divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Sangatta 2017 lalu. Lantaran ia dan seorang kawannya terlibat kasus narkotika jenis sabu seberat 14,02 kilogram di Kutim.
Lebih jauh, kata Riza, dari 1267 penghuni Lapas Bontang, sekitar 65 persen di antaranya memang tersangkut masalah narkotika. Di Lapas ini menampung warga binaan dari beberapa daerah di Kaltim. Yakni Kutim, Bontang, Tarakan, dan beberapa dari Samarinda.
”Warga binaan kami memang didominasi kasus narkotika,” sebutnya.
Selain itu, ada pula 3 orang tahanan anak. Mereka terjerat kasus narkotika. Kata Riza, lantaran hingga kini ketiganya belum menerima vonis, jadi masih dititipkan di Lapas Bontang. Kelak bila kasusnya dinyatakan inkrah, sesuai ketentuan mereka harus diserahkan ke Kejaksanaan. Untuk kemudian dibawa ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tenggarong.
”Di sini kami pisah kamarnya dari tahanan lain. Ada satu kamar sendiri, lokasinya di Blok Nusa Hijau,” bebernya.
Per 12 April 2021, total ada 1.267 warga binaan Lapas Bontang. Riza tak menampik bila ini jauh dari kapasitas. Idealnya, Lapas yang terletak di Jalan Prestasi, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan itu mestinya tampung 450 tahanan.
”Jumlah itu sudah naik karena ada penambahan kamar. Sebelumnya cuma 300-an orang saja bisa ditampung,” tandasnya. (*)






