SANGATTA – Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Kutim, tampaknya belum mampu membuat 141 desa dan kelurahan menjadi makmur. Pasalnya, dari data yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kutim, masih terdapat 18 desa yang masuk dalam kategori tertinggal.
Dikatakan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kutim, Khairul Anam, 18 desa yang dimaksud diantaranya ialah, Desa Melan, Mugi Rahayu, Marukangan, Keraitan, Rantau Panjang, Debeg, Long Melah, dan Muara Dun. Semua desa tersebut terdapat di 10 kecamatan. Yakni, Long Masangat, Batu Ampar, Karangan, Sandaran, Bengalon, dan Busang.
”Dari 10 kecamatan, ada 18 desa yang dinyatakan tertinggal,” kata Khairul.
Ada beberapa catatan Apdesi untuk menentukan indikator desa tertinggal. Paling mencolok ialah masalah infrastruktur. Baik berupa jalan, bangunan, fasilitas kesehatan, pendidikan, air bersih serta pelayanan publik.
“Semuanya merupakan kebutuhan utama masyarakat. Nah ini semua yang laik diperjuangkan,” katanya.
Berdasarkan hal itu, perlu kiranya membuat terobosan dalam percepatan pembangunan. Tak lain niat tersebut untuk memperjuangkan semua desa yang masih butuh perhatian. Salah satu upaya yang dilakukan ialah melakukan pertemuan dengan Kementrian Desa Tertinggal untuk mencarikan solusi.
”Paling tidak, desa yang tertinggal ini bisa sejajar dengan desa yang lain. Besar harapan melebihi dan bahkan menjadi percontohan bagi desa yang lain. Jadi sasaran utama, desa-nya maju dan warganya sejahtera,” katanya.
Camat Busang, Impung Anyek membenarkan hal itu. Dia mengaku beberapa desa di daerahnya masih butuh perhatian lebih dari pemerintah. Salah satunya di Mekar Baru. Ada beberapa hal yang harus dibenahi di desa tersebut. Salah satunya jalan. Karena sampai saat ini, jalan masih menggunakan tanah kuning. Kala hujan akan berlumpur dan kemarau berdebu.
“Jalan masih jelek. Tetapi kami upayakan perusahaan untuk bantu. Sehingga bisa tembus hingga ke Kota, Kecamatan, dan Kabupaten. Kemudian diperlukan pula peningkatan ekonomi masyarakat. Langkah kami juga ialah membuka usaha bertani. Seperti coklat dan karet. Tak kalah penting penyediaan listrik. Karena listrik belum ada. Warga hanya genset. Begitupun air bersih hanya menggunakan sungai. Ditambah tenaga pendidik masih sangat minim,” paparnya. (dy)
Tabel Desa Tertinggal Di Kutim:
Kecamatan Desa
Muara Ancalong Long Faq Baru, Muara Dun
Muara Wahau Dabeg, Longwehea
Sangkulirang Tanjung Manis
Busang Mekar Baru, Long nyelong
Telen Long melah, Long noran, Rantau Panjang
Bengalon Keraitan, Sepaso Selatan
Sandaran Tadoan, Marukangan
Karangan Ba,ay
Batu Ampar Mugi Rahayu, Telaga
Long Masangat Melan
Data dari Bappeda Bidang Pengkajian, Pendataan, dan Pelaporan







