• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

33 Tahun jadi Penyiar, Pernah Siaran di Kontainer 

by BontangPost
15 Januari 2017, 13:02
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Hassan  (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Hassan  (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Hassan (135)

Siapa yang sangka bermula dari hobi mendengarkan siaran radio saat di bangku sekolah, kini dia menjadi satu-satunya penyiar senior di Kota Taman. Lebih dari 33 tahun menjadi penyiar, jadi bukti konsistensi Hassan bergelut di dunia penyiaran.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

ENTAH apa yang membawa Hassan jatuh cinta pada radio. Selain bisa berimajinasi siapakah gerangan yang membawakan siaran radio, suara para penyiarnya yang enak di dengar serta kebiasaan menyapa para pendengar jadi alasan pasti mengapa pria berusia 50 tahun ini akhirnya memutuskan menjadi penyiar.

Hobi mendengarkan radio ini pun sudah tumbuh sejak dirinya duduk di bangku SMP. “Kalau sekolah sampai saya bawa radionya ke dalam kelas, sampai di tegur oleh guru,” ujar Hassan.

Penasaran bagaimana rasanya menjadi seorang penyiar, Hassan pun nekat mencoba siaran di radio amatir atau radio gelap. Pada saat itu, radio amatir merupakan radio yang tak punya izin dari pemerintah.

Pun dengan urusan frekuensi, radio amatir tidak menggunakan frekuensi frequency modulation (FM), melainkan frekuensi amplitude modulation (AM). Ternyata, pengalaman pertama Hassan melakukan siaran dinilainya tak semudah seperti yang dibayangkan. “Baru di depan mic, semua serasa blank, bingung mau ngomong apa, bahkan sampai gemetaran. Padahal tidak ada yang lihat,” kenangnya.

Untuk mengatasi ketegangan, Hassan akhirnya membuat teks terlebih dahulu sebelum dibacakan saat siaran. Selain itu, berbagai tulisan di koran juga menjadi bahan bacaan Hassan dalam berlatih menjadi penyiar.

Baca Juga:  Bikin Sekolah Gara-Gara Mobil, Sempat Stres Hadapi Anak-Anak

Lama kelamaan, latihan Hassan mulai membuahkan hasil. Dirinya pun mulai fasih dalam membawakan siaran, bahkan tanpa teks sekalipun. “Sejak itu akhirnya makin ketagihan menjadi penyiar, bahkan jadi punya fans dimana-mana, he he,” katanya sambil terkekeh.

Sekira setahun di radio amatir, Hassan mulai mengikuti kursus elektronik persis saat dirinya lulus SMP. Kegemarannya di bidang elektronik membawa dirinya dan beberapa rekan SMA-nya merakit pemancar radio sendiri yang dapat didengar hingga jarak satu kilometer.

Penyiar dan pendengarnya pun didominasi teman-teman sebayanya di SMA. Berbekal kupon permintaan lagu yang sudah dibagikan sebelumnya, Hassan mulai membawakan siaran yang berisikan kiriman salam dan lagu-lagu yang sudah ditulis sebelumnya di kupon tersebut. “Dulu kan belum ada telepon atau ponsel seperti sekarang. Jadi kalau mau minta lagu harus kirim surat atau beli kupon permintaan lagu,” jelas Hassan.

Berbekal pengalaman siarannya di radio amatir, Hassan pun mencoba peruntungan dengan bersiaran di radio komersil yang jadwal siarannya terprogram. Salah satu stasiun radio swasta tertua di Samarinda, PT Radio Gembira Raya Jaya jadi pilihannya.

Selama tiga bulan pertama bersiaran, tak disangka Hassan langsung diangkat menjadi kepala program siaran saat 1985. “Kalau sekarang namanya MD (Music Director),” kata pria kelahiran Samarinda, 10 Agustus 1966 silam ini.

Honor yang didapat kala itu pun lumayan bagi Hassan. Sekitar RP 200 perjam, dan digaji setiap seminggu sekali. Bahkan, dalam seminggu dirinya kerap menerima gaji hingga Rp 25 ribu karena sering menggantikan penyiar yang tidak datang. “Waktu itu uang segitu lumayan, sudah bisa traktir teman,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Suwardi (255), Modal Nekat, Sukses Jalankan Usaha Studio Foto

Usai mendapatkan pengalaman sebagai penyiar di Samarinda, Hassan memutuskan untuk pindah ke Bontang pada 1988. Dirinya pun bergabung dengan Radio Inter City, radio yang didirikan oleh karyawan Pupuk Kaltim sejak 1983 silam. Radio ini pun, menurut Hassan merupakan radio pertama di Kaltim yang bersiaran menggunakan frekuensi FM. “Waktu itu penyiarnya masih karyawan Pupuk Kaltim sebelum saya bergabung di Inter City,” ucap Hassan.

Belum adanya gedung atau ruangan yang representatif kala Hassan bergabung di Inter City, membuat dirinya harus melakukan siaran di dalam kontainer berukuran sekitar 4×8 meter. Hal tersebut berlangsung lama hingga akhirnya Inter City memiliki ruang sendiri di Gor Pupuk Kaltim. Pada 1 Juni 1996, radio Inter City pun bertransformasi menjadi PT Radio Suara Khatulistiwa atau eSKa FM hingga saat ini. “Aturan dari pemerintahan tidak boleh menggunakan nama berbau asing, jadi harus ganti nama,” ungkapnya.

Selama 33 tahun bekerja di radio, Hassan memiliki banyak kenangan dan pengalaman selama bersiaran. Salah satu yang paling berkesan, menurutnya saat menjadi reporter siaran langsung pertandingan bola yang meliput klub PS PKT (sekarang Bontang FC) saat masih menjadi tim sepakbola yang tangguh. Tak hanya di Bontang, Hassan bahkan berkeliling siaran di Balikpapan dan Samarinda mengikuti PS PKT, bahkan suaranya pernah di relay stasiun RRI Semarang dan RRI Manado.

Baca Juga:  Berkarya Sambil Kuliah, Dari Restoran hingga Pemasaran

Selain itu, dirinya pun pernah melakukan siaran bersama promotor dan komentator tinju, Samsul Anwar Harahap serta siaran langsung kejuaraan voli putri junior bersama almarhum Sambas, reporter dari TVRI Nasional. ”Ada kepuasan batin menjadi penyiar radio,” katanya.

Dukungan keluarga pun mengalir pada diri Hassan. Bahkan, dia menemukan perempuan yang akhirnya menjadi istrinya saat ini saat berada di eSKa FM, ketika seleksi mencari penyiar.

Selain menemukan belahan jiwanya, satu adik kandungnya juga mengikuti jejak kakaknya menjadi penyiar. “Kalau keluarga jelas mendukung, apalagi sama-sama penyiarnya, ha ha,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Bagi Hassan, pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah. Dirinya merasa, masih banyak orang yang memandang sebelah mata profesinya sebagai penyiar, terutama dinilai dari sisi gaji. Namun bagi Hassan, profesinya sebagai penyiar dapat membuka jalan lain untuk merambah di dunia hiburan lain, seperti menjadi pembawa acara, presenter tv, event organizer, dan lain-lain.

“Apapun profesinya, yang penting itu membuat kita senang, dan yang lebih penting lagi juga bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” pesan Hassan yang juga Koordinator daerah Kaltim Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) ini. (bersambung)

Nama: Hassan

Nama Udara: Hassan Elyani Pura

TTL: Samarinda, 10 Agustus 1966

Istri: Irma Rahmiati

Anak: Saira Nadya Hassan

Pendidikan: SD Negeri 014 Samarinda, SMEP Samarinda, SMEA Negeri 2 Samarinda

Pekerjaan: Penyiar dan Teknisi Pemancar Radio eSKa FM.

Teknisi di Prowarna Elektronik (milik sendiri).

Event Organizer.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berusaha Kabur, Penadah Motor Rangkap Pengedar Narkoba Dilumpuhkan

Next Post

Berantas Narkoba, Wawali Dan Gabungan Ormas Gelar Aksi

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00
Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)
Feature

Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)

30 November 2018, 17:00

Terpopuler

  • Polres Bontang Kantongi Identitas Pria yang Diduga Berdoa dengan Kata Tak Pantas

    Polres Bontang Kantongi Identitas Pria yang Diduga Berdoa dengan Kata Tak Pantas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebakaran di Guntung Bontang, Mobil dan Bangunan Terbakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Anak-anak Bermain Api, Panggung Adat Lama di Guntung Terbakar, Dua Mobil Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tersangka Korupsi Bimtek Dishub Kembalikan Rp420 Juta, Kejari Bontang Pastikan Sidang Segera Digelar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiket Kapal Mudik dari Loktuan Bontang Habis, Penumpang Tanpa Tiket Diminta Tak Datang ke Pelabuhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.