• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Meneliti Keberadaan Orang Utan Morio, Satwa Endemik Kalimantan yang Dilindungi

by Jelita Nur Khasanah
8 Februari 2025, 16:24
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Orang utan di Taman Nasional Kutai (Haryadi/Staf Balai TNK)

Orang utan di Taman Nasional Kutai (Haryadi/Staf Balai TNK)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Mendiami hutan Kalimantan, orang utan morio atau Pongo pygmaeus morio masuk dalam deretan satwa yang dilindungi di Indonesia.

Bergelantungan dari satu dahan ke dahan lain, mencari penghidupan dari satu pohon ke pohon lain. Sesekali berkomunikasi dan berinteraksi antarkelompok dan individu.

‘Nyanyian’ berupa seruan panjang atau long call kerap terdengar memecah heningnya hutan. Entah untuk menarik perhatian orang utan lain, atau sebagai respons spontan. Taman Nasional Kutai (TNK) menjadi salah satu habitat orang utan ini.

Kasubbag Tata Usaha Balai TNK Provinsi Kaltim Ananta Krisna Ginting menuturkan, setidaknya ada satu ekor orang utan per satu kilometer. Sementara kawasan TNK memiliki luas sekitar 192 ribu hektare. Kawasan ini pun termasuk area yang cukup dipadati oleh primata berukuran besar itu.

Baca Juga:  Kasus Pembantai Orangutan Masuk Meja Hijau

Di habitatnya, orang utan jantan cenderung hidup menyendiri atau soliter. Biasanya, orang utan jantan hidup bersama beberapa betina dan anak yang akan dilindungi di wilayahnya.

Keunikan satwa di tanah Kalimantan ini membuat banyak penelitian dilakukan oleh pihak luar. Mulai mahasiswa, bahkan peneliti dari luar negeri.

“Tahun lalu ada penelitian dari beberapa universitas dan LSM. Meneliti terkait sifat alami orang utan di habitat aslinya,” tutur dia.

Ia mengungkapkan, sejatinya terdapat beberapa metode pengamatan satwa liar yang biasa dipakai dalam penelitian. Seperti menggunakan camera trap atau kamera jebak. Kamera dipasang satu hingga tiga bulan, untuk melihat pergerakan individu satwa yang terekam.

Selanjutnya pengamatan langsung di dalam hutan, yakni untuk mencatat satwa yang ditemui.

Baca Juga:  DLH Minta Pembunuh Orang Utan Ditindak Tegas

“Ada juga metode khusus untuk mengamati aktivitas orang utan. Yakni penghitungan sarang,” ungkap dia.

Secara umum, jumlah sarang dihitung di sepanjang jalur pengamatan atau selama tracking. Nantinya, sarang tersebut diklasifikasikan berdasarkan kondisinya. Sarang yang ditemukan mengindikasikan keberadaan orang utan di area tersebut. Hal ini pun biasa diterapkan untuk mengamati jumlah populasi orang utan yang hidup di alam liar.

Baru-baru ini, peneliti asal Cornell University USA, melakukan penelitian mengenai orang utan morio. Terutama untuk mendalami keanekaragaman hayati serta perubahan sosial-ekologi. Metode yang digunakan berupa pendekatan suara atau bio-acoustic, yakni merekam suara selama beberapa waktu. Kemudian analisis dilakukan menggunakan gelombang suara. Adapun seluruh penelitian yang ada tetap didampingi oleh petugas.

Baca Juga:  Terkait Ditemukannya Orang Utan, COP Minta Dilaporkan ke BKSDA

“Beberapa tahun lalu kami juga pernah bekerja sama dengan peneliti asal universitas di Amerika juga. Jadi ini bukan kali pertama ada peneliti dari luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, penelitian yang terus berkembang diharapkan sejalan dengan tetap lestarinya satwa-satwa yang dilindungi. Menjaga keberlangsungan ekosistem, agar orang utan tetap ada dan alam tetap terjaga. (*) 

Tags: Orang Utan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Anggarkan Rp5 Miliar untuk Pembangunan Pagar Pengaman Masjid Terapung Selambai Bontang

Next Post

Bangun Septic Tank Terapung di Pesisir, Pemkot Bontang Anggarkan Rp1 Miliar

Related Posts

Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat
Kaltim

Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat

8 Juli 2026, 11:17
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
Bukan Sekadar Makan, Orang Utan “Berburu” Ketupat di Hari Lebaran
Kaltim

Bukan Sekadar Makan, Orang Utan “Berburu” Ketupat di Hari Lebaran

26 Maret 2026, 09:00
Orang Utan Terekam Mengais Sampah di Jalan Poros Kutim, BKSDA Lakukan Penelusuran
Kaltim

Orang Utan Terekam Mengais Sampah di Jalan Poros Kutim, BKSDA Lakukan Penelusuran

27 Januari 2026, 15:42
80 Persen Orangutan Tinggal di Luar Area Konservasi
Nasional

Ekspansi Tambang dan Perkebunan, Nasib Orang Utan Kian Mengkhawatirkan

24 April 2025, 15:12
Orang Utan Muncul di Perumahan Badak LNG, Bergelantungan di Pohon dan Naik Atap Rumah
Bontang

Orang Utan Muncul di Perumahan Badak LNG, Bergelantungan di Pohon dan Naik Atap Rumah

19 Maret 2025, 10:56

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.