Berwisata ala backpacker menjadi tren beberapa tahun belakangan. Biasanya turis mancanegara atau lokal yang ‘kere’ rajin backpacker-an. Salah satunya ‘nyasar’ ke Sangatta, Selasa (18/7) kemarin. Dia adalah Bex Salt, wisatawan dari Selandia Baru. Perempuan ini sempat berbagi kisah dengan Sangatta Post.
Herdi Jafar, Sangatta
Wanita berkulit putih itu menjadi perhatian warga yang melintas di Jalan Yos Sudarso, Sangatta Utara, kemarin. Dia mengenakan busana kasual dengan selayar yang dibalut di leher. Langkahnya mantap meskipun membawa tas ransel berukuran besar. Beberapa warga tampak tersenyum padanya yang sedang menyusuri trotoar. Wartawan yang juga sedang melintas ikut menyapa Si Bule itu.
“Hai, Im Bex Salt from New Zealand (Selandia Baru),” katanya membuka obrolan dengan Sangatta Post.
Bex mengaku baru pertama kali berkunjung ke Asia. Dia memilih berkunjung ke sini karena tertarik dengan keragaman budayanya. Bex bertolak dari negaranya menuju Indonesia pekan lalu. Dia sempat menginap di Jakarta satu malam, lalu melanjutkan perjalanan ke Balikpapan.
“I chose Kalimantan because of its unique culture. This place is amazing (Saya suka ke Kalimantan karena budaya di sini cukup unik. Di sini menakjubkan),” tuturnya.
Setelah tiba di Balikpapan, Bex menuju Samarinda. Di sana dia sempat berkunjung ke Desa Dayak Pampang. Dia pun memperlihatkan beberapa foto bersama warga setempat. Dia juga memamerkan tas dari manik-manik dengan motif ukiran Dayak yang dia dapat dari sana.
Bex juga memperlihatkan gambar saat dia menyusuri anak sungai Mahakam. Kemudian dia bercerita sempat camping di Bukit Biru, Tenggarong. Dia mengaku takjub dengan suasana di sana.
“The place is quite high and the scenery is good in the morning. (Tempatnya cukup tinggi, pemandangannya juga bagus,” kisahnya.
Camping memang menjadi agenda wajib baginya sebagai backpacker. Karena dia merasa budget untuk menyewa hotel sangat mahal. Apalagi di sini, dia mengaku kaget karena rata-rata harga sewa hotel mencapai Rp 600 ribu per hari. Menurutnya harga tersebut cukup mahal.
“Very expensive, I do not have a budget for it. This my home
(Mahal banget, saya tak punya budget untuk itu. Ini rumah saya),” katanya geleng-geleng kepala sambil menunjuk ranselnya.
Setiap berkunjung ke suatu tempat, biasanya dia mencari tempat untuk mendirikan tenda. Bahkan dia paling suka jika di daerah bukit atau di kawasan hutan. Dia merasa tak takut mendirikan tenda di sini, karena menurutnya kota ini cukup aman. Selain itu, dia mengaku adalah seorang perempuan yang pemberani.
“When I Backpacker I feel free to enjoy life and blend with nature. (Saya merasa bebas seperti ini. Dekat dengan alam),” kata perempuan yang mengaku masih single ini.
Sebelum ke Sangatta, dia mengaku singgah di Bontang. Di sini dia berencana camping di Taman Nasional Kutai (TNK) Sangkima. Disinggung mengenai Kota Sangatta, Bex mengaku takjub dengan keramahan warganya. Akan tetapi dia mengeluhkan harga barang dan jasa transportasi yang cukup mahal.
“Very friendly. Many new things I get from here (orangnya ramah. Banyak hal baru saya dapat),” katanya. (*)







