Wacanakan Temui Semua Pengusaha
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar berharap daerahnya bisa mengembangkan produk hilir dari kelapa sawit, baik itu minyak goreng, sabun maupun parfum. Sehingga, daerah yang dimerkarkan tahun 1999 dari Kabupaten Kutai itu tidak hanya dikenal sebagai pengekspor Crude Palm Oil (CPO) saja. Terlebih hasil pengolahan sawit menjadi CPO terus meningkat seiring dengan bertambahnya pabrik tersebut di setiap kecamatan.
“Hasilnya masih CPO, belum ada yang membuat produk lainnya seperti minyak goreng. Selama ini CPO di kirim ke Jawa Timur. Kemudian diolah minyak goreng dan dijual di Kutim. Nah, kalau pabriknya ada di sini, harga jualnya bisa lebih murah,” jelas Ismu.
Bupati menilai, menilai kehadiran perkebunan kelapa sawit telah memberi warna tersendiri bagi Kutim terutama dalam peningkatan kesejahteraan. Sebab, banyak lapangan kerja yang terbuka untuk masyarakat. Selain itu, masyarakat yang memiliki lahan, juga bisa menerima manfaat kerjasama dengan perusahaan lewat pengembangan kebun plasma.
“Sejak perkebunan kelapa sawit berkembang dampaknya langsung terlihat di masyarakat. Kecamatan-kecamatan yang dulunya redup kini cerah,” akunya.
Kondisi ini, kata Ismu, tentu akan semakin berkembang lagi jika di Kutim berdiri pabrik selain CPO. Karena, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan tentu akan lebih banyak lagi. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Pemkab Kutim akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pemilik kebun dan pabrik CPO, agar bisa membangun pabrik minyak makan di Kutim.
“Jika di Kutim ada 10 pabrik minyak goreng, bisa dibayangkan setidaknya ada 4.000 tenaga kerja yang terserap. Karena satu pabrik minyak goreng bisa menyerap tenaga kerja hingga 400 orang,” beber mantan Sekda Kutim itu. (aj)







