• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Komisi I Sorot BPJS Mandiri

by BontangPost
15 September 2017, 11:50
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Bilher Hutahaean. (ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

Bilher Hutahaean. (ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Pertanyakan Aktivasi BPJS dan Mutasi Jamkesda

BONTANG – Komisi I DPRD menyorot kebijakan BPJS terkait pembukaan aktivasi kartu jaminan kesehatan yang selama ini memakan waktu selama 14 hari. Wakil Ketua Komisi I, Bilher Hutahaean menyoroti adanya jeda aktivitasi yang tentunya tidak dapat digunakan masyarakat seketika. Hal ini disampaikan saat Komisi I DPRD menggelar rapat kerja sehubungan dengan pelayanan BPJS Mandiri dengan pihak BPJS, Diskes-KB, dan manajemen RSUD Taman Husada Senin (11/9) silam.

“Di Balikpapan bisa langsung digunakan, kenapa di sini perlu 14 hari,” ungkap Bilher setelah mengetahui dari hasil kunjungan kerja beberapa waktu silam.

Selain itu, Komisi I juga mempertanyakan progres jumlah mutasi dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke BPJS.  Hal ini dikarenakan kondisi keuangan yang mengalami defisit sehingga mengalami tunggakan di beberapa rumah sakit.

Baca Juga:  Bontang Tolak Pipanisasi Gas

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Bontang Laily Jumiati akan melakukan koordinasi dengan BPJS Balikpapan terkait sistem aktivasi. Apabila bisa dilakukan di Bontang, maka secepat mungkin hal tersebut diadopsi.

Ia menambahkan, saat ini cakupan peserta BPJS Kesehatan mencapai 86,14 persen. Artinya tinggal 13,86 lagi tercapai Universal Health Coverage (UHC).

“Saat ini PBI APBD mencapai 27.339, sedangkan PBI APBN sejumlah 35.650, jumlah peserta Jamkesda 34.118, dan jumlah peserta non PBI 69.729. Tinggal 15.061 orang yang belum memiliki jaminan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang Bahtiar Mabe membenarkan bahwa Pemkot Bontang memiliki utang pembayaran pengobatan pasien sebesar  Rp 7,2 miliar. Jumlah tersebut termasuk program Jamkesda, hal tersebut terjadi karena anggaran Jamkesda tahun ini yang mencapai Rp 15,6 miliar, digunakan untuk membayar utang jamkesda tahun lalu sebesar Rp 15,3 miliar. Sehingga sisa anggaran tidak mampu menutupi klaim pembayaran pengobatan pasien tahun ini.

Baca Juga:  DPRD Ikut Soroti, Panggil PLN dan DPKPP

“Hutang di RSUD Taman Husada senilai Rp 6,3 miliar untuk Jamkesda masyarakat, sedangkan pegawai Rp 150 juta. Itu dari bulan Agustus 2016 hingga April 2017,” ungkapnya.

Sementara untuk tagihan di beberapa rumah sakit diluar Bontang sekitar Rp 754 juta. Jumlah tagihan tersebut terdiri dari tiga tempat yakni RSUD Aw Sjahranie Samarinda sebesar Rp 700 juta lebih, RSJD Atma Husada Rp 44 juta lebih, dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Samarinda Rp 870 ribu.

Banyaknya utang disebabkan pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh Pemkot. Dari pengajuan Rp 23 miliar oleh Diskes-KB hanya disepakati Rp 12,5 miliar. (*/ak)

Tags: bpjsdprd
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Migrasi Kepiting Jadi Hoax Badai Irma

Next Post

1.627 KK Tervalidasi Keluarga Miskin 

Related Posts

Obat Pasien JKN Habis dan Diminta Beli Sendiri? Ini Penjelasan BPJS Bontang
Bontang

Obat Pasien JKN Habis dan Diminta Beli Sendiri? Ini Penjelasan BPJS Bontang

25 September 2026, 11:05
RSUD IA Moeis Samarinda Nonaktifkan Dokter RMF usai Komentar ke Pasien BPJS Viral
Kaltim

RSUD IA Moeis Samarinda Nonaktifkan Dokter RMF usai Komentar ke Pasien BPJS Viral

7 Agustus 2026, 08:00
Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan
Kaltim

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan

18 April 2023, 19:00
Menko PKM Pastikan Iuran BPJS Warga Tak Mampu Bakal Dibayar Pemerintah
Nasional

Menko PKM Pastikan Iuran BPJS Warga Tak Mampu Bakal Dibayar Pemerintah

25 Februari 2022, 13:28
Dinkes-KB Dinilai Kecolongan
Bontang

Dinkes-KB Dinilai Kecolongan

22 Desember 2018, 17:50
Lintas Komisi ke Karang Paci
Bontang

Lintas Komisi ke Karang Paci

21 Desember 2018, 17:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.