• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Belum Punya Data Akurat Hasil Tangkapan

by BontangPost
9 Desember 2017, 11:02
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
BELUM BEROPERASI: Kondisi Pangkalan Pendaratan Ikan di Kenyamukan.(DOK/SAngatta Post)

BELUM BEROPERASI: Kondisi Pangkalan Pendaratan Ikan di Kenyamukan.(DOK/SAngatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) memang sudah sangat dibutuhkan. Sebab, dengan adanya PPI pemerintah bisa mengetahui pasti berapa jumlah hasil tangkapan nelayan lokal di perairan Kutim. Oleh karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim pun berupaya untuk segera menghidupkan  PPI tersebut.

“Saat ini kami (DKP) tidak punya data akurat berapa hasil tangkapan nelayan Kutim. Karena, mereka menurunkan hasil tangkapannya terpisah-pisah. Mau ditempatkan di PPI, fasilitas penunjangnya belum memadai,” ujar Kepala DKP Kutim Nur Ali.

Selain itu, kata dia, beroperasinya PPI, juga membuat harga ikan di Sangatta lebih stabil. Sebab, ikan dipasok langsung dari nelayan lokal ke pasar. Berbeda dengan kondisi saat ini yang sebaian besar ikan yang dijual dipasar justru di pasok dari luar Kutim.

Baca Juga:  Banjir Surut, Sampah Menumpuk

“Makanya harganya sedikit mahal kalau di Sangatta. Nah, jika PPI sudah beroperasi, kami jadi lebih mudah mengkoordinir kelompok-kelompok nelayan untuk menurunkan hasil tangkapannya di PPI,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Kutim Ismunandar berharap, pengoperasian PPI bisa cepat dilakukan. Sebab, dirinya prihatin dengan kondisi bangun PPI di Kenyamukan yang hingga kini belum juga bisa difungsikan. Padahal bangunan tersebut sudah berdiri sejak lama.

“Kalau berfungsi kan bisa dimanfaatkan nelayan. Makanya saya minta DKP segera lakukan pembenahan,” ucap Ismu.

Sebelumnya, setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, nasib PPI akhirnya jelas. Sebab, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) kini bisa membenahi fasilitas penunjang yang kurang.

Baca Juga:  Kontraktor KTE Tagih Pemkab 

Kepala DKP Kutim Nur Ali mengakui, selama ini pihaknya terkendala dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemda. Sebab, sebagian kewenangan Pemkab kini diambilalih provinsi, termasuk pengelolaan PPI.

Namun setelah ada pelimpahan dari provinsi dalam pengelolaan PPI, sehingga pihaknya segera memfungsikannya. Selain boleh melakukan pembenahan dan pemenuhan fasilitas, DKP juga boleh melakukan penganggaran pengelolaan PPI pada APBD 2018. Sehingga, setiap kekurangan fasilitas bisa dilengkapi agar PPI bisa difungsikan. (aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: nelayanPPISangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jangan Ikut Politik Praktis

Next Post

Instalasi Listrik Perkantoran Diremajakan, Pemkab Siapkan Rp 7 M 

Related Posts

BREAKINGNEWS! Mayat Nelayan Ditemukan di Atas Kapal
Bontang

BREAKINGNEWS! Mayat Nelayan Ditemukan di Atas Kapal

5 Januari 2023, 10:17
Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan
Kaltim

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

20 September 2020, 11:25
Berjibaku 30 Menit, Keratong 170 Kg Takluk
Nasional

Berjibaku 30 Menit, Keratong 170 Kg Takluk

23 April 2020, 12:00
Nelayan Bontang Tak Gunakan Cantrang
Bontang

Bontang Belum Miliki Korwil Tim Pengawasan Terpadu

24 April 2019, 17:43
Mengapung 14 Jam, Seorang Nelayan Ditemukan Selamat
Bontang

Mengapung 14 Jam, Seorang Nelayan Ditemukan Selamat

12 April 2019, 11:31
Terdampak Pengerukan PT GPK, Nelayan Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta
Breaking News

Terdampak Pengerukan PT GPK, Nelayan Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta

12 Februari 2019, 18:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.