SANGATTA – Bupati Kutai Timur, Ismunandar mengeluhkan tumpukan sampah yang terpantau di jalanan Sangatta setiap hari Minggu. Dalam rapat dengan seluruh Kepala SKPD, dirinya menyampaikan agar penanganan sampah perlu dikelola lebih baik.
“Jangan sampai hari libur, pengangkut sampah tidak efektif. Jadi walaupun hari Minggu, sampah harus tetap diangkut,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.
Dirinya mengatakan masyarakat tetap membuang sampah, pada hari apapun. Dia meminta agar kinerja pengangkut tetap sama seperti biasanya.
“Warga itu buang sampah setiap hari. Walaupun hari libur, produktifitas sampah tetap banyak,” tuturnya.
Dia menjelaskan sampah yang tetumpuk di sepanjang jalan akan merusak estetika. Selain itu akan menjadi penyebab pemandangan terlihat kumuh dan tidak sehat.
“Terlihat tumpukan-tumpukan sampah yang merusak pemandangan, belum lagi sampah yang tergeletak dijalan biasanya dihambur oleh binatang liar, sehingga tambah terlihat kotor dan menjadi sumber penyakit,” jelasnya.
Ismu mengatakan jadwal angkut harus seimbang dengan kewajiban yang sudah dipenuhi masyarakat.
“Mereka sudah memenuhi kewajiban untuk membayar iuran sampah tiap bulannya. Tinggal pengangkutnya yang harus menyeimbangi tanggung jawab,” kata Ismu.
Lebih lanjut dia menambahkan perihal cara pengangkutan sampah yang lebih mudah. Menurutnya hal tersebut harus dibuatkan metode. Agar dapat ditaati oleh masyarakat.
“Sebenarnya mengangkut sampah itu sederhana saja, jam enam sudah harus diambil, masyarakat harus diinformasikan terlebih dahulu agar membuang sampah sebelum waktu tersebut. Setelah pengambilan jam enam pagi, pada jam sembilan pagi pun harusnya petugas keliling kembali untuk mengambil sampah yang tertinggal maupun yang baru dibuang masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan pengecekan jam empat sore dan malam harinya,” paparnya.
Menanggapi keluhan Bupati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kutai Timur yang diwakili Kepala Bidang Konservasi SDA, Budi Susanto mengatakan, mekanisme pengangkutan sampah dilaksanakan rutin. Bahkan dapat menarik sampah empat kali dalam kurun waktu satu hari.
“Pengambilan sampah setiap harinya dilakukan empat kali. Oleh sebanyak 128 pekerja. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul enam pagi, namun ketika libur pengambilan sampah dimulai agak siang, dan hanya dilakukan kurang dari empat kali,” tutupnya. (*/la)







