• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Mahasiswa Taat Syariat atau Radikal

by BontangPost
14 April 2018, 11:00
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Oleh nur’aini
Mahasiswa Jurusan Tarbiya Prodi PAI. Sangatta (Dok Pribadi)

Oleh nur’aini Mahasiswa Jurusan Tarbiya Prodi PAI. Sangatta (Dok Pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh nur’aini

Mahasiswa Jurusan Tarbiya Prodi PAI. Sangatta 

Assalamu’alaikum wr wb . Saat ini isu radikalisme menyebar, ketika mendengar istilah radikal kenyataan yang mesti kita hadapi adalah istilah tersebut selalu di hubung-hubungkan dengan islam. Bahwa muslim yang mau menerapkan seluruh aturan islam yakni aturan sang pencipta sekaligus pengatur manusia maka muslim tersebut telah di cap sebagai seorang yang radikal, berbahaya, ekstrimis dan segudang istilah lainnya yang pada intinya terkesan berbahaya untuk didekati. Apalagi semenjak kasus WTC Jargon terorisme sudah disematkan kepada islam, menurut mereka radikalisme adalah embrio dari terorisme. Bahkan kini istilah-istilah tersebut sudah sangat menyebar di kalangan mahasiswa. Kampus yang nota benenya berlandaskan islam, malah justru mahasiswanya takut untuk belajar islam secara mendalam hanya karena isu-isu tidak bertanggung jawab tersebut.

Tidak sedikit mahasiswa yang kemudian di kucilkan, di hujat, bahkan di benci hanya karena sikap konsistennya mempertahankan argumentasinya dalam mengemukakan pendapat mengenai kebenaran Islam kaffah. Apalagi terkait dengan Islam Politik, semenjak kasus penistaan agama tahun lalu melalui aksi tolak pemimpin kafir (Q.S al-Maidah : 51). Istilah islam radikal semakin menghantui pemikiran setiap mahasiswa. Bahwa menurut mereka siapapun yang berbicara politik dengan konteks islam adalah radikal.

Baca Juga:  Tahun Ini, 13 Program Pamsimas Dikerjakan

Banyak yang mengatakan bahwa radikal adalah suatu perbuatan yang kasar yang bertentangan dengan nilai dan norma sosial. Sehingga konotasinya terkesan selalu negatif. Padahal istilah radikal muncul pertama kali di Eropa pada akhir abad ke – 19. Istilah tersebut menunjukkan sikap gereja terhadap ilmu pengetahuan (sains) dan filsafat modern serta sikap konsisten mereka yang total terhadap agama kristen. Gerakan protestan dianggap awal mula kemunculan radikalisme/ fundamentalis. Mereka telah menetapkan prinsip-prinsip fundamentalisme pada konfrensi Bibel tahun 1878 di Nigeria. Saat itu terkristalisasi ide-ide pokok fundamentalisme. Ide-ide pokok ini di dasarkan pada ide-ide teologi kristen, yang bertentangan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang lahir dari ideologi kapitalisme yang berdasarkan akidah yang memisahkan antara agama dengan kehidupan(sekulerisme). (alwaie edisi ke-2 januari 2018)

Baca Juga:  Pasca Ditutup Permanen, Pemkab Klaim Aktivitas THM Senyap

Sudah sangat jelas perbedaannya, dari dasarnya saja mereka memisahkan agama dari kehidupan, sehingga Eropa bangkit karena meninggalkan agamanya. Sedangkan, berbeda halnya didalam Islam. Kehidupan kita sebagai manusia tidak bisa terlepas dari peran serta agama di dalamnya. Ummat muslim akan bangkit apabila mengambil agamanya (Islam) sebagai pedoman hidupnya dan sebagai landasan berpikirnya. Apa yang harus kita lakukan, pertama kita sebagai seorang mahasiswa muslim harus melek dan bangun dari tidur panjang yang melenakan, utamanya yang merupakan agent perubahan.

Dalam segala aspek kehidupan kita harus sesuai dengan syariah islam dalam bidang politik, ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan dll, bukan hanya pada rana ibadah, perkawinan dan waris saja. Kedua memberi gambaran utuh tentang islam dan menyampaikan semua ajaran islam dari aqidah, ibadah, syariah dan sistem dalam negara. Ketiga kita harus memiliki kekuatan politik dalam negara untuk menghadapi propoganda islam, karena mereka juga memiliki kekuatan negara untuk mengkerdilkan islam. Hanya dengan syariat islam secara kaffah yang akan mengokohkan kita.

Baca Juga:  Meski Ditekan, Pejabat Masih Bandel 

Tidak perlu takut akan hal-hal yang tidak benar. Seorang pejuang Islam akan berbeda dengan yang lainnya karena memiliki keyakinan diri dan percaya bahwa islam akan menang dan kembali bangkit. Karena merupakan janji Allah SWT dan Bisyaroh Rasulullah SAW.  Wallahu a’lam. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatanmahasiswaSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bayar Tunai, Jadi Kuno

Next Post

Biaya Haji Tahun Ini Rp 38,5 Juta

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah
Nasional

Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah

30 Agustus 2025, 09:30
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.