• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Minta Pemprov “Pelototi” Sembako

by BontangPost
21 Mei 2018, 11:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Muhamad Nur(DIRH/METRO SAMARINDA)

Muhamad Nur(DIRH/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Memastikan ketersediaan stok sejumlah kebutuhan bahan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri nanti penting dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Tujuannya untuk mencegah terjadinya inflasi. Ini dikarenakan Ramadan dan Idulfitri identik dengan naiknya harga sejumlah komoditas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Muhamad Nur mengatakan, penting bagi semua stakeholder yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim menjamin ketersediaan stok sembako selama Ramadan dan Idulfitri. Bahkan sampai pelaksanaan Iduladha mendatang.
Selain itu, TPID Kaltim secara berkala harus melakukan peninjauan pasar misalnya dengan inspeksi mendadak (sidak). Peran Satuan Tugas (Stgas) Pangan juga diharapkan dalam hal ini. Dengan begitu, pergerakan harga di pasar dapat dikendalikan cepat ketika ada lonjakan. Terutama ketika minimnya stok barang.

Baca Juga:  JADI Miliki Dana Kampanye Terbanyak, ANNUR Terkecil 

“Kebijakan Bulog Kaltim menyalurkan daging beku untuk menekan harga daging di pasar cukup bagus. Komunikasi dan koordinasi antarinstansi terkait dengan asosiasi pedagang juga penting. Misalnya dengan asosiasi pedagang ayam,” kata dia, Jumat (18/5) lalu.

Menurutnya, komunikasi yang baik misalnya dengan asosiasi pedagang ayam, akan memberikan informasi distribusi ayam. Dari komunikasi itu, pemerintah bisa membuka ruang untuk menekan harga ayam, dimana selama sepekan terakhir terus merangkak naik.

“Ayam merupakan komoditas yang sejak Januari lalu selalu memberikan tekanan terhadap inflasi. Meskipun pasokan ayam untuk Kaltim tergolog surplus. Kalau seperti beras, cabai, dan bawang, Kaltim masih defisit dan impor dari Sulawesi dan Jawa,” sebutnya.

Di sisi lain, koordinasi yang baik dengan asosiasi menghindari adanya monopoli penjualan. Karena yang menentukan harga adalah para pedagang. Sebab meski stok cukup, tak jarang pada momen-momen tertentu pedagang menaikan harga. Padahal tidak ada faktor pemicu sehingga mengharuskan harga naik, misalnya adanya kenaikan harga di warung makan.

Baca Juga:  Kejar Target, Disnak Keswan Siapkan Strategi Khusus 

“Untuk ayam perlu ada pendekatan dengan para asosiasi terkait itu, karena di Kaltim, ayam masih menjadi menu makanan favorit dan permintaannya cukup tinggi. Apalagi saat memasuki hari raya Idulfitri,” lanjutnya.

Meski begitu, Nur mengaku, sebagai bagian dari TPID Kaltim, BI semaksimal mungkin melakukan berbagai upaya menekan dan menjaga inflasi. Dia berharap, inflasi tidak lebih dari 1 persen. Bila perlu, inflasi bisa ditekan hingga 0,5 persen. Sehingga akhir tahun inflasi bisa di bawah 3,5 persen.

“Sampai April, inflasi 0,27 persen. Itu di Kaltim. Ini masih lebih rendah dari inflasi nasional, maupun target tahun 2018 sebesar 3,5 persen. Inflasi komulatif dari Januari-April, sebesar 0,95 persen. Sudah empat bulan inflasi Kaltim di bawah 4 persen. Semoga ini bisa terus terjaga,” jelas Nur.

Baca Juga:  MIRIS!!! Narkoba, Kaltim Peringkat Tiga

Tambah dia, untuk menekan inflasi, BI dan TPID Kaltim telah membangun komunikasi dengan beberapa daerah penyuplai sembako. Misalnya dengan Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Pasalnya, kebanyakan sembako yang masuk Kaltim berasal dari kedua daerah tersebut.

“Kami bersyukur untuk Ramadan ini, semua masih dalam posisi yang baik. Terutama di daerah-daerah penghasil, sejauh ini masih cukup baik. Kalau bawang merah produksinya di Kaltim baru 5 persen. Kalau cabai sudah sekira 50 persen,” tandasnya. (drh)

Tags: InflasiMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Besok, Bawaslu Gelar Sidang Putusan, Terkait Sengketa Bakal Calon Anggota DPD RI

Next Post

Musim Pancaroba Adang Nelayan 

Related Posts

Emas, Beras, hingga Bawang Merah Dongkrak Inflasi Kaltim
Kaltim

Emas, Beras, hingga Bawang Merah Dongkrak Inflasi Kaltim

3 Oktober 2025, 09:00
Angka Inflasi Bontang Masih Aman, Harga Pangan Jadi Perhatian
Bontang

Angka Inflasi Bontang Masih Aman, Harga Pangan Jadi Perhatian

2 September 2025, 15:00
Indeks Harga Pengaruhi Inflasi Kaltim
Kaltim

7 Daerah Rawan Inflasi di Indonesia: Salah Satunya di Kaltim

7 Januari 2025, 13:40
Luhut Minta Warga Tanam Cabai hingga Bawang Merah di Rumah demi Tekan Inflasi
Nasional

Luhut Minta Warga Tanam Cabai hingga Bawang Merah di Rumah demi Tekan Inflasi

3 September 2022, 17:00
Sensus Online Diperpanjang, Optimistis Lampaui Target
Bontang

Inflasi di Kaltim 0,22 Persen, BPS: Bontang Tidak Masuk Hitungan

7 Juli 2020, 17:30
Imbas Naiknya Harga Tiket Pesawat, Biaya Perjalanan Dinas Bengkak
Nasional

Tiket Pesawat Picu Inflasi

2 Februari 2019, 14:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.