• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Mulai Bisnis Modal Nekad, Pembeli dari Seluruh Indonesia

by BontangPost
26 Januari 2017, 13:00
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
MODAL NEKAD: Istri Satria saat membantu menjaga usaha suaminya di daerah Pisangan. (Yusva Alam/Bontang Post)

MODAL NEKAD: Istri Satria saat membantu menjaga usaha suaminya di daerah Pisangan. (Yusva Alam/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Lika – liku Perjalanan Usaha Satria, Pemilik Rumah Bibit Satria Rindu Alam

The Power of Kepepet, mungkin istilah inilah yang pantas disematkan kepada Satria, Pemilik Rumah Bibit Satria Rindu Alam. Bagaimana tidak, Ia memulai usahanya benar-benar karena terdesak. Tidak memiliki pekerjaan dan tidak ada peluang kerja.

Yusva Alam, Bontang

Satria menuturkan, perjalanan usahanya dimulai dari nol. Tanpa modal sama sekali. Ia memberanikan diri memulai usaha pembibitan tanaman bunga, karena sudah tidak memiliki pekerjaan lagi. Padahal, setahun lalu saat ia memutuskan memulai usaha, belum pernah sekalipun berkecimpung di dunia tanaman. Tak pernah belajar, bahkan bekerja di dunia ini. Modalnya hanya nekad.

“Saya belajar sambil menjalankan usaha ini. Kalau ada salah-salah saya ulangi, pelajari lagi dimana kesalahannya,” ungkap Satria.

Baca Juga:  6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

Berkat perjuangan dan kesabarannya itu, kini Satria memetik hasilnya. Usahanya mampu menghidupi diri dan keluarganya. Bahkan, usahanya lebih dikenal di luar Bontang ketimbang dalam kota. Ia menuturkan, bibitnya lebih banyak dibeli pedagang-pedagang tanaman di seluruh wilayah di Indonesia. Paling banyak dari Sulawesi dan Sumatra. Namun hanya Papua satu-satunya pulau yang belum pernah ia kirim.

“Usaha saya bisa dikenal di luar Bontang berkat pemasaran online. Saya memanfaatkan Facebook dan BBM,” beber pria yang memiliki banyak hobi ini.

Dijelaskannya, harga jual tanamannya berkisar Rp 10 – Rp 120 ribu. Harga Rp 120 ribu jarang pembeli, karena ongkos kirim yang mahal. Syarat bibit bisa dikirim berukuran tinggi 5 centimeter dari media tanam. Dalam satu kali pembelian, minimal 100 bibit dengan harga Rp 10 ribu per bibit.

Baca Juga:  Juara KB Lestari yang Bangun Posyandu Berprestasi

“Dalam satu minggu saya biasa melakukan tiga kali pengiriman ke luar kota,” katanya.

Lalu bagaimana dengan pasar lokal. Dikatakannya, warga Bontang masih minim peminat tanaman bunga yang dijualnya. Saat ini, selain melakukan pembibitan di dekat rumah, Ia juga menyewa lahan di daerah Pisangan. Tepat berlokasi di pinggir jalan. Di lahan Pisangan tersebut, Ia memajang ratusan tanaman bunga yang sudah jadi. Sehingga mudah dilihat oleh pengendara yang melintas. Namun, masih belum banyak warga Bontang yang membeli.

“Saya jual di Pisangan itu tergantung momen. Kalau tanggal muda agak lumayan pembelinya. Sedangkan tanggal tua, sepi. Banyak pembeli dari pedagang tanaman, yang mencari bibit untuk dijual kembali,” ungkap Satria.

Jenis tanaman bunga yang dijualnya adalah vinca dan petunia. Kedua tanaman ini diakuinya sedang booming. Bahkan bisa bertahan hingga dua atau tiga tahun ke depan. Karena menjual tanaman bunga juga tergantung tren. Tren tanaman apa yang sedang digandrungi pasar, itulah yang ditanam.

Baca Juga:  Terkait Pembangunan Jalan Lingkar, Warga Loktuan Penasaran

Kurang lebih setahun berjalan, usahanya kini makin membesar. Ia sangat mensukuri upayanya itu. Selain pembeli yang makin meningkat dari luar kota, Ia kini memiliki tanaman yang dijual berkisar harga Rp 1 – 3 juta. Bahkan ada satu tanaman bonsai yang ditawar orang hingga Rp 11 juta.

“Alhamdulillah usaha nekad saya ini bisa membuahkan hasil. Ke depannya saya ingin terus berinovasi agar usaha dapat terus berlangsung. Saya juga berharap bantuan pemerintah dalam usaha ini,” pungkasnya. (*)

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jangan Lagi Ada Penelantaran Anak, Negara Harus Jadi Soko Guru Ketahanan Keluarga

Next Post

Lurah Bontang Lestari Terjun Langsung Bina Pemuda dengan Olahraga 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dibutuhkan 21 Pipe Fitter untuk Pabrik 5 Pupuk Kaltim, Cek Syaratnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.