KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota telah melakukan rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Sebagian besar hasil tersebut menempatkan pasangan calon (paslon) Isran Noor dan Hadi Mulyadi unggul ketimbang tiga paslon lainnya.
Paslon yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut unggul di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Samarinda.
Sementara di Balikpapan, suara terbanyak diraih oleh paslon nomor urut 4 Rusmadi dan Safaruddin (RASA). Kemudian di Kutai Timur, paslon Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat menempati posisi teratas.
Penghitungan suara oleh KPU di Balikpapan menunjukkan paslon RASA mendapat suara83. 491 suara, disusul Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi 82.488 suara. Sedangkan Isran-Hadi mendapat 68.647 suara, dan JADI sebanyak 22.155 suara.
Selain itu, di Kutai Timur, paslon nomor urut 2, JADI mengantongi suara terbanyak dengan 32.464 suara dan Isran-Hadi 30.949 suara. Posisi selanjutnya RASA 20.296 suara, dan Sofyan-Rizal 17.254 suara.
Jika dilihat dari hasil real count yang dirilis Tim Tabulasi dan Saksi paslon nomor urut 3 pada awal akhir bulan Juni lalu, Isran-Hadi dinyatakan unggul di Kutai Timur.
Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Aji Sofyan Alex mengaku tak ingin berkomentar banyak terkait hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Kabupaten/Kota tersebut. Menurutnya, hasil rekapitulasi belum sepenuhnya rampung.
“Tunggu saja nanti yang di KPU Kaltim. Soal ada perbedaan dengan hasil quick count dan real count yang kami lakukan kemarin, itu biasa saja,” ucapnya.
Sementara itu, Isran Noor mengatakan, dirinya tidak kaget dengan perbedaan hasil rekapitulasi di kabupaten/kota dengan hasil hitung cepat dan real count yang diinisiasi paslon nomor urut 3.
Pasalnya, antara hitung cepat memiliki margin of error yang kemungkinan besar menggeser persentase suara antara satu paslon dengan paslon lainnya. Sementara rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU, didasarkan pada seluruh suara yang berasal dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Jadi biasa saja itu. Aku enggak kaget. Paling perbedaannya ada 100 suara sampai 200 suara. Persentasenya 0,01 persen dari hasil quick count,” katanya.
Meski begitu, dirinya tetap yakin akan memenangkan kontestasi lima tahunan tersebut. Pasalnya real count yang dilakukan Tim Tabulasi dan Saksi paslon nomor urut 3 dan rekapitulasi KPU jumlah suaranya tidak berbeda jauh.
“Kami percayakan pada KPU yang diawasi Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Aku yakin pemilukada kali ini berjalan dengan baik. Sangat baguslah,” ucapnya. (*/um)







