• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Duta Travel Klaim Kesalahan Pihak Ketiga

by M Zulfikar Akbar
30 Oktober 2019, 13:39
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kantor Duta Travel Group. (prokal)

Kantor Duta Travel Group. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

“Saat itu, kami sudah bayar Rp 598,7 juta. Termasuk denda pengaturan jadwal ulang. Ini bentuk tanggung jawab saya dan jemaah waktu itu mengetahuinya,” Arbiya, Manager Duta Travel dan Kemitraan 

Pihak DTG mengklaim gagalnya keberangkatan jemaah bukan sepenuhnya salah perusahaan travel-nya. Demi nama baiknya, pihaknya tetap memprioritaskan jemaah yang mau berangkat. 

BONTANG–Duta Baitul Mal selaku anak perusahaan Duta Travel Group (DTG) telah melakukan kesepakatan dengan jemaah umrah yang gagal berangkat, awal bulan ini. Manager Duta Travel dan Kemitraan, Arbiya mengatakan, kegagalan keberangkatan umrah bukan sepenuhnya salah perusahaan travel-nya.

Sebab, sejumlah administrasi telah dilakukan perusahaan tersebut. Salah satunya, pembelian tiket penerbangan Bontang-Jakarta bagi 46 jemaah umrah. Tepatnya pada 1 Oktober lalu.

Namun, Duta Baitul Mal memercayakan pengurusan pembelian tiket Jakarta-Malaysia dan Malaysia-Jeddah kepada pihak ketiga. Termasuk dengan pengurusan VISA dan hotel selama di Makkah dan Madinah.

Baca juga: Duta Travel Janji Kembalikan Dana, Jemaah Ragu

Baca Juga:  Sidang Kasus Penipuan Umrah PT ATM, Korban Khawatir Pelaku Dihukum Ringan

“Kami percayakan pengurusan itu kepada ibu berinisial K dan Bapak Y. Bahkan, ketika kami sampai di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan bertemu dengan Bapak Y selaku perwakilan Ibu K. Dia juga ikut penerbangan bersama kami,” kata Arbiya.

Dia menjelaskan, sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, ternyata waktu penerbangan selanjutnya pukul 04.00 Wita. Sehingga jemaah diarahkan untuk beristirahat terlebih dahulu di hotel. Sayangnya, pemberangkatan tetap tidak dapat dilakukan karena tidak ada tiket.

“Kami tidak bisa check-in. Walaupun VISA sudah keluar. Sehingga saya memutuskan untuk membawa kembali jemaah ke hotel,” ucapnya.

Setelah kejadian itu, mediasi dilakukan Kementerian Agama (Kemenag). Menindaklanjuti dari gagalnya keberangkatan tersebut. Lantas, pemberangkatan dijadwalkan ulang pada tiga hari kemudian. Akan tetapi, jumlah kursi yang kosong tersisa 14 slot.

Arbiya tidak menghendaki jika keberangkatan dilakukan dua gelombang. Walhasil, penundaan kembali dilakukan pada 7 Oktober. Faktanya, puluhan jemaah dari Bontang dan daerah sekitarnya itu kembali gigit jari. Karena terjadi permasalahan pembelian tiket.

Baca Juga:  Suami Istri Pimpinan DTG Diburu Polisi

Menurut dia, pembelian dilakukan dengan empat kartu kredit luar negeri. Sehingga tidak dapat dibuktikan tanda pembeliannya. “Saat itu, kami sudah bayar Rp 598,7 juta. Termasuk denda pengaturan jadwal ulang. Ini bentuk tanggung jawab saya, dan jemaah waktu itu mengetahuinya,” tutur dia.

Baca juga: Siap Beberkan Data, Shidik Mundur karena Ada Kejanggalan

Ia membantah telah menelantarkan jemaah sewaktu di Jakarta. Mengingat akomodasi, transportasi, dan konsumsi jemaah ditanggungnya. Hasil dari kesepakatan antara jemaah dan Duta Baitul Mal ialah pengembalian biaya seluruhnya.

Ditaksir totalnya mencapai Rp 1,2 miliar. Dengan asumsi rata-rata tiap jemaah mengeluarkan uang senilai Rp 33 juta. Duta Baitul Mal menegaskan akan meminta pertanggungjawaban dari pihak ketiga tersebut. Untuk mengembalikan uang tiket jemaah.

Bahkan, Arbiya telah menggunakan jasa pengacara untuk menelusuri permasalahan ini. “Informasi terakhir ada salah satu orang dari pihak mereka yang akan tanggung jawab. Waktunya secepatnya,” sebut Arbiya.

Baca Juga:  Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah

Dia juga membantah tidak seluruh jemaah meminta pengembalian dana mereka. Sebanyak 20 hingga 25 jemaah tetap meminta untuk pemberangkatan dengan travel resmi lainnya. Langkah ini pun telah dikoordinasikan dengan Kemenag.

“Prioritas yang tetap berangkat karena ini untuk mengembalikan nama baik saya. Saya bukan penipu. Bukti pengiriman untuk pembelian tiket itu ada,” terangnya.

Berkenaan dengan aset DTG yang dijaminkan kepada jemaah memang tidak menutupi total kerugian. Akan tetapi, dia telah menyiapkan penghasilan pribadi lainnya untuk menggenapi penggantian dana itu.

Untuk diketahui, aset perusahaan travel itu berupa tanah di Bontang Kuala ditaksir seharga Rp 100 juta, rumah di Loktuan seharga Rp 100 juta, serta kendaraan roda empat merek BMW dan Innova senilai Rp 100 juta. (*/ak/kri/k8/prokal)

Tags: duta travelpenipuan umrahtravel umrah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tarif BPJS Kesehatan Naik, 2,5 Juta Rakyat Miskin Terdampak

Next Post

Tiang Pancang Masjid Terapung Masih Kurang

Related Posts

Mampu Hapal 3 Juz, Pegawai Dijanjikan Umrah 
Nasional

Arab Saudi Mulai Layani Umrah Online

28 November 2019, 22:00
Korban DTG Minta Uang Jemaah Umrah Segera Dikembalikan
Bontang

Korban DTG Minta Uang Jemaah Umrah Segera Dikembalikan

24 November 2019, 13:30
Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah
Nasional

Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah

21 November 2019, 10:49
Korban First Travel Kini Berharap pada Putusan Perdata
Nasional

Korban First Travel Kini Berharap pada Putusan Perdata

20 November 2019, 16:00
Harta First Travel Dirampas Negara, Jemaah Tak Dapat Apa-Apa, Ini Kata Jaksa Agung
Nasional

Harta First Travel Dirampas Negara, Jemaah Tak Dapat Apa-Apa, Ini Kata Jaksa Agung

18 November 2019, 08:00
Visa Belum Dicabut Travel, Jemaah Khawatir Tidak Bisa Umrah Selamanya
Bontang

Visa Belum Dicabut Travel, Jemaah Khawatir Tidak Bisa Umrah Selamanya

15 November 2019, 15:00

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.