• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pesut Mahakam Semakin Terancam, YK-RASI Usul Pembentukan Kawasan Konservasi Perairan

by M Zulfikar Akbar
5 November 2019, 17:45
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Penampakan pesut mahakam yang berhasil diabadikan YK-RASI. (YKRASI for Kaltim Post)

Penampakan pesut mahakam yang berhasil diabadikan YK-RASI. (YKRASI for Kaltim Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Hari ini (5/11/2019) adalah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Bagaimana kondisi satwa endemik di Kaltim? Khususnya, pesut mahakam yang sudah jarang ditemukan.

NOFIYATUL CHALIMAH, Kukar 

[dropcap]B[/dropcap]elakangan ini, pesut mahakam lebih sering muncul di kawasan Kutai Kartanegara (Kukar). Meski begitu, tetap tidak mudah melihatnya karena populasinya makin berkurang. Saat ini diperkirakan hanya ada 80 ekor.

Co-Founder Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (YK-RASI) Danielle Kreb mengatakan, pesut mahakam jadi satwa yang terancam, baik langsung maupun tidak langsung.

Ancaman langsungnya, pesut bisa terperangkap di rengge atau nelayan yang mencari ikan dengan setrum. Sedangkan ancaman tak langsung adalah ancaman ekosistem di sungai.

Polusi air sungai menjadi ancaman. Baik polusi karena limbah rumah tangga hingga limbah perusahaan. Apalagi, lalu lalang kapal ponton di sungai tempat pesut mahakam tinggal berisiko. Sebab, hewan ini memanfaatkan gelombang sonar untuk melihat.

Baca Juga:  Pesut Mahakam di Ambang Punah, Populasi Tinggal 66 Ekor

Ikan itu bisa terganggu dengan keberadaan kapal ponton. Maka, pesut pun saat ini banyak ke sungai kecil atau pinggir rawa. Selain itu, tak sedikit perusahaan tambang dan perkebunan sawit yang membuang limbahnya ke saluran yang terhubung ke sungai.

Jadi, kandungan logam berat pada air sungai cukup tinggi. Pada survei kualitas air 2017 hingga 2018,  yang dilakukan RASI, hasil dari uji kualitas air menunjukkan bahwa beberapa anak sungai memiliki konsentrat tinggi dari logam berat yang sangat berbahaya untuk kesehatan masyarakat maupun pesut.

Seperti kadmium dan timbal yang melampaui baku mutu hingga 23 kali dan merupakan kasus yang terparah. Kondisi pencemaran di habitat inti pesut di anak Sungai Kedang Rantau dan Kedang Kepala, serta habitat musiman pesut di Sungai Kedang Pahu sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga:  Nasib Pesut Mahakam di Tengah Ancaman Kepunahan

Pasalnya, pencemaran logam berat sangat membahayakan kesehatan pesut dan manusia yang makan ikan dari sungai tersebut. Jika polusi ini mengancam ikan-ikan kecil, pesut mahakam juga terancam.

Diungkapkan Danielle, kematian pesut paling parah terjadi pada 2018. Saat itu, 10 pesut mati. Bersamaan dengan itu, banyak pula ikan baung mati.

“Berarti, kemungkinan pencemaran air saat itu cukup gawat. Kan pesut makan ikan-ikan kecil, kalau ikannya tercemar, ya berdampak pada pesut mahakam juga,” kata Danielle.

Sedangkan dari awal hingga awal November 2019 ini, sudah ada empat pesut mati. Penyebabnya beberapa terjerat jaring alias rengge. Melihat kondisi pesut mahakam yang kian mengkhawatirkan, pihaknya pun mengajukan pembentukan Kawasan Konservasi Perairan (KKP).

Baca Juga:  Viral di TikTok, Aksi Ibu-ibu Menangkap dan Menari dengan Diduga Pesut Mahakam Tuai Kecaman

Kawasan ini melingkupi empat kecamatan, yakni Kota Bangun, Muara Wis, Muara Kaman, dan Muara Muntai. Di dalamnya, ada 27 desa. “Saat ini proses pengajuan sudah di bagian hukum Pemkab Kukar. Waktu zaman Bupati Rita, beliau sudah menanggapi dengan positif rencana ini, tinggal menindaklanjuti. Setelah rekomendasi dari bupati nanti, kami ajukan ke kementerian,” sambung Danielle.

Kawasan konservasi yang diajukan, disebut Danielle bakal jadi konservasi perairan tawar pertama di Indonesia. Sebab, selama ini konservasi perairan laut. Dia berharap, konservasi kawasan ini bisa segera diterapkan. Sehingga, pesut bisa dilindungi dan bermanfaat bagi nelayan di sekitarnya.

“Jika aturan berlaku, pencemaran berkurang, ikan makin banyak, nelayan bisa dapat ikan banyak. Ancaman pesut mahakam juga berkurang,” pungkasnya. (kri/k8/prokal)

Tags: ikan pesutpesut mahakam
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kisah Nia yang Diduga Mengidap Tumor: Lima Tahun Menahan Sakit, Perut Membengkak Seperti Hamil

Next Post

BREAKING NEWS! Si Jago Merah Hanguskan Satu Rumah di Tanjung Laut

Related Posts

Pesut Mahakam di Ambang Punah, Populasi Tinggal 66 Ekor
Kaltim

Pesut Mahakam di Ambang Punah, Populasi Tinggal 66 Ekor

9 Februari 2026, 12:00
Viral di TikTok, Aksi Ibu-ibu Menangkap dan Menari dengan Diduga Pesut Mahakam Tuai Kecaman
Kaltim

Terungkap! Mamalia Air dalam Video Viral Bukan Pesut Mahakam

13 Januari 2026, 13:29
Viral di TikTok, Aksi Ibu-ibu Menangkap dan Menari dengan Diduga Pesut Mahakam Tuai Kecaman
Kaltim

Viral di TikTok, Aksi Ibu-ibu Menangkap dan Menari dengan Diduga Pesut Mahakam Tuai Kecaman

12 Januari 2026, 18:31
Populasi Pesut Mahakam Kritis, Kini Hanya Tersisa Sekitar 60 Ekor
Kaltim

Populasi Pesut Mahakam Kritis, Kini Hanya Tersisa Sekitar 60 Ekor

9 Oktober 2025, 12:43
Nasib Pesut Mahakam di Tengah Ancaman Kepunahan
Kaltim

Nasib Pesut Mahakam di Tengah Ancaman Kepunahan

8 September 2022, 14:00
Lagi, Ditemukan Pesut Mahakam Mati
Kaltim

Lagi, Ditemukan Pesut Mahakam Mati

16 Agustus 2020, 09:00

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Rekam Jejak AST, Mantan Pimpinan Ponpes Bontang yang Kini Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Pondok Pesantren di Bontang Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.