• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Lelang Bermasalah, Kualitas Jalan MT Haryono Mengecewakan

by M Zulfikar Akbar
23 Februari 2020, 13:30
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Proyek pengerjaan aspal di Jalan MT Haryono dikeluhkan karena hasilnya bergelombang.(prokal)

Proyek pengerjaan aspal di Jalan MT Haryono dikeluhkan karena hasilnya bergelombang.(prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG–Lelang yang bermasalah sejak awal, turut memengaruhi kualitas proyek preservasi jalan SP3 Lempake-SP3 Sambera-Santan-Bontang-Sangatta. Dengan anggaran senilai Rp 155,5 miliar, hasil akhir pengerjaan membuat pengendara kecewa. Salah satunya di segmen Bontang. Warga menilai, peningkatan jalan dengan metode slurry seal justru membuat struktur akses MT Haryono rusak.

Ahmad, warga Apiapi mengatakan, saat ini jalan menjadi bergelombang. “Terasa sekali tidak mulusnya jalan itu kalau memakai kendaraan roda dua,” kata Ahmad.

Dia pun mempertanyakan spesifikasi material yang digunakan. Menurut dia, seharusnya dengan adanya perbaikan, kondisi jalan menjadi lebih nyaman dilewati. Apalagi, pembangunan menggunakan sumber anggaran tahun jamak 2018–2019. Akan tetapi, hasilnya tak sesuai harapan warga.

“Pertanyaannya apakah memang seperti ini dengan anggaran yang dikucurkan? Saya rasa tidak demikian,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pengembangan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurdin mengatakan, Pemkot Bontang tidak mengetahui proyek tersebut. Baik nominal khusus pengerjaan segmen Bontang, titik pemilihan pengerjaan, hingga ukurannya.

Baca Juga:  Penebalan Jalan Habiskan Rp 13,7 M

“Sejak awal hingga akhir proyek pun kontraktor tidak menyampaikan ke kami. Karena ini memang proyek pemerintah pusat. Sementara status jalan masuk kategori jalan nasional,” kata Anwar.

Berdasarkan pengamatan Kaltim Post (induk Bontangpost.id), pengerjaan hanya mencakup satu sisi ruas jalan. Tepatnya depan SMP Bahrul Ulum hingga simpang tiga Taman Plaza Ramayana. Sebelah sisi jalur kiri dari arah gerbang masuk Bontang. Jaraknya sekitar 800 meter. Ditambah pengerjaan di ruas lainnya. Yakni, sekitar 20 meter di depan salah satu diler motor. Adapun lebar jalan tiap ruasnya sekira 5 meter.

Anwar menyebut, Dinas PUPRK telah melayangkan komplain terkait pengerjaan yang kurang maksimal. Protes itu disampaikan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan. Harapannya agar diprogramkan kembali untuk perbaikan jalan protokoler di Bontang.

Baca Juga:  Sempat Terjaring OTT KPK, Kontraktor Bontang Ini Ajukan Praperadilan

“Konsepnya overlay, harapan kami karena beberapa titik seperti di depan Terminal Bontang mengalami kerusakan,” pintanya.

Terkait metode slurry seal, lanjut dia, metode ini baru pertama kali dipakai di Bontang. Ia pun tidak mengetahui komposisi bahan dan mekanisme pengerjaan dengan metode tersebut.

“Standar spek-nya dari APBD itu seperti apa kami belum tahu. Masih kami pelajari. Dan menganalisis ketentuan pelaksanaan pekerjaannya karena ada cuaca hujan saat pelaksanaan,” ungkapnya. Apalagi pengerjaan telah diulang. Namun dia tak menampik, peralatan yang digunakan juga kurang memadai. Meski demikian, Anwar tidak mengetahui peralatan penunjang yang digunakan untuk metode slurry seal di Indonesia.

“Tetapi kalau melihat dari YouTube tidak seperti yang digunakan kemarin,” bebernya.

Baca Juga:  Kontrak Diputus, Tunjuk Pemenang Cadangan

Dijelaskan, slurry seal sesungguhnya untuk melapisi pori-pori aspal yang telah aus. Bentuknya berupa cairan. Sehingga ketebalan peningkatan jalan pun tipis. Ukurannya sekitar 5–8 milimeter.

“Memang agak hemat kalau memakai slurry seal. Tetapi kami belum tahu secara persis teknisnya seperti apa,” terang dia.

Untuk diketahui, lelang preservasi jalan SP3 Lempake-SP3 Sambera-Santan-Bontang-Sangatta dimenangkan PT Harlis Tata Tahta (HTT). Hartoyo selaku pemilik PT HTT dituntut jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Samarinda, Kamis (20/2/2020) selama 2,6 tahun penjara. Hartoyo didakwa telah memberikan fee kepada sejumlah pejabat yang berkaitan dengan lelang proyek jalan tersebut. (*/ak/riz/k8/kpg)

Source: Prokal
Tags: Dinas PUPRKproyek jalanpt htt
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Man City Terjangkit Penyakit Gagal Penalti

Next Post

Resep Ayam Palekko Gurih nan Nikmat

Related Posts

Tumpahan Tanah Uruk di Bontang Kuala Dikeluhkan Warga
Bontang

Tumpahan Tanah Uruk di Bontang Kuala Dikeluhkan Warga

1 Juli 2025, 12:05
Bupati Kutim Tegaskan Kontraktor Abal-Abal Harus Di-blacklist
Kaltim

Bupati Kutim Tegaskan Kontraktor Abal-Abal Harus Di-blacklist

26 April 2025, 11:14
Dinas PUPRK Bontang Mangkir pada Pembahasan RKPD
Bontang

Dinas PUPRK Bontang Mangkir pada Pembahasan RKPD

6 Februari 2023, 10:50
Tak Dapat Anggaran Penanganan Banjir, Bankeu Rp 58 Miliar Fokus Perbaikan Jalan
Bontang

Antisipasi Proyek Mangkrak, Survei Material Sebelum Lelang Dibuka

6 Januari 2023, 13:00
Perkara Suap Jalan Nasional, Beda Peran, Beda Vonis
Kaltim

Perkara Suap Jalan Nasional, Beda Peran, Beda Vonis

19 Juni 2020, 10:00
Hati-Hati! Salah Gunakan Dana Penanggulangan Covid-19, Diancam Hukuman Mati
Kaltim

Sidang Kasus Dugaan Suap Jalan Samarinda-Bontang, Tagih Fee Proyek lewat Telegram

10 Mei 2020, 17:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.