• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Sinergikan Dakwah dan Pengobatan, Ajak Pasien Terapkan Syariat Islam

by BontangPost
16 Maret 2017, 13:00
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
TENTANG: Magfirudin Ali Achmad, S.Ag

TENTANG: Magfirudin Ali Achmad, S.Ag

Share on FacebookShare on Twitter

 

Kisah Inspiratif  Warga Bontang: Magfirudin Ali Achmad, S.Ag (194)

Sinergi dakwah dan pengobatan mengiringi perjalanan hidup Magfirudin Ali Achmad. Terapis yang juga penceramah ini kerap memasukkan pesan-pesan Islami kepada setiap pasien yang ditanganinya.

Yusva Alam, Bontang

Magfir, sapaan akrabnya. Menuturkan kisah perjalanan hidupnya, hingga berujung pada profesi terapis. Kisah itu berawal di tahun 2003. Magfir merasakan sendiri betapa dahsyatnya pengobatan Islami. Sakit gatal yang dialaminya sejak lama tak kunjung sembuh.

Sejak masih menempuh pendidikan di pesantren hingga menikah. Tahun 2003, gatal tersebut bisa disembuhkan dengan terapi bekam.  “Sejak itu saya tertarik untuk mempelajari pengobatan ala nabi tersebut,” ujarnya.

Dari tahun 2003 hingga 2007 dirinya  mempelajari Thibun Nabawi, istilah untuk pengobatan Islami ala nabi. Ia tak hanya mempelajarinya di Bontang saja, namun hingga ke luar kota. Seperti Balikpapan, Surabaya, Jakarta, hingga Malaysia dan Thailand.

Baca Juga:  Tutor PKBM Berprestasi yang Didik Narapidana

“Saat itu saya belajar sembari membantu tetangga-tetangga sekitar. Sekaligus menerapkan ilmu yang telah saya pelajari,” beber pria kelahiran Kota Pahlawan ini.

Di tahun 2008, sepulangnya dari belajar ke Malaysia Ia mulai membuka klinik pengobatan. Klinik yang resmi karena telah memiliki legalitas.

Diakuinya, pasca belajar thibun nabawi kemana-mana, serta hasil kajiannya dari kitab-kitab pengobatan dan kitab keilmuan Islam, Ia menemukan konsep yang selalu dipegangnya sampai saat ini. Mensinergikan dakwah dan pengobatan.

Di setiap dakwahnya yang disampaikan kepada masyarakat, Magfir selalu menekankan agar menaati Syariat Islam serta menjadikannya pedoman hidup.  Hal ini dirasakan sangat pas dengan pengobatan Islam yang dipelajarinya. Karena pengobatan Islam merupakan pengobatan dengan pendekatan ilahiah. Yaitu doa, terapi pengobatan, sekaligus herbal.

“Karena mendakwahi orang sakit itu lebih mudah ketimbang orang sehat. Biasanya orang sakit itu mau melakukan apa saja yang diperintahkan. Makanya saya memanfaatkannya untuk mendakwahi pasien agar mau menerapkan Islam sebagai jalan hidup,” ungkapnya.

Baca Juga:  Abdikan Hidup untuk Pendidikan, Pandai Atur Waktu

Bahkan dirinya mengatakan tidak hanya bisa melakukan pengobatan fisik saja, juga bisa pengobatan disebabkan sihir atau jin. Jin-jin yang masuk ke dalam tubuh pasien pun kerap diajak dialog. Apabila jin tersebut Islam, akan diingatkan untuk kembali kepada Islam. Sedangkan jika jin tersebut kafir akan diajak untuk memeluk Islam.  “Tak hanya manusia, jin pun saya upayakan untuk dakwahi,” tegasnya.

Sejak membuka klinik itulah dirinya mulai dikenal sebagai terapis di Kota Taman. Tidak hanya sebagai ustad yang selalu memberikan tausiah-tausiah, namun juga seorang terapis ala nabi. Selain diundang ceramah, ia juga sering mengisi kajian-kajian thibun nabawi.

“Saat ini saya dipercaya sebagai pengisi tetap kajian thibun nabawi di Masjid Baiturahman. Setiap hari ahad pada minggu-minggu genap,” jelasnya.

Baca Juga:  Berpikir Positif Jadi Kunci Sukses Usaha

Kedepannya, pria yang juga berprofesi guru di MAN Bontang ini akan tetap menggeluti dunia pengobatan ala nabi ini. Ia memiliki rencana mendirikan pesantren, yang tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama namun juga ilmu pengobatan Islam. Dirinya tak ingin ilmu yang sudah dipelajarinya ini hilang begitu saja. Karena itulah ia ingin menularkannya kepada orang lain.

“Setelah pensiun sebagai guru, saya akan fokus mengelola pesantren itu. Saat ini saya baru siapkan lahannya dulu,” pungkasnya. (*)

 

Nama: Magfirudin Ali Achmad, S.Ag

TTL: Surabaya, 27 Maret 1976

Istri: Susi Oktavia

Anak:

  1. Zamiyah Al Magfir
  2. Zulfa Aliyah
  3. Dzul Falah Al Magfir
  4. Harun Aini Al Magfir
  5. Haniati Al Magfir

Pendidikan:

STAIL Lukman Al Hakim Surabaya

Sijil Herbalis, Malaysia

Terapi Tulang, Thailand

IISC (International Islamic Studies Center)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Beri Nomor Guru ke Wali Murid, Jadi Cara Sekolah Antisipasi Penipuan

Next Post

Guru Demo, UAS Jadi Korban, UN Terancam Batal 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.