• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Guru Demo, UAS Jadi Korban, UN Terancam Batal 

by BontangPost
16 Maret 2017, 13:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Rakim (MEGA ASRI/BONTANG POST)

Rakim (MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Semua Siswa SMA/SMK Swasta Diliburkan

BONTANG – Sebanyak 350 guru SMA dan SMK swasta di Bontang akan mewakili Bontang untuk aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) terkait ketidakpastian pemerintah provinsi memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke sekolah swasta.

Akibatnya, Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang dijadwalkan Kamis (16/3) hari ini batal terlaksana. Semua siswa-siswi SMA/SMK swasta pun diliburkan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Bontang, Rakim yang juga Kepala Sekolah YPK Bontang menyatakan, perwakilan dari Bontang akan berangkat ke Samarinda, Kamis (16/3) pagi ini sekira pukul 07.00 Wita.

Dengan menggunakan 3 bus, dan 26 mobil kecil, sebanyak 350 guru akan mengikuti aksi damai untuk menuntut dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang tidak diberikan pemerintah provinsi Kaltim kepada semua SMA/SMK swasta di Kaltim. “Tuntutan kami sama, BOSDA serta tunjangan insentif guru swasta tetap ada,” jelas Rakim saat ditemui di ruangannya, Rabu (15/3) kemarin.

Baca Juga:  MEMANAS!!! Mahasiswa Kutim Tuntut Transparansi Anggaran 

Dikatakan dia, para kepala sekolah dan guru SMA/SMK swasta menginginkan tak ada disparitas (jarak) antara sekolah negeri dan swasta. Karena murid sekolah swasta juga bagian dari anak negeri. Hal tersebut terjadi akibat pengalihan SMA/SMK ke provinsi sesuai Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. “Karena terbentur anggaran (tidak ada uang, Red) sekolah swasta yang menjadi korban dengan tidak mendapatkan BOS dari provinsi,” ungkapnya.

Rakim menyebutkan, sebenarnya ini merupakan masalah nasional terkait pengelolaan SMA/sederajat yang dialihkan ke provinsi. Namun di wilayah Kaltim ini terbilang terlambat dan dadakan.

Sehingga, pemerintah provinsi tidak mempersiapkan segala sesuatunya. “Alasannya karena tidak ada uang, sementara sekolah swasta di Bontang banyak yang gratis, kalau BOS dari provinsi tidak ada, mau menggaji guru swasta darimana?” keluh Rakim.

Baca Juga:  Alat Peraga Dinilai Kurang Memadai, SMKN 2 Disorot Kementerian

Sementara, untuk menarik SPP dari para siswa bukan merupakan solusi terbaik. Pasalnya pendidikan di Bontang terbiasa dengan biaya gratis. Oleh karena itu, jangankan narik SPP, yang gratis saja, peminatnya masih kurang.

Sehingga, diharapkan dari aksi damai para guru SMA swasta ini, pemerintah bisa mengambil kebijakan sesuai tuntutan para guru. “Ini dilematis bagi kami, satu sisi masak guru demo, sementara di sisi lain, sekolah harus dikorbankan dengan libur. Padahal besok (hari ini, Red.) jadwal UAS, tetapi semua SMA swasta se-Kaltim diliburkan,” terangnya.

Dampak negatifnya, jika pemerintah provinsi tidak mengambil sikap maka pelaksanaan Ujian Nasional (UN) terancam diboikot. Ketika itu terjadi, maka para siswa kelas XI sekolah swasta tidak akan lulus.

Baca Juga:  Terkait Kurangnya Sarana Pendidikan, Bupati Coba Libatkan Perusahaan

Sehingga hal itu diharapkan jangan sampai terjadi. “Ini bukan tentang arogansi guru, tetapi menentukan nasib sekolah swasta ke depannya,” ungkapnya.

350 guru dan kepala sekolah SMA/SMK swasta di Bontang yang terlibat aksi damai akan berangkat dari Bontang sekira pukul 07.00 Wita. Mereka start dari Koperasi Karyawan (Kopkar) PKT dengan menyewa 3 mobil bus. Karena tak memiliki anggaran, biaya transport pun dilakukan dengan cara sokongan demi memperjuangkan nasib sekolah swasta.

Perwakilan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) pun ikut terlibat sebagai sekolah dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Sementara siswa diliburkan, hingga aksi damai membuahkan hasil yang disepakati. Bisa 3 hari atau lebih. (mga)

Tags: bosdademopendidikanSekolah Swasta
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sinergikan Dakwah dan Pengobatan, Ajak Pasien Terapkan Syariat Islam

Next Post

Kena Sanksi, RSUD Langsung Berbenah

Related Posts

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong
Bontang

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong

18 Agustus 2026, 18:38
Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur
Kaltim

Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

12 April 2026, 21:40
Pemkot Bontang Uji Coba SPP Gratis di 4 Sekolah Swasta
Bontang

Pemkot Bontang Uji Coba SPP Gratis di 4 Sekolah Swasta

4 April 2026, 09:00
Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah
Nasional

Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, Tiga Orang Tewas

30 Agustus 2025, 09:09
Sekolah Swasta Gratis di Bontang, Disdikbud Beber Tiga Skema
Bontang

Sekolah Swasta Gratis di Bontang, Disdikbud Beber Tiga Skema

10 Juni 2025, 10:13
Viral Pelajar di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini yang Dilakukan Kemendikbud
Nasional

Viral Pelajar di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini yang Dilakukan Kemendikbud

1 Maret 2023, 10:35

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.