• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Semangat Kartini ala Najirah; Mengurus Daerah, Menjadi Ayah dan Ibu Sekaligus

by Redaksi Bontang Post
21 April 2022, 20:20
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Wakil Wali Kota Bontang Najirah. (dok pribadi)

Wakil Wali Kota Bontang Najirah. (dok pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Roda pemerintahan tak melulu dikuasai pria. Ada pula tangan dingin perempuan. Dan mereka sudah menjawab tantangan itu. Emansipasi adalah niscaya.

Adiel Kundhara, Bontang

Panggung politik bukan hal baru bagi Najirah. Wakil wali kota Bontang itu mengawalinya saat ikut dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) anggota DPD 2019. Kala itu, ia gagal duduk sebagai Senator di Senayan. Capaian suara istri almarhum Adi Darma ini hanya 69.298 atau berada di peringkat keenam. Namun kegagalan itu tak membuatnya patah semangat.

Setahun kemudian, takdir menggariskan untuk ikut bursa pemilihan kepala daerah Bontang. Semula, namanya belum muncul. Sebab kala itu PDI Perjuangan dan PKB merekomendasikan Adi Darma-Basri Rase.

“Di awal saya tidak ada niatan untuk maju di pemilihan kepala daerah. Karena saat itu ada kesempatan Bapak (Adi Darma) untuk maju,” kata Najirah.

Apalagi sosok almarhum masih melekat di warga Kota Taman. Namun, pada 1 Oktober suami meninggal dunia lantaran terpapar Covid-19. Duka mendalam dirasakannya. Partai pengusung menghubungi Najirah untuk membicarakan mekanisme penggantian sang suami. Mereka mematok bahwa figur pengganti dari keluarga almarhum.

“Pada malam Jumat itu saya sempat memutuskan agar anak saya (Ferza Agustia) yang maju. Saya masih dalam keadaan syok waktu itu ditinggal bapak,” ucapnya.

Baca Juga:  Jelajah Hutan Kutim (1): Menikmati Karya Seni Nan Agung yang Terukir di Bebatuan

Tetapi terjadi perubahan komposisi. Kala itu Basri diusung menjadi calon wali kota dan Ferza calon wakil wali kota. Kesepakatan ini berubah sehari kemudian. Najirah memiliki niat untuk maju. Tepatnya setelah melaksanakan Salat Istikharah.

“Saya berpiki saat itu apakah anak saya dengan Pak Basri bisa menang. Terpikirkanlah bahwa saya harus maju. Apalagi lawannya juga terdapat sosok perempuan,” tutur dia.

Sempat terjadi pembahasan yang alot dengan Ferza. Pembahasan ini terjadi selama satu hari. “Sempat anak saya bilang Mama (Najirah) jangan maju. Tetapi saya sudah punya tekad. Saya bilang biar Mama yang maju. Saya juga minta restu ke dia (Ferza). Akhirnya sepakat,” terangnya.

Sebelumnya Najirah memiliki latar belakang di dunia perbankan. Selama 24 tahun ia berkerja. Ia mengakui amanah sebagai pimpinan daerah itu berat. Tetapi setelah dijalani dengan keseriusan ditambah amanah yang didapat dari suami, semua dimudahkan.

Menurutnya sehebat apapun pembangunan yang dilaksanakan, kalau tanpa mensejahterakan rakyat bisa dianggap gagal. Apalagi saat menjabat tantangan yang dihadapi ialah pandemi Covid-19. Kondisi keuangan daerah tentu berimbas. “Pelan-pelan dengan semua program yang ada bisa direalisasikan,” urainya.

Baca Juga:  Mengenal Tani Muda Santan: Membangun Desa, dari Konsumtif kembali Produktif
Wakil Wali Kota Bontang Najirah dikenal sosok keibuan yang dekat dengan warga. (dok pribadi)

Beberapa program yang sudah bisa dinikmati warga Bontang ialah BPJS Gratis, WiFi gratis, rantang kasih. Ke depan pihaknya bertekad untuk menjadikan Bontang sebagai destinasi wisata, memajukan UMKM, dan ramah investasi. Meski periodesasi pemerintahan nantinya hanya sampai 2024.

“Kami akan mengejar hal ini bisa diwujudkan. Apalagi Bontang menjadi penyangga IKN. Bontang harus bisa dijadikan kota pariwisata,” sebutnya.

Tatangan lain pada masa pandemi ialah ikut membantu masyarakat khususnya yang terpapar. Keluhan masyarakat terkadang dalam satu keluarga membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan pangan. “Kadang-kadang datang dengan berbagi sembako. Hal ini yang saya lakukan dan menjadikan kepuasan untuk berbuat kepada rakyat,” urainya.

Pandemi ini juga memiliki sejarah yang kelam bagi dirinya pribadi. Merasakan ditinggal suami akibat virus dari Wuhan, Tiongkok, itu. Di situlah saya benar memperhatikan orang yang terdampak. Dari aspek keluarga, sebagai status sebagai pemimpin daerah tetap memperhatikan keluarga. Di samping menjalankan amanah. Di sela-sela tidak ada kesibukan, waktu diberikan kepada keluarga.

“Kalau ada waktu kadang makan bersama. Tetapi jujur saya tidak menghilangkan kodrat sebagai perempuan. Menjadi seorang ibu dan ayah karena anak sudah tidak memiliki bapak lagi,” terang Najirah.

Baca Juga:  Kisah Warga Kaltim yang Menjalani Puasa di Luar Negeri; Nisa (1)
Najirah dan anaknya rutin ziarah ke makam sang suami, Adi Darma. (dok pribadi)

Setelah salat subuh rutin ia membuat masakan bagi anak-anaknya. Walaupun di rumah ada asisten rumah tangga. Kebetulan di rumah jabatan ada satu yang tinggal bersama. Sementara Ferza berada di Samarinda. Terkadang kalau ada tugas di Kota Tepian, ia memanggil anaknya. Termasuk tiap hari rutin berkomunikasi dengan anak melalui sambungan video.

“Saya juga sempatkan ziarah ke makam suami. Sesibuk apa pun. Terkadang selesai rapat ada jeda waktu saya ke sana. Hampir tiap hari ke makam. Selain itu doa selalu saya kirim setiap saat,” sebutnya. Ia beranggapan merasa ketenangan jika pergi ke makam suami. Ada spirit tambahan untuk menjalankan amanah. Bagi dia, sosok almarhum masih ada.

Pada Hari Kartini ini, Najirah berpesan bahwa sosok perempuan harus bangkit dan punya pegangan dalam hidup. Jangan hanya meminta dan meremehkan kaum pria. Tetapi harus punya keahlian. Sehingga tidak dipandang sebelah mata.

“Supaya tidak syok dalam menghadapi kehidupan itu. Artinya bisa mandiri. Apa yang bisa menghasilkan bisa menghidupi keluarga dan membantu ekonomi keluarga,” ulasnya. (*/ak)

 

 

 

Tags: featurenajirah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

37 Penerima Rantang Kasih Diganti

Next Post

Musrenbang RKPD 2023, Basri; Bantuan Keuangan ke Bontang Paling Kecil

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Wawali Najirah Buka Pickleball Championship Nasional
Pemkot Bontang

Wawali Najirah Buka Pickleball Championship Nasional

5 Agustus 2023, 15:11

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.